<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Penguin &#187; bandung</title>
	<atom:link href="http://www.rumahpenguin.web.id/tag/bandung/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rumahpenguin.web.id</link>
	<description>Rumahnya Penguin. Masa gitu aja perlu dijelasin?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Get Ready: ABU Robocon 2012!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 11:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[abu robocon]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[kri]]></category>
		<category><![CDATA[robotika]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/" title="Get Ready: ABU Robocon 2012!!"></a>Rules untuk ABU Robocon 2012 Hongkong sudah keluar. Udah lama sih&#8230; tapi baru meratiin sekarang. Hehehehe Dan karena ngeliat peraturannya ini, aku jadi milih masuk KRI di unit robotika ITB daripada KRCI. Hehehehe&#8230;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/" title="Get Ready: ABU Robocon 2012!!"></a><p>Rules untuk ABU Robocon 2012 Hongkong sudah keluar. Udah lama sih&#8230; tapi baru meratiin sekarang. Hehehehe<br />
<iframe src="http://www.youtube.com/embed/qeZ4er9Xzjs" frameborder="0" width="420" height="315"></iframe></p>
<p>Dan karena ngeliat peraturannya ini, aku jadi milih masuk KRI di unit robotika ITB daripada KRCI. Hehehehe&#8230;.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 730px"><img title="jaket uro" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/310904_2062126712894_1236494389_32052557_1166996414_n.jpg" alt="" width="720" height="540" /><p class="wp-caption-text">Jaket Unit Robotika. Cuma mau pamerin doang. Wkwkwkwk</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generalisasi</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 16:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[males]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/" title="Generalisasi"></a>LD, sebuah unit yang-aku-gak-tau-apa-kerjanya di ITB, tanggal 2 Mei kemarin (kalau tidak salah) memasang plang seperti di foto atas. Wiauw. LD, kalian benar-benar tahu segalanya. Angkat topi untuk kalian, dengan bungkusan permen berjatuhan. &#160; Aku termasuk jarang update blog, tapi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/" title="Generalisasi"></a><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="LD" src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_lkkmhb8NqK1qiuxm3o1_500.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Ini terpasang di ITB pada tanggal 2 Mei 2011 kemarin. Sungguh LD sangat tau segalanya -__-</p></div>
<p>LD, sebuah unit yang-aku-gak-tau-apa-kerjanya di ITB, tanggal 2 Mei kemarin (kalau tidak salah) memasang plang seperti di foto atas. Wiauw. LD, kalian benar-benar tahu segalanya. Angkat topi untuk kalian, dengan bungkusan permen berjatuhan.<span id="more-222"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku termasuk jarang update blog, tapi ada hal yang ingin kusimpulkan setelah melihat plang seperti diatas: generalisasi. Walaupun aku tahu maksudnya LD adalah menyindir rektorat ITB yang memutuskan untuk menentukan harga BPM (yang, ku yakin, beberapa orang tahu berapa harganya&#8230;), kalau plang ini dipasang saat ada kunjungan para siswa SMA (yang kebetulan MEMANG!), siapa yang tersinggung lebih dulu? Bukan ITB pastinya.</p>
<p>Dengan BPM yang &#8220;lumayan&#8221; untuk angkatan baru nanti, bukan berarti mahasiswa ITB nanti hanya orang-orang berduit, kan? Oke, mungkin sekilas kita akan berpikiran bahwa, &#8220;Mahal sekali! Cuma orang kaya yang bisa bayar!&#8221; tapi&#8230;. ya ampun&#8230;. ini institut negeri, loh! Apa sama sekali nggak ada yang bisa membantu biaya mahasiswa kuliah disini?! Jangan berpikir negatifnya aja!!</p>
<p>Mungkin iya, ITB memasang tarif cukup &#8220;mahal&#8221; pada tahun ajaran sekarang. Tetapi ini dilakukan tidak dengan membabibuta. Tidak semua orang harus menebus BPM yang maksimum yang diminta; sebagian besar malah hanya perlu membayar 25% nya, malah sekitar beberapa persen tidak perlu membayar sama sekali. Dan perlu ditekankan: itu belum beasiswa. Beasiswa merupakan hal terpisah dari potongan BPM.</p>
<p>Entah apa yang ada dipikiran anak-anak LD ini. Tapi ya sudahlah, aku hanya mahasiswa biasa yang tidak mau terlibat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life is Never Flat!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 05:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/" title="Life is Never Flat!"></a>Wiauw&#8230;. Rumah Penguin bener-bener nyaris vakum. Gimana yah, aku belakangan ini kurang punya ide. Ada banyak opini yang pengen dikeluarin, tapi karena sadar diri nggak banyak yang mau baca (apalagi kasusnya kontroversial) jadinya males membahas panjang-panjang. Tapi sekarang ada satu &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/" title="Life is Never Flat!"></a><p>Wiauw&#8230;. <a href="http://www.rumahpenguin.web.id">Rumah Penguin</a> bener-bener nyaris vakum. Gimana yah, aku belakangan ini kurang punya ide. Ada banyak opini yang pengen dikeluarin, tapi karena sadar diri nggak banyak yang mau baca (apalagi kasusnya kontroversial) jadinya males membahas panjang-panjang.</p>
<p>Tapi sekarang ada satu bahasan yang pengen ku posting. Ini tentang perbedaan cara pandang tentang kesenangan: antara mahasiswa <em>study oriented</em> dan <em>seneng-seneng oriented</em>.<span id="more-211"></span></p>
<p>Kenapa ku bahas ini? Sekitar seminggu yang lalu, aku terlibat perdebatan tentang rekan-rekan mahasiswa yang jarang mau diajak ngumpul untuk <strong>hura-hura</strong> (maaf, bukan maksudnya <em>hura-hura</em> berkonotasi negatif, tapi aku nggak nemuin kata lain yang lebih cocok). Secara terang-terangan, mereka mengatai rekan-rekan ku ini <em>study oriented</em>; maunya belajar mulu. <strong>Benarkah?</strong></p>
<p><strong>Tidak</strong>. Karena aku salah satu yang jarang ikut berkumpul, dan aku tahu kerjaanku apa di kosan. Yang pasti <strong>bukan belajar</strong>.</p>
<p>Beberapa rekan tidak memperdulikan ini. Mereka tenang-tenang saja dikatai <em>study-oriented</em>. Bahkan bagi mereka yang memang <em>study-oriented</em>, mereka tidak merasa tersinggung. Tapi sadar nggak sih, kalau sebenernya mereka mengatai dengan maksud negatif?? Aku memperhatikan masalah ini dari waktu pertama kali terangkat kasusnya. Semakin lama, semakin sering kalimat &#8220;tidak ikut karena belajar&#8221; disebut (ditulis) di forum yang ku ikuti. Dan tahu nggak? Tanpa sadar, orang-orang yang memang jarang ikut ngumpul jadi malas membuka forum itu. Tersinggung? Tidak. Kesal? Tidak. Malas? Ya. Tapi menurutku, itu <strong>cuma pembelaan</strong>. Aslinya mereka pasti tersinggung.</p>
<p>Satu prinsip baru yang aku coba tanamkan dalam hidup kemahasiswaan, adalah <strong>jangan pernah</strong> sekalipun dalam kondisi apapun <strong>mencoba mempengaruhi</strong> rekan lain <strong>dengan hal-hal</strong> yang <strong>menyinggung SARIP</strong>: <strong>Suku</strong>, <strong>agama</strong>, <strong>ras</strong>, <strong>bangsa</strong>, dan <strong>Indeks Prestasi</strong> (Kredit singkatan pada rekan iamthezero yang menyebutkan singkatan ini). Itu sangat berbahaya. Dan dampaknya terlihat pada kasus terakhir forum itu: anggotanya jadi terpecah belah.</p>
<p>Sebenarnya, inti masalahnya ini cuma <strong>orang-orang</strong> yang <strong>kurang suka di keramaian</strong> versus <strong>orang-orang</strong> cinta <strong>kebersamaan</strong>. Tapi belakangan, jadi cenderung antara <strong>orang-orang malas bersosialisasi</strong> versus <strong>orang-orang sok sosial</strong>. Disini, aku berpihak pada <strong>sebagian</strong> orang-orang yang malas bersosialisasi; orang-orang yang malas bersosialisasi dengan orang-orang sok sosial.</p>
<p>Seorang rekan menulis di blog tumblr-nya. Dia mengatakan bingung terhadap orang-orang yang &#8220;lebih suka ngabisin waktu nya buat belajar dan pusing-pusingan&#8221;. Dia bingung terhadap orang-orang yang &#8220;ga suka (atau ga bisa) seneng-seneng. Bawaanya bete, kesel, ga suka, risih sama orang yang sukanya seneng seneng&#8221;.</p>
<p>Jujur, <strong>aku juga bingung</strong> dengan orang yang <strong>lebih suka belajar</strong>. Tapi aku lebih bingung terhadap orang yang tidak bisa menerima perbedaan itu. Kenapa memangnya kalau lebih suka belajar? Itu <strong>hak</strong>. Itu <em>lifestyle</em>-nya. Apa mereka adalah orang-orang yang &#8220;ga suka (atau ga bisa) seneng-seneng&#8221;? Itu <strong>kesenangannya</strong>. Itu <strong>kebahagiaannya</strong>. Tiap orang beda, dong.</p>
<p>Hidup harus seimbang antara masa depan dan masa sekarang. Dengan kata lain, belajar untuk masa depan dan menyenangkan diri di masa sekarang harus seimbang kadarnya. Tapi apa senang-senang itu selalu berarti ngumpul, ramai-ramai, bersorak-sorak di lapangan, olahraga, ketawa haha-hihi? Tidak. Tiap orang beda.</p>
<p>Ada orang memang pintar dan masih bisa menyeimbangkan hidupnya dengan bermain. Tapi nggak semua orang bisa dipukul rata bisa seperti itu.</p>
<p>Tapi kembali lagi. Aku maklum dengan orang-orang yang (maaf) sok sosial seperti mereka. <strong>Kebahagiaan </strong>mereka <strong>terletak </strong>di <strong>kebersamaan</strong>, bukan <strong>menyendiri </strong>dalam ruangan <strong>bersama </strong>setumpuk <strong>buku</strong>. <strong>Tidak ada</strong> yang <strong>salah </strong>dengan itu.</p>
<p>Life is never flat&#8230;. life is never flat&#8230;. makan chitato ==b</p>
<p>TAMBAHAN: Kasusnya sudah selesai. Kami sudah bermaaf-maafan. Harap jangan ada yang terbawa emosi ^^b</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mari Mulai Semester Baru</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/mari-mulai-semester-baru/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/mari-mulai-semester-baru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 21 Jan 2011 09:05:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[semester]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=206</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/mari-mulai-semester-baru/" title="Mari Mulai Semester Baru"></a>Dengan kata lain: mari menderita. Hehehe nggak juga sih. Tapi belum tentu salah juga. Btw Rumah Penguin jarang update? Memang. Permisi&#8230;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/mari-mulai-semester-baru/" title="Mari Mulai Semester Baru"></a><p>Dengan kata lain: mari menderita.</p>
<p>Hehehe nggak juga sih. Tapi belum tentu salah juga.</p>
<p>Btw <a href="http://www.rumahpenguin.web.id/">Rumah Penguin</a> jarang update? Memang.</p>
<p>Permisi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/mari-mulai-semester-baru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Seni ITB 2010</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2010 10:24:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/" title="Pasar Seni ITB 2010"></a>Tanggal 10 Oktober 2010 bener-bener jadi hari yang luar biasa buat ITB. Selain diadakannya Pasar Seni ITB yang cuma 4 tahun sekali, hari ini juga merupakan hari termacet sepanjang tahun Bwahahahahaha. Okelah! Berikutnya sedikit foto-foto yang berhasil diambil olehku! Rame &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/" title="Pasar Seni ITB 2010"></a><div id="attachment_148" class="wp-caption aligncenter" style="width: 315px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/tumblr_l6iyiiSVdS1qcnzxgo1_400-e1286703051590.jpg"><img class="size-full wp-image-148" title="pasar_seni_logo" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/tumblr_l6iyiiSVdS1qcnzxgo1_400-e1286703051590.jpg" alt="" width="305" height="344" /></a><p class="wp-caption-text">Pasar Seni ITB 2010, 10/10/10</p></div>
<p>Tanggal 10 Oktober 2010 bener-bener jadi hari yang luar biasa buat ITB. Selain diadakannya Pasar Seni ITB yang cuma 4 tahun sekali, hari ini juga merupakan hari termacet sepanjang tahun <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_149" class="wp-caption aligncenter" style="width: 490px"><img class="size-full wp-image-149" title="macet" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_059.jpg" alt="" width="480" height="360" /><p class="wp-caption-text">Woi, pada mau kemana sih?</p></div>
<p>Bwahahahahaha.</p>
<p>Okelah! Berikutnya sedikit foto-foto yang berhasil diambil olehku! <span id="more-147"></span></p>
<div id="attachment_150" class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img class="size-full wp-image-150" title="gerbang" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_003.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">&quot;Gerbang&quot; Pasar Seni</p></div>
<div id="attachment_151" class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><img class="size-full wp-image-151" title="10102010396" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010396.jpg" alt="" width="410" height="307" /><p class="wp-caption-text">Lautan Manusia. Mungkin kalau mendadak ada yang teriak &quot;BOM!!&quot;, ratusan orang akan kehilangan nyawanya ^^</p></div>
<p>Rame cuy&#8230;. gile&#8230;. Memang kalau event yang jarang-jarang diadain, efeknya luar biasa&#8230;.</p>
<p>Btw, ada juga stall yang aneh-aneh disini. Rata-rata mengkritisi kejadian-kejadian yangterjadi di masyarakat. Wih&#8230; kritik dalam seni&#8230; jadi itu ya gunanya seni&#8230; (sarkas mode: on)</p>
<div id="attachment_152" class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><img class="size-full wp-image-152" title="10102010364" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010364.jpg" alt="" width="410" height="307" /><p class="wp-caption-text">Pasar Psikopat? OMG</p></div>
<div id="attachment_153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-153 " title="10102010_007" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_007-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">Jualan ayam,</p></div>
<div id="attachment_154" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-154" title="10102010_008" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_008-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">susu bubuk,</p></div>
<div id="attachment_155" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-155" title="10102010_009" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_009-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">ikan segar,</p></div>
<div id="attachment_156" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-156 " title="10102010_010" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_010-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">tabung elpiji,</p></div>
<div id="attachment_157" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><img class="size-medium wp-image-157" title="10102010_011" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_011-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /><p class="wp-caption-text">mie,</p></div>
<div id="attachment_158" class="wp-caption aligncenter" style="width: 235px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_012.jpg"><img class="size-medium wp-image-158" title="10102010_012" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010_012-225x300.jpg" alt="" width="225" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">tahu,</p></div>
<div id="attachment_159" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><img class="size-medium wp-image-159 " title="10102010367" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010367-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /><p class="wp-caption-text">sampai organ tubuh manusia, </p></div>
<div id="attachment_160" class="wp-caption aligncenter" style="width: 234px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010368.jpg"><img class="size-medium wp-image-160" title="10102010368" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010368-224x300.jpg" alt="" width="224" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">dan bayi.</p></div>
<p style="text-align: left;">Wiw. Ada yang jualin &#8220;Bom&#8221; juga loh.</p>
<p style="text-align: left;">
<div id="attachment_161" class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><img class="size-full wp-image-161" title="10102010386" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010386.jpg" alt="" width="410" height="307" /><p class="wp-caption-text">BOM! BOM! BOM!</p></div>
<p style="text-align: left;">dan kumpulan sepeda</p>
<p style="text-align: left;">
<div id="attachment_162" class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><img class="size-full wp-image-162" title="10102010402" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010402.jpg" alt="" width="410" height="307" /><p class="wp-caption-text">Menara Sepeda??</p></div>
<p style="text-align: left;">Tapi&#8230;.. kalau ada satu hal yang paling mengesankan, <strong>hanya </strong>pada saat Pasar Seni, yang dibawah ini bisa dilakukan!!</p>
<p style="text-align: left;">
<div id="attachment_163" class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><img class="size-full wp-image-163" title="10102010401" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010401.jpg" alt="" width="410" height="307" /><p class="wp-caption-text">Woi! Siapa tuh! Potong 2 SKS!! Wkwkwkwkwk</p></div>
<p>Aaah&#8230;. memang lumayan keren Pasar Seni ITB. Begitu banyak yang harus diberikan ucapan terima kasih atas terselenggaranya acara  ini, meliputi Tuhan, ITB sendiri, warga Bandung, para seniman yang hadir, semua mahasiswa yang berpartisipasi dalam acara, dan lain-lain. Tapi aku sendiri, akan menambahkan ucapan terima kasih kepada <strong>pawang hujan </strong>yang sudah menyebabkan cuaca di Bandung menjadi luar biasa cerah sampai-sampai jam 7 pagi serasa sudah jam 11 siang.</p>
<div id="attachment_164" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><img class="size-full wp-image-164" title="10102010403" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010403.jpg" alt="" width="512" height="384" /><p class="wp-caption-text">Salut dah buat pawang hujannya. Wkwkwkwk</p></div>
<p><img src="file:///C:/Users/user/Pictures/101010/New%20folder/10102010_003.jpg" alt="" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yeah Minggu Pagi!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/yeah-minggu-pagi/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/yeah-minggu-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Sep 2010 02:32:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[capek]]></category>
		<category><![CDATA[lari]]></category>
		<category><![CDATA[pagi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/yeah-minggu-pagi/" title="Yeah Minggu Pagi!"></a>Minggu pagi! Bangun jam setengah enam, minum dikit terus lari pagi di Saraga bareng anak-anak kosan! Asik deh rame!! Gak cuma lari pagi, aku sekalian lihat-lihat keadaan pagi setelah semalam ada kerusuhan geng motor. Kalau dari yang kulihat, saraga aman &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/yeah-minggu-pagi/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/yeah-minggu-pagi/" title="Yeah Minggu Pagi!"></a><p>Minggu pagi! Bangun jam setengah enam, minum dikit terus lari pagi di Saraga bareng anak-anak kosan! Asik deh rame!! <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/3.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Gak cuma lari pagi, aku sekalian lihat-lihat keadaan pagi setelah semalam ada kerusuhan geng motor. Kalau dari yang kulihat, saraga aman (ya iyalah, emangnya rusuh di saraga?!). Selain itu, sekalian ngecek kayak apa sih &#8220;Car Free Day&#8221; yang katanya setiap hari diadain di Dago?</p>
<p><span id="more-139"></span>Rupanya yang namanya Car Free Day, memang bebas dari mobil alias jalan dago ditutup dari kendaraan bermotor. Wah, lumayan. Jadi memang bisa lari pagi atau sepeda-sepedaan disana. Jalannya udah gede, rame orang olahraga pula! Ada yang sendirian sambil masang headset di telinga (entah dengerin lagu atau gak, tapi kulihat ada yang pake headset tapi gak kecolok -___-), ada yang bawa anjing (pudel dan dalmation ada loh!), dan yang terakhir bawa pacar (astaga).</p>
<p>Di sepanjang jalan juga ada mahasiswa-mahasiswa yang mempromosikan acara mereka seperti anak-anak pecinta alam dan anak elektro yang mengkampanyekan hemat listrik. Hmm&#8230;. asik juga tuh. Hehehehe&#8230;.</p>
<p>Btw, ada yang kuperhatikan dan kurasa paling aneh waktu lari pagi: walaupun udara dingin, habis hujan, ada juga tetep yang pake blazer tipis dan celana super pendek! (tahukan maksudku?) Astaga. Salut aku karena ketahanan fisiknya!</p>
<p>Ah sudahlah. Peduli amat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/yeah-minggu-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kerusuhan Geng Motor di Bandung? Go On Boys!!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/kerusuhan-geng-motor-di-bandung-go-on-boys/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/kerusuhan-geng-motor-di-bandung-go-on-boys/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Sep 2010 17:28:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=136</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/kerusuhan-geng-motor-di-bandung-go-on-boys/" title="Kerusuhan Geng Motor di Bandung? Go On Boys!!!"></a>Geng motor di Bandung rusuh (lagi) pada hari Sabtu, 24 September 2010 mulai jam 20:30 di area Cihampelas. Akibatnya para polisi terpaksa menutup jalan Cihampelas untuk menghalangi para anggota geng yang berusaha kabur. Sayangnya, yang di blokir cuma jalan menuju &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/kerusuhan-geng-motor-di-bandung-go-on-boys/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/kerusuhan-geng-motor-di-bandung-go-on-boys/" title="Kerusuhan Geng Motor di Bandung? Go On Boys!!!"></a><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px"><img title="Sabtu, 24 September 2010 jam 21:36" src="http://desmond.yfrog.com/Himg695/scaled.php?tn=0&amp;server=695&amp;filename=e6zd.jpg&amp;xsize=640&amp;ysize=640" alt="" width="290" height="385" /><p class="wp-caption-text">Geng motor ditangkepin dan ditelanjangi malem-malem. Adem banget kan, guys??</p></div>
<p>Geng motor di Bandung rusuh (lagi) pada hari Sabtu, 24 September 2010 mulai jam 20:30 di area Cihampelas. Akibatnya para polisi terpaksa menutup jalan Cihampelas untuk menghalangi para anggota geng yang berusaha kabur. Sayangnya, yang di blokir cuma jalan menuju Cipaganti, ke atas Cihampelas, dan ke Pasteur. Memang masih ada jalan lagi? Ada!</p>
<div id="attachment_137" class="wp-caption aligncenter" style="width: 211px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/09/blokir.jpg"><img class="size-full wp-image-137" title="blokir" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/09/blokir.jpg" alt="" width="201" height="444" /></a><p class="wp-caption-text">Garis merah : Di blokir; Lingkar merah: Tembus</p></div>
<p>Ya ampun pak polisi&#8230;. niat gak sih&#8230;.</p>
<p>Tapi seenggaknya, penangkapan bisa terus berjalan. Mungkin sama dengan para polisinya, orang-orang geng motor nya juga gak tau jalan itu ada. Huahahahahahaha</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px"><img title="Geng motor" src="http://twitpic.com/show/thumb/2rv35p.jpg" alt="" width="150" height="150" /><p class="wp-caption-text">Ayo anak-anak, upacara mau segera dimulaaaaiii!!!! <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Ayo semuanya!!! Gabung ke geng moto!!! Asik loh, banyak kegiatannya: mulai dari main pukul-pukulan, bacok-bacokkan, dan kemudian ngumpul bareng di penjara setempat dan makan-makan gratis!!! Huahahahahahahahahahaha</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/kerusuhan-geng-motor-di-bandung-go-on-boys/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Boneka Koala di Atas Pohon</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-boneka-koala-di-atas-pohon/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-boneka-koala-di-atas-pohon/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 15:41:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-boneka-koala-di-atas-pohon/" title="Cerpen: Boneka Koala di Atas Pohon"></a>Diposting juga di http://www.kemudian.com/node/247445 Ini cerpen yang ditulis saat aku kejebak tidak bisa masuk kosan selama 3 hari. Cerita tentang kejebak ditempat kosannya mana? Gak usah ah. Malu-maluin banget&#8230;. OK. Lanjut!!! Seperti yang biasa kulakukan setiap hari saat pergi ke &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-boneka-koala-di-atas-pohon/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-boneka-koala-di-atas-pohon/" title="Cerpen: Boneka Koala di Atas Pohon"></a><p>Diposting juga di <a href="http://www.kemudian.com/node/247445" target="_blank">http://www.kemudian.com/node/247445</a></p>
<p>Ini cerpen yang ditulis saat aku kejebak tidak bisa masuk kosan selama 3 hari. Cerita tentang kejebak ditempat kosannya mana? Gak usah ah. Malu-maluin banget&#8230;.</p>
<p>OK. Lanjut!!!</p>
<hr />
<p>Seperti yang biasa kulakukan setiap hari saat pergi ke kampus, aku melewatinya.</p>
<p>Sebuah boneka berbentuk koala berwarna coklat bertengger di sebuah  pohon yang berada di tengah jalan. Boneka itu sudah sangat lusuh,  mungkin karena termakan cuaca begitu lama. Dari yang kudengar, boneka  itu sudah berada disana sejak senior-senior angkatan belasan tahun yang  lalu memasuki gerbang kampus untuk pertama kali.</p>
<p>Yang luar biasa, boneka itu tidak pernah jatuh dari pohon tempat ia  bertengger. Persis seperti koala yang sedang menunggu pasangannya.</p>
<p>Berbagai kisah berbeda diceritakan oleh penduduk sekitar tentang asal  mula boneka itu. Semuanya sama sekali tidak berkaitan, dan unsur mistis  meliputi sebagian besar diantaranya. Seandainya aku tidak pernah  mendengar kisah yang satu itu, mungkin aku juga akan menganggapnya  boneka terkutuk yang harus dijauhi.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<span id="more-127"></span></p>
<p>&#8220;Itu boneka putri saya.&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;. Hah?&#8221;</p>
<p>Setelah  hampir dua tahun aku terus mendengar berbagai jenis kisah, baru kakek  ini yang menceritakannya dengan mengklaim siapa pemilik boneka. Aku  tersedak ketika sang kakek penjual soto tempatku sedang mengisi perut  ini memberikan pernyataannya.</p>
<p>Aku minum banyak-banyak; tersedak kuah soto itu menyakitkan. &#8220;Maksudnya putri?&#8221; kataku setelah tenggorokan terasa lebih baik.</p>
<p>Kakek  itu berjalan perlahan ke meja kasir. Ia menarik hingga terbuka laci  yang terbawah. Dari situ, ia mengeluarkan sebuah foto usang hitam putih  tanpa bingkai. Ia kembali duduk di hadapanku yang sudah kehilangan minat  untuk makan. Di wajahnya yang sudah terlihat begitu tua, terukir  kesedihan yang luar biasa ketika ia menunjukkan foto itu padaku.</p>
<p>&#8220;Foto  ini diambil 24 tahun yang lalu,&#8221; kata kakek itu sambil menunjuk angka  1986 yang ditulis dengan tinta hitam di sudut kiri bawah foto itu, &#8220;dan  yang di tengah ini putri saya.&#8221;</p>
<p>Jarinya yang keriput menunjuk ke  satu-satunya anak kecil di foto berisi tiga orang itu. Seorang anak  kecil, mungkin kurang lebih 10 tahun usianya, sedang memeluk sebuah  boneka koala. Boneka koala yang sama dengan boneka koala yang sekarang  bertengger di pohon yang sering kulalui. Ia berdiri di tengah dua orang  dewasa dan bersama mereka, ia terlihat begitu gembira.</p>
<p>&#8220;Bagaimana kejadiannya&#8230;.&#8221;</p>
<p>Aku  menyesali pertanyaan yang terlontar secara spontan itu. Aku merasa  kakek itu mungkin tidak ingin mengingat kejadiannya, apapun itu. Aku  tidak sepenuhnya salah; kakek itu menghela nafas sejenak, tetapi ia  kemudian menceritakan kisah putrinya, kisah yang sebenarnya tentang  boneka koala di tengah jalan itu.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Untuk pertama kalinya, Teguh memaki-maki putrinya sendiri.</p>
<p>Teguh  terus membentak, mencela, memaki dengan berbagai macam umpatan. Ia  tidak peduli dengan tangisan istrinya yang ingin kata-kata kotor  berhenti menghujani putri mereka satu-satunya. Teguh benar-benar sudah  hilang kendali; putrinya telah merusak nama keluarga mereka.</p>
<p>Tanpa  henti, hampir tanpa tarikan nafas, Teguh terus memaki memaki putrinya  yang menangis sambil memegang perutnya yang besarnya sudah terlihat  tidak normal. Teguh benar-benar sakit hati. Ia meninggalkan istri dan  anaknya itu selama lima bulan untuk menunaikan tugasnya di ujung negeri  sebagai alat negara. Ia rela menjadi salah satu dari kambing hitam  masyarakat yang mencari-cari kesalahan pemerintah demi membiayai hidup  keluarga dan biaya kuliah putrinya tahun depan.</p>
<p>Tapi sekarang  semuanya seakan terbuang sia-sia. Putri berhubungan di luar nikah pada  usianya yang masih belasan tahun, dan kini tengah mengandung benih dari  pria yang bahkan Teguh belum pernah melihatnya.</p>
<p>Teguh mengeluarkan  emosinya selama hampir setengah jam ketika akhirnya ia berhenti.  Nafasnya terengah-engah seakan habis berlari puluhan kilometer tanpa  henti. Sekarang ia benar-benar gelisah. Seandainya orang-orang tahu  putrinya hamil di luar nikah, nama putrinya dan keluarga bisa  benar-benar rusak.</p>
<p>&#8220;Antar bapak ke tempat laki-laki itu!&#8221; Kata Teguh mencengkeram lengan putrinya.</p>
<p>Teguh  tahu putrinya tidak punya pilihan. Walaupun masih berurai air mata,  putrinya mencoba menahan tangisnya ketika ia mengantar Teguh dan  istrinya ke sebuah rumah bertingkat di dekat sebuah kampus tempat Teguh  bermimpi bisa memasukkan putrinya kuliah disana.</p>
<p>Melihat rumah  ini, firasat buruk menerpa Teguh. Rumah ini bertingkat tiga, tapi rumah  ini tidak menunjukkan tanda-tanda dimiliki oleh orang kaya. Ada banyak  jendela di lantai dua dan tiga yang melaluinya, Teguh bisa melihat  berbagai kegiatan di dalamnya.</p>
<p>Ketukan pintu putrinya disambut oleh seorang ibu-ibu yang sedang memasak di dapur yang terlihat dari pintu depan.</p>
<p>&#8220;Eh&#8230; neng Aisyah! Udah lama neng Aisyah gak kesini!&#8221; Kata ibu itu sambil mengelap tangannya yang kotor dengan abu.</p>
<p>&#8220;Bu,&#8221; kata Aisyah tanpa memperkenalkan orangtuanya lebih dulu, &#8220;Mas Yopi ada?&#8221;</p>
<p>Ibu  itu terlihat agak heran dengan pertanyaan Aisyah. Firasat buruk Teguh  semakin kuat ketika ibu itu balik bertana, &#8220;Loh, neng Aisyah belum  bener-bener nggak dapat kabar sama sekali?&#8221;</p>
<p>&#8220;Yopi kan wisuda dua  bulan lalu. Sekarang Yopi udah balik lagi ke daerahnya di Banjarmasin.  Dia titip salam sih buat neng Aisyah, katanya dia nanti balik lagi&#8230;.&#8221;</p>
<p>Tapi  Teguh sudah putus harapan. Ia berjalan dengan langkah gontai menjauhi  rumah ternyata digunakan sebagai kos-kosan mahasiswa itu, meninggalkan  istrinya yang berusaha menenangkan Aisyah.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Berbagai  usaha pemecahan telah dipikirkan oleh Teguh semalaman tanpa tidur,  hanya untuk sampai kepada keputusan yang paling brutal, yang paling hina  yang akan terpikirkan oleh siapapun. Putrinya harus melakukan aborsi.</p>
<p>Teguh  tidak menunda lebih lama. Ia langsung menghampiri putrinya yang duduk  lesu di meja makan sambil memeluk boneka koala kesayangannya keesokan  harinya. Teguh bertekad dalam hati agar tidak mengeluarkan sumpah  serapah apapun. Makiannya kemarin tidak merubah apapun, dan juga tidak  akan merubah hari ini.</p>
<p>&#8220;Bapak mau kamu aborsi.&#8221;</p>
<p>Bunyi logam  berkelontangan menandakan bahwa istrinya juga kaget mendengar  kata-katanya, seperti Aisyah yang langsung menegakkan kepalanya dan  memandang Teguh lurus-lurus.</p>
<p>&#8220;Bapak sudah pikirkan ini semalaman,&#8221;  lanjut Teguh. &#8220;Bapak kenal ada bidan di luar kota. Bapak yakin dia mau  bantu mengaborsi janin dalam rahimmu itu.&#8221;</p>
<p>Teguh tahu apa yang  akan dikatakan Aisyah, namun tetap saja itu mengejutkan Teguh. &#8220;Tidak  mau,&#8221; kata Aisyah, &#8220;Aisyah mau menunggu Mas Yopi kembali.&#8221;</p>
<p>&#8220;Aisyah,&#8221;  Teguh berusaha menahan emosinya, &#8220;kamu harus mengerti masalahnya. Kamu  masih belasan tahun, bahkan SMA saja belum lulus. Kamu mau menunggu Yopi  sampai kapan? Bagaimana kalau dia tidak kembali? Apa kata orang nanti  saat kamu mengendong bayi tanpa ada yang tahu siapa ayahnya?&#8221;</p>
<p>Aisyah  tidak menjawab. Ia hanya menundukkan kepalanya. Teguh ingin putrinya  menangis, setidaknya itu menunjukkan bahwa ia masih bisa mempengaruhi  jalan pikiran putrinya. Tapi Aisyah tidak menangis lagi seperti kemarin.  Ia menundukkan kepalanya, tetapi tangannya memeluk boneka koala  pemberian Teguh seakan ia memantapkan pendiriannya.</p>
<p>&#8220;Tidak,&#8221; kata Aisyah lagi.</p>
<p>&#8220;Aisyah&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Pak,  Mas Yopi pulang ke kampung halamannya bukan karena dia tidak mau  bertanggung jawab,&#8221; kata Aisyah. &#8220;Aisyah yang salah. Waktu Aisyah tahu  sedang mengandung anaknya, Aisyah justru menjauhi Mas Yopi tanpa  memberitahukan apapun padanya. Bahkan Mas Yopi mencari-cari Aisyah,  menanyakan alamat ke warga.&#8221;</p>
<p>&#8220;Mas Yopi sudah pernah ke rumah, Pak. Tapi Aisyah mengusirnya,&#8221; lanjut Aisyah.</p>
<p>&#8220;Aisyah, kalau kamu sudah mengusirnya, bagaimana kamu bisa berharap mau kembali?&#8221; tanya Teguh masih menahan emosinya.</p>
<p>Aisyah  menegakkan kepalanya lagi. &#8220;Aisyah yakin, Mas Yopi sayang Aisyah  seperti Aisyah sayang Mas Yopi. Mas Yopi pasti kembali untuk Aisyah.&#8221;</p>
<p>Jawaban  itu tidak memuaskan bagi Teguh. Emosinya yang sudah dekat kepermukaan  kembali meluap. Ia berdiri dari kursinya dan menggebrak meja di hadapan  putrinya. Teguh berharap Aisyah tersentak, takut karena gertakannya.  Tapi sekali lagi ia dikecewakan; tekad Aisyah seakan merubah putrinya  180 derajat dari kemarin.</p>
<p>&#8220;Baik,&#8221; kata Teguh, &#8220;kamu mau menunggu  laki-laki brengsek itu? Silahkan. Tapi jangan harap kamu bisa menunggu  dia di rumah ini! Selama kamu di rumah ini, kamu akan menuruti kata-kata  bapak!&#8221;</p>
<p>Aisyah tidak berjengit sama sekali mendengar ancaman  Teguh. Aisyah terus menatap mata ayahnya tanpa berkedip, tatapan yang  sama sekali berbeda dengan tatapan seorang anak yang menyesali  kata-katanya.</p>
<p>Tidak ada tindakan lain lagi yang terpikirkan oleh  Teguh. Meraung frustasi, Teguh mendorong kursinya keras-keras ke meja  dan keluar dari rumah. Istrinya bergegas menyusulnya.</p>
<p>&#8220;Pak, Bapak!&#8221;</p>
<p>Teguh  tidak mengindahkan istrinya. Ia terus berjalan cepat tanpa arah,  melewati berbagai orang yang tanpa menyapa. Teguh terus berjalan hingga  mencapai tepi sebuah sungai. Disana ia berhenti, sakit hati dan marah  bercampur di pikirannya. Ingin rasanya ia melompat, mengakhiri hidupnya  asalkan ia tidak perlu mengetahui nasib putrinya nanti.</p>
<p>&#8220;Pak, Pak!&#8221;</p>
<p>Istri  Teguh berhasil menyusulnya. Terengah-engah, istrinya memegang lengan  Teguh. Tapi pertahanan diri istrinya runtuh dengan segera; ia menangis  sejadi-jadinya di pelukan Teguh yang menahan air matanya.</p>
<p>&#8220;Bu, apa  salah kita sebenarnya Bu?&#8221; kata Teguh. &#8220;Apa kita salah mendidiknya?  Atau ini hukuman Tuhan karena Bapak terlalu sibuk dengan dunia?&#8221;</p>
<p>Istri  Teguh juga tidak memiliki jawaban, sama dengan dirinya sendiri. Teguh  hanya bisa mengira-ngira, tanpa tahu apa yang sebenarnya. Cobaan ini  baginya begitu berat, dan ia masih tidak mengerti kenapa ini terjadi.  Anaknya satu-satunya, yang telah ia besarkan dengan susah payah, memberi  cobaan terberat padanya. Teguh menengadahkan kepalanya, menatap langit,  dan berusaha menenangkan dirinya sekaligus istrinya.</p>
<p>Teguh  kembali ke rumah setelah istrinya berhenti menangis. Ia kembali melewati  berbagai orang tanpa menyapa sama sekali. Tetangga-tetangganya melihat  Teguh dengan pandangan heran, tetapi Teguh terus berjalan bersama  istrinya.</p>
<p>Tapi ujian belum selesai untuk Teguh. Saat ia kembali ke  rumahnya, ia melihat piring-piring telah dirapikan, meja sudah  dibersihkan, dan Aisyah tidak ada di ruangan itu. Perasaan panik  langsung merayapi Teguh. Ia tidak tahu berapa lama ia dan istrinya  keluar rumah, tetapi pasti cukup lama karena Aisyah sepertinya telah  merapikan seluruh rumah, dan kemudian menghilang.</p>
<p>Teguh langsung  berlari keluar rumah setelah memberitahu dengan terburu-buru pada  istrinya yang ikut panik. Teguh berlari di gang-gang sekitar rumahnya,  bertanya dengan tempo cepat ke orang-orang yang tadi dilewatinya tanpa  disapa. Sebagian diantara mereka tidak memperhatikan saat Aisyah lewat,  sebagian lagi menunjuk ke berbagai arah.</p>
<p>Mengikuti petunjuk  tetangga-tetangganya, Teguh terus berlari hingga ia mencapai ke kampus  itu, kampus tempat ia ingin anaknya berada. Tempat yang ia impikan bisa  menjadi tempat kuliah putrinya. Disana, ia melihat putrinya memanjat  sebuah pohon besar.</p>
<p>Berbagai pikiran mengerikan terlintas  dipikiran Teguh. Ia takut putrinya akan melakukan apa yang tadi ia  berniat lakukan. Ia takut putrinya berniat bunuh diri. Ia berlari dari  ujung jalan tanpa terpikirkan olehnya rasa lelah. Tapi Aisyah ternyata  tidak berniat gantung diri; ia turun lagi dari pohon itu. Bernafas lega,  Teguh memperlambat larinya.</p>
<p>&#8220;Aisyah!&#8221; panggil Teguh.</p>
<p>Aisyah  menoleh kepadanya. Teguh berusaha tersenyum agar Aisyah tahu ia sudah  memaafkannya. Teguh terus memperlambat larinya hingga berjalan mendekati  Aisyah.</p>
<p>Sudah hampir dekat, ketika Aisyah membalas senyumnya.  Teguh berjalan semakin dekat, ketika ia menyadari bahwa Aisyah membawa  tas ranselnya yang terisi penuh.</p>
<p>Mendadak, Aisyah berlari menjauhi Teguh.</p>
<p>&#8220;Aisyah&#8230; AISYAH!!&#8221;</p>
<p>Teguh  kembali berlari. Ia mengejar Aisyah yang lari lebih dulu darinya. Ia  terus mengejarnya ketika Aisyah memasuki gang perumahan yang rapat.</p>
<p>Teguh  tidak berhenti. Ia masuk ke gang perumahan itu. Gang antarrumah itu  begitu rapat, dan bercabang ke banyak sekali gang-gang lain. Teguh terus  berlari mengejar Aisyah yang sepertinya tahu harus kemana karena Aisyah  terus berbelok tanpa berhenti. Akhirnya setelah melalui banyak kelokan,  Teguh menghadapi gang yang kosong dan buntu.</p>
<p>Terlambat sudah.  Teguh menyesali ancamannya pada Aisyah yang tadi terlontar dari  mulutnya. Rasa lelah mulai merasukinya. Lelah karena berlari dan lelah  karena ujian ini.</p>
<p>Tidak tahu lagi harus melakukan apa, Teguh  berjalan pulang. Ia terus menangis sepanjang jalan, meratapi  kehilangannya yang lebih buruk daripada ditinggal mati. Teguh berjalan  melewati pohon tempat Aisyah tadi memanjat. Teguh melihat ke pohon itu,  berharap Aisyah meninggalkan sesuatu sebagai pesan. Dan ya, Aisyah  meninggalkan sesuatu.</p>
<p>Sebuah boneka berbentuk koala berwarna  coklat bertengger di pohon itu. Boneka itu bertengger dengan mantap di  antara batang pohon. Persis seperti koala yang sedang menunggu  pasangannya.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Kakek itu menghela  nafasnya lagi, sambil menatap istrinya yang duduk termenung dengan  pandangan kosong di bagian belakang ruangan.</p>
<p>Aku menyeruput gelas  keenam teh tawarku yang diberikan oleh kakek penjual soto bernama Pak  Teguh itu. Soto yang kupesan telah habis dua puluh menit yang sebelumnya  sambil aku mendengarkan kisah tentang putrinya. Kisah yang begitu&#8230;  aku tidak tahu kata apa yang tepat untuk mendeskripsikannya.</p>
<p>&#8220;Setelah  saya pulang, saya bingung bagaimana memberitahu istri saya,&#8221; kata Pak  Teguh. &#8220;Istri saya tidak bisa menerima kabar itu. Ia menangis  berhari-hari dan kemudian, ia hanya diam,&#8221; lanjut Pak Teguh dengan wajah  yang diliputi kesedihan.</p>
<p>&#8220;Apa&#8230; apa ada kabar dari putri Bapak?&#8221; Aku memberanikan diri bertanya.</p>
<p>Pak  Teguh menggelengkan kepalanya. &#8220;Tidak ada,&#8221; katanya. &#8220;Kami tidak pernah  pindah rumah dan saya selalu menolak ditugaskan ke luar kota setelah  kejadian itu. Saya berharap akan datang kabar tentang Aisyah. Apapun  itu.&#8221;</p>
<p>Aku melihat mata Pak Teguh berkaca-kaca. &#8220;Kabar itu belum  pernah datang. Tapi saya yakin suatu hari akan ada kabar dan Aisyah akan  kembali, seperti Aisyah yakin kekasihnya pasti kembali.&#8221;</p>
<p>Aku  tidak tahu kata-kata penghiburan apa yang perlu kuucapkan saat itu.  Kejadian itu sudah begitu lama, tetapi Pak Teguh sepertinya hidup dari  harapan akan datangnya kabar dan kembalinya Aisyah. Saat itu aku  menyadari, walaupun dengan kesulitan-kesulitan yang begitu rupa,  kerumitan hidup sendiri di kota orang, ujian-ujian kuliah yang  melelahkan, aku bersyukur tidak perlu melakukan semuanya tanpa  memutuskan hubungan dengan keluargaku di kampung halaman.</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>Berbagai  kisah berbeda diceritakan oleh penduduk sekitar tentang asal mula  boneka itu. Semuanya sama sekali tidak berkaitan, dan unsur mistis  meliputi sebagian besar diantaranya. Seandainya aku tidak pernah  mendengar kisah dari Pak Teguh, mungkin aku juga akan menganggapnya  boneka terkutuk yang harus dijauhi.</p>
<p>Sekarang aku duduk di bawah  tenda terpal di depan gerobak penjual batagor untuk sarapan. Tidak  sarapan sebelum kuliah sama saja bunuh diri; kepala nyut-nyutan dan  perut keroncongan. Walaupun sekarang tidak ada jadwal kuliah, tradisi  ini tetap kupertahankan. Di ujung pandanganku, boneka koala itu masih  bertengger di pohonnya.</p>
<p>Aku tidak pernah menceritakan kembali  kisah boneka itu ke orang lain. Aku tidak mau repot-repot. Kisah ini  pasti terdengar terlalu klasik di telinga mereka yang sudah terlalu  sering mendengar versi mistisnya. Kisah akan terdengar seperti  dibuat-buat kalau tidak didengar langsung dari satu-satunya saksi hidup  yang masih bisa menceritakannya. Akhirnya, sampai aku hampir diwisuda  sekarang ini, tidak ada satupun yang pernah mendengar kisahnya dari  mulutku.</p>
<p>&#8220;Fadli, kan?&#8221;</p>
<p>Seseorang menyapaku. Aku menoleh ke sumber suara, &#8220;Eh, Pak!&#8221; kataku. &#8220;Makan dulu, Pak!&#8221;</p>
<p>Salah  satu dosen kuliahku menghampiri meja kursi tempatku makan. Dia kemudian  duduk di depanku. Tas ranselnya ditaruh di sebelahnya ketika ia memulai  pembicaraan lagi.</p>
<p>&#8220;Wah, selamat ya, bisa berhasil jadi lulusan  terbaik tahun ini,&#8221; katanya sambil menyalamiku. &#8220;Saat saya pertama lihat  kamu di kelas, saya sudah yakin kamu yang terbaik, loh!&#8221; lanjutnya  dengan nada basa-basi yang kentara.</p>
<p>&#8220;Ah, masa sih, Pak? Terima kasih banyak, Pak!&#8221; kataku tidak kalah berbasa-basi.</p>
<p>Dosenku itu memesan batagor juga untuk dibungkus. &#8220;Kan tinggal nunggu tanggal wisuda, kan? Ada urusan lain datang ke kampus?&#8221;</p>
<p>Aku  nyengir, &#8220;Maklum, Pak. Orang baru merasa akan kehilangan ketika sudah  ia sudah pasti akan meninggalkannya.&#8221; jawabku sebijak mungkin.</p>
<p>&#8220;Oh,&#8221; katanya, &#8220;saya kira kamu mau bawa pulang boneka koalanya.&#8221;</p>
<p>Aku tersedak, tertawa. Kemudian aku langsung minum banyak-banyak; tersedak kuah kacang itu menyakitkan.</p>
<p>Dosenku tertawa melihatku yang tersedak. &#8220;Kamu sering dengar cerita tentang boneka itu, kan?&#8221; tanyanya.</p>
<p>Aku  mengangguk, &#8220;Sering, Pak. Macam-macam pula. Ada yang bilang itu punya  anak kecil yang kecelakaan, bahkan ada yang bilang itu sebenarnya anak  yang dikutuk ibunya karena durhaka, menolak pergi ke pasar saat beras  habis!&#8221;</p>
<p>Kami tertawa terbahak-bahak, walaupun leluconku sebenarnya  tidak lucu sama sekali menurutku. Setelah tawa reda, aku kembali  memakan batagorku.</p>
<p>Dosenku ikut memandangi boneka koala di atas  pohon itu. Pandangannya seperti orang yang sedang mengenang masa lalu;  kosong tapi terfokus. Setelah beberapa lama dalam diam, ia kembali  membuka pembicaraan.</p>
<p>&#8220;Sejak saya mulai mengajar tahun lalu, boneka itu selalu mengingatkan saya pada teman saya dulu waktu kuliah.&#8221;</p>
<p>&#8220;Boneka itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya,&#8221; katanya. Ia kemudian menghela nafas, seakan ada yang disesalinya. &#8220;Entah kemana dia sekarang&#8230;.&#8221;</p>
<p>&#8220;Tidak dicari saja, Pak?&#8221; tanyaku.</p>
<p>Ia menundukkan kepalanya, &#8220;Saya masih malu, soalnya saya pernah melakukan kesalahan fatal padanya.&#8221;</p>
<p>Saat  itu, si penjual batagor menyodorkan pesanan dosenku. Dengan segera, ia  langsung mengambil ranselnya dan mengeluarkan uang sepuluhribuan dari  kantong depannya. Setelah menerima kembalikan, ia berdiri dan keluar  dari tenda.</p>
<p>&#8220;Saya duluan, ya. Sekali lagi selamat atas prestasi kamu, Fadli!&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Iya, terima kasih, pak!&#8221; jawabku.</p>
<p>Aku  kembali menghadapi mangkok berisi batagorku yang sudah hampir habis,  ketika terlihat olehku ada benda lain diantara botol kecap dan botol  sambal. Sebuah ponsel tipe lama warna hitam tergeletak disitu. Hiasan  gantungan ponsel berbentuk koala berwarna coklat yang bertengger di  pohon memberitahuku bahwa itu milik dosenku. Aku buru-buru menghabiskan  batagorku, membayar dengan uang pas, dan mengejar dosenku ke dalam  kampus.</p>
<p>&#8220;Pak! Pak Yopi!&#8221;<br />
<hr />
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-boneka-koala-di-atas-pohon/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Update Ubuntu Asli Cepet!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/update-ubuntu-asli-cepet/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/update-ubuntu-asli-cepet/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Sep 2010 02:27:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=121</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/update-ubuntu-asli-cepet/" title="Update Ubuntu Asli Cepet!"></a>Dalam jaringan ITB, update Ubuntu dari mirror ITB. Asli cepet banget!!! ±280 KBps! ┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌ ┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌ ┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/update-ubuntu-asli-cepet/" title="Update Ubuntu Asli Cepet!"></a><div id="attachment_122" class="wp-caption aligncenter" style="width: 294px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/09/Screenshot-3-e1283566941737.png"><img class="size-medium wp-image-122" title="Screenshot-3" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/09/Screenshot-3-e1283566941737-284x300.png" alt="Screenshot" width="284" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">280 KBps!</p></div>
<p>Dalam jaringan ITB, update Ubuntu dari mirror ITB. Asli cepet banget!!! ±280 KBps!</p>
<p>┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌ ┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌ ┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌┐(‾.‾&#8221;)┐ ┌(&#8220;‾.‾)┌</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/update-ubuntu-asli-cepet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penguin Sudah di Bandung!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/penguin-sudah-di-bandung/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/penguin-sudah-di-bandung/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Aug 2010 04:35:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[capek]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=107</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/penguin-sudah-di-bandung/" title="Penguin Sudah di Bandung!"></a>Telat posting nih. Sebenernya, udah dari bulan lalu aku mau posting catatan-catatan tentang pelaksanaan ospek di ITB. Tapi yah&#8230; maklum, orang sibuk Kebetulan sekarang lagi kosong kuliah, ditambah badanku yang lagi naik turun temperaturnya, jadi aku punya kesempatan menulis ulang &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/penguin-sudah-di-bandung/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/penguin-sudah-di-bandung/" title="Penguin Sudah di Bandung!"></a><p>Telat posting nih. Sebenernya, udah dari bulan lalu aku mau posting catatan-catatan tentang pelaksanaan ospek di ITB. Tapi yah&#8230; maklum, orang sibuk <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kebetulan sekarang lagi kosong kuliah, ditambah badanku yang lagi naik turun temperaturnya, jadi aku punya kesempatan menulis ulang kejadian-kejadian sejak saat pendaftaran ulang <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>maka&#8230;. Here we go!<span id="more-107"></span><strong> </strong></p>
<p><strong>Masa-Masa Pendaftaran Ulang</strong></p>
<p>&#8230;. adalah masa-masa yang menyebalkan. Padahal peserta pendaftaran udah dibagi dalam 5 hari (27-31 Juli 2010) tapi panjang antriannya&#8230;. gila nyaris setengah kilometer! Terus setelah berhasil nyampe di depan antrian, ternyata proses pendaftaran ulangnya sendiri memakan waktu 2 jam!</p>
<p>Maka total waktu yang diperlukan untuk daftar ulang: 2 jam ngantri + 2 jam daftar = 4 jam berdiri.</p>
<p>Pegel dah&#8230;.</p>
<p><strong>Masa Ospek</strong></p>
<p>&#8230;. atau yang disebut di ITB sebagai &#8220;Inisiasi Keluarga Mahasiswa 2010&#8243; (InKM 2010). Lumayan, aku dapet kelompok ospek yang cukup menyenangkan, dengan senior-senior pendamping yang bisa dikerjain dan rekan-rekan yang nyaris setipe, kecuali beberapa orang.</p>
<p>Nah, kegiatan ospek nya sendiri itu ngebosenin banget&#8230;. Tidak ada acara ngerjain yunior, yang ada cuma ceramah dan ceramah dan ceramah dan ceramah dari berbagai orang. Huh <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi, ada beberapa event yang cukup menarik saat ospek, diantaranya adalah betapa nyarisnya closing ceremony dibatalkan! Wah, kalau closing ceremony nya gak ada, kapan ospeknya selesai?! Hehehe&#8230; bukan itu sih efeknya. Efeknya (katanya sih&#8230;) himpunan-himpunan mahasiswa jadi tidak mengenal para yunior, yang akan menghambat diterimanya para yunior di himpunan mahasiswa. Tapi tunggu dulu&#8230; kalaupun closing ceremony dilakuin, apa para senior bakal hafal seluruh yuniornya?? Hmm&#8230;.</p>
<p>Sayangnya, closing ceremony akhirnya dilegalkan. Ah, gak seru&#8230; <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  (walah? )</p>
<p><strong>Masuk Kuliah!</strong></p>
<p>Dengan jadwal yang terpotong-potong, melompat-lompat, ditambah cuaca di Bandung itu walaupun pagi bisa secerah apapun sore tetap aja hujan, maka ambruklah diriku; demam jadinya. Untungnya hari ini kuliah kosong, jadi bisa istirahat&#8230; tapi besok kuliah full. Apa aku akan bertahan hidup?? Nantikan dalam Megasinetron &#8220;Penguin&#8221; hanya di Rumah Penguin! *jreng dreng!!!!*</p>
<hr />Ihiks hiks hiks&#8230;. Beginilah nasib putra-putri terbaik bangsa&#8230;. (WTH)</p>
<p>Hah&#8230;. begitulah pokonya. Btw, aku cukup senang loh dengan kosanku. Selain karena lokasinya deket banget dengan kampus, rekan-rekan sekosan hampir seluruhnya merupakan anak baru juga di kampus! Horeee!!!! Teman seperjuangan!!!!</p>
<p>Mau lihat beberapa teman kosanku? Let&#8217;s check this out&#8230;</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://www.facebook.com/achmadhanaputratama"><img title="Putra" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs344.snc4/41428_1557099825_6049_n.jpg" alt="" width="180" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">Achmadhana Putratama Ardiantoro</p></div>
<p id="profile_name" class="fn org"><strong>Achmadhana Putratama Ardiantoro</strong></p>
<p class="fn org">Dipanggil Putra. Dia masuk ke Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara. Btw, Putra adalah orang pertama yang kukenal di kosan (Selain bu kos nya, tentu&#8230;)</p>
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">&#8211;</p>
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 192px"><a href="http://www.facebook.com/sonny.f4"><img class=" " title="Sonny" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs171.snc1/6414_1148741637280_1189759088_30466170_171367_n.jpg" alt="" width="182" height="136" /></a><p class="wp-caption-text">Sonny yang ditengah. Yang lain entah...</p></div>
<p class="fn org"><strong>Sonny</strong></p>
<p class="fn org">Gak tau aku nama lengkapnya. Pokoknya, kamar dia sampai sekarang masih terus dikorbankan sebagai tempat ngumpul anak-anak sekosan. Rame-rame dah <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="fn org">Sonny dan Zikri (dijelaskan dibawah) masuk ke tempat yang sama denganku: Sekolah Teknik Elektro dan Informatika <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">&#8211;</p>
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org">
<p class="fn org"><strong>Rama/Abel</strong></p>
<p class="fn org">Penghuni kamar terujung. Dia anak Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Btw FB nya gak ketemu nih&#8230; jadi fotonya gak ada&#8230;</p>
<p class="fn org">Maaf ya Ram, dirimu kurang eksis <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="fn org">
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 210px"><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1528580598"><img title="Zikri" src="http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/hs173.ash2/41667_1528580598_9816_n.jpg" alt="" width="200" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">Zikri Arfah</p></div>
<p><strong>Zikri Arfah</strong></p>
<p class="fn org">Ni anak datengnya termasuk disaat-saat terakhir. Gara-garanya, dia gak tau kalau tanggal 2 Agustus ospek dah mulai. Jadi setelah dia daftar ulang, dia balik ke rumahnya <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="fn org">Nah, bisa dibilang, anak-anak sekosan baru pada ngumpul kalau Zikri sudah memasuki kamar Sonny, yang tandanya akan ada kerusuhan&#8230;.</p>
<p class="fn org">Btw, Zikri juga dikenal sebagai Om Maho di kosan <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="fn org">
<p class="fn org">&#8211;</p>
<p class="fn org">
<p class="fn org"><strong>Reza</strong></p>
<p class="fn org">Dia ngekos di Bandung untuk ikut Bimbingan Belajar, jadi Reza belum masuk kuliah.</p>
<p class="fn org">Nah, Reza termasuk jarang gabung dengan kita yang lain, entah kenapa <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/39.gif' alt=':-?' class='wp-smiley' /> </p>
<p class="fn org"><strong>Farhan</strong></p>
<p class="fn org">Mahasiswa Universitas Pasundan. Info berikutnya belum diketahui karena dia baru masuk kosan sekitar tanggal 20an Agustus.</p>
<p class="fn org">
<hr />Naaah&#8230;. Sekian update hari ini. Jangan lupa tinggalkan jejak anda disini! <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="_mcePaste" style="position: absolute; left: -10000px; top: 814px; width: 1px; height: 1px; overflow: hidden;">http://www.facebook.com/#!/achmadhanaputratama?ref=ts</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/penguin-sudah-di-bandung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Persiapkan Persiapan!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/persiapkan-persiapan/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/persiapkan-persiapan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 16:25:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[capek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/persiapkan-persiapan/" title="Persiapkan Persiapan!"></a>Tanggal 27 Juli nanti, aku akan berangkat ke Bandung untuk menunaikan tugas suci sebelum daftar ulang: Nyari Kos! Yah, ini adalah tugas yang luar biasa penting, karena selain merupakan tempat untuk hidup hingga beberapa tahun ke depan, nyari kos-kosan sekarang &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/persiapkan-persiapan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/persiapkan-persiapan/" title="Persiapkan Persiapan!"></a><div id="attachment_105" class="wp-caption aligncenter" style="width: 729px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/07/220720103491.jpg"><img class="size-large wp-image-105" title="peta" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/07/220720103491-1024x768.jpg" alt="" width="719" height="538" /></a><p class="wp-caption-text">Peta Bandung warisan Sang Ayah. Terbitan tahun 1978, di-update sampai tahun 2000 dengan spidol dan pulpen.</p></div>
<p>Tanggal 27 Juli nanti, aku akan berangkat ke Bandung untuk menunaikan tugas suci sebelum daftar ulang: Nyari Kos! Yah, ini adalah tugas yang luar biasa penting, karena selain merupakan tempat untuk hidup hingga beberapa tahun ke depan, nyari kos-kosan <span id="more-103"></span>sekarang susah karena rata-rata sudah penuh <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/20.gif' alt=':((' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Tapi ya sudahlah bondan fade 2 black, mau gimana lagi. Setidaknya aku gak sendirian ke Bandung, muter-muter gak jelas nyari kos. Aku akan berangkat bersama Sang Ayah Penguin (disingkat SAP) dan disana mungkin akan bertemu beberapa makhluk dari berbagai bangsa <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebelum berangkat, persiapannya sudah lumayan banyak&#8230;. Meliputi nyari celana bahan tambahan, menyusun konsep uang bulanan, kasak-kusuk ngurusin berkas, dan guling-guling menunggu tanggal. Tapi karena aku baru akan ke Bandung hari Selasa nanti, besok (hari Minggu) aku mau ke Payakumbuh dulu bersama keluarga, nganterin Sang Kakak Penguin (SKP) ke markas besar KKN (Kuliah Kerja Nyata, bukan Korupsi bla bla bla).</p>
<p>NAH! Kalau persiapan apa yang mau dibawa, di rumah aku bersama Sang Ibu Penguin (SIP) dan SAP sudah menyusun list. Tidak ada yang perlu dijelaskan dari list ini, cuma listnya pendek banget, itu aja <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Btw, aku masih gak nyangka akhirnya bakal meninggalkan Kota Padang yang&#8230;. kucintai bukan sih&#8230;. ya gitulah. Gimana juga, aku 10 tahun di Padang, dengan segala suka duka nya. Kalau mau dibilang cemas, ya lah. Selama ini aku di rumah sering susah dibangunin, makan kalau dipanggil, banyak tidur dan main komputer. Tapi nanti, aku harus mengurus semuanya sendiri; bahkan mengharap teman pun gak bisa <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Gak apa-apalah, namanya juga belajar <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/113.gif' alt=':-bd' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Hoaem&#8230; <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/37.gif' alt='(:|' class='wp-smiley' />  ya pokoknya gitulah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/persiapkan-persiapan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
