<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Penguin &#187; akhir</title>
	<atom:link href="http://www.rumahpenguin.web.id/tag/akhir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rumahpenguin.web.id</link>
	<description>Rumahnya Penguin. Masa gitu aja perlu dijelasin?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Sejenak Merenung, Penguin di 2011!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 15:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/" title="Sejenak Merenung, Penguin di 2011!!"></a>&#8230;. tapi nggak banyak pengalaman bagus. Ihiks hiks hiks. Entah kenapa tahun 2011 diisi lebih banyak kejadian negatif daripada positif. Bukannya aku mendadak jadi tukang ngeluh, tapi &#8230; ya, aku ngeluh. Let&#8217;s start dari yang negatif. Sulit mengatur waktu antara &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/" title="Sejenak Merenung, Penguin di 2011!!"></a><p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="sadface" src="http://www.runningdummy.com/wp-content/uploads/2011/09/sad-face-wallpapers_13395_1280x960.jpg" alt="" width="768" height="576" /></p>
<p>&#8230;. tapi nggak banyak pengalaman bagus. Ihiks hiks hiks.</p>
<p>Entah kenapa tahun 2011 diisi lebih banyak kejadian negatif daripada positif. Bukannya aku mendadak jadi tukang ngeluh, tapi &#8230; ya, aku ngeluh.</p>
<p>Let&#8217;s start dari yang negatif.<span id="more-283"></span></p>
<ol>
<li>Sulit mengatur waktu antara kuliah dan istirahat. Sebenernya bisa, tapi memang dasar jiwa masih pemales, di semester 3 akhirnya aku keteteran. MKM, RE, kayaknya nilai C aja udah luar biasa banget lah kayaknya.</li>
<li>Lost contact dengan banyak teman lama dan baru. Sengaja dan tidak disengaja.</li>
<li>Semakin hilang dari peradaban. Maksudnya, semakin kurang bersosialisasi. Akibat kurang bagus ngatur waktu juga sih.</li>
<li>Kena DBD saat mau UAS semester 3. Akibatnya ujian susulan satu buah.</li>
<li>Pertama kali <strong>bener-bener</strong> seneng sama cewek, pdkt, berakhir di <strong>Friendzone Area</strong> alias cuma bisa jadi temen. Lebih parah lagi, dia jadian dengan orang lain dan akhirnya sekarang bener-bener lost contact denganku. How poor I am <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</li>
<li>Yang terparah: Penguin jadi <strong>attention-whore</strong>!! Bolak-balik ol fb cuma buat komentar di grup angkatan. Bukan pula komentar yang berbobot. Puncaknya ada diperdebatan tentang suporter. Belum lagi nyebar isu aneh-aneh. Kayaknya ada beberapa yang udah males ketemu aku deh.</li>
</ol>
<p>Dan banyak lagi hal negatif lainnya. Untuk itu, saya memohon maaf selaku pemilik id Penguin, karena sudah merepotkan dan membuat kesal banyak orang. Saya mohon maaf sebesar-besarnya untuk segala hal yang mungkin kurang disenangi orang lain, disengaja ataupun tidak.</p>
<p>.<br />
..<br />
&#8230;<br />
&#8230;.<br />
&#8230;..</p>
<p>Ok. Ngeluhnya sampe situ aja. Tapi bukan Penguin namanya kalau gak ngeliat sama sekali hal positif! Ini dia!!</p>
<ol>
<li>Welcome to Unit Robotika ITB!! Akhirnya setelah setengah tahun 2011 diisi dengan pengkaderan, Angkatan Ke-3 URO ITB (yoha, baru tiga angkatan) dilantik. Salah satunya adalah Penguin!!</li>
<li>Perbaikan nilai jeblok  kalkulus saat semester 1 di semester pendek (lumayan naiknya gan!!).</li>
<li>Masuk ke (sub-)jurusan baru di ITB, hasil gabungan Elektro dan Mesin: <strong>Mekatronika</strong>!!</li>
<li>Kuliah paling menyenangkan semester ini: Gambar Mesin dan Sistem Digital!!</li>
<li>Akhirnya paham (sedikit) tentang Mikrokontroller!!</li>
<li>Laptop baru!! Bukannya mau pamer, tapi dengan laptop yang sekarang akhirnya aku bisa bikin gambar pake <strong>Autodesk Inventor</strong> nyaris tanpa <strong>ngelag</strong>!! (Belum lagi game baru yang diinstal. Wiiiiiiiii!!).</li>
<li><strong>9GAG FTW!!!</strong></li>
</ol>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="9gag" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/73566_457309306839_21785951839_6023574_6976164_n.jpg" alt="" width="400" height="400" /><p class="wp-caption-text">9GAG, The Easiest Way to Have Fun!</p></div>
<p>9Gag dapat tempat khusus di bagian positif. Walaupun ini situs humor (dan pada beberapa kasus, <strong>sangat offensive</strong>), tetapi dari komunitas inilah aku justru banyak belajar realita. Entah kenapa.</p>
<p>.<br />
..<br />
&#8230;<br />
&#8230;.<br />
&#8230;..</p>
<p>Err&#8230; ternyata lebih banyak positif ya? Skor 7-6 untuk positif! Hell yeah, memang kalau hidup dipikirin negatifnya terus, gak akan ada habisnya.</p>
<p>Jadi apa yang akan dilakukan tahun depan? Waiting for the end of the world (21 Desember 2012)? Ehehehe. Bukan itu lah. Ini aja:</p>
<ol>
<li>Kuliah yang bener, Peng!<br />
Easier to say than done. Tapi ya mesti dicoba lah. Untuk misi yang ini, aku perlu motivasi baru buat kuliah. Ada beberapa kandidat untuk ini&#8230;</p>
<ul>
<li>Cari&#8230; UHUK!! → The Most Effective Motivation.</li>
<li>Lihat-lihat hasil riset orang.</li>
<li>Nonton banyak film (kayaknya bisa sih&#8230;.)</li>
<li>dll.</li>
</ul>
</li>
<li>Belajar lebih dalam mikrokontroller dan mekanik.<br />
&#8230; untuk buat robot, jelas lah!</li>
<li>Kembali ke Penguin yang dulu, yang tidak mudah terpancing untuk tampil tetapi tidak menghilang dari peradaban, yang gak sering ngeluh, yang menjunjung nickname Penguin dengan baik!!.</li>
</ol>
<p>Sulit? <strong>PEDULI AMAT.</strong></p>
<div id="attachment_245" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar.png"><img class="size-medium wp-image-245" title="Penguin_New_Symbol_Avatar" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar-300x300.png" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sekali lagi, Penguin tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terjadi.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kaleidoskop Penguin 2010</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/kaleidoskop-penguin-2010/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/kaleidoskop-penguin-2010/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 08:41:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[seni]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=198</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/kaleidoskop-penguin-2010/" title="Kaleidoskop Penguin 2010"></a>Wiauw&#8230;. Tidak terasa tahun 2010 telah berlalu (tidak terasa?? sumpe lo??). Selama setahun ini ada begitu banyak event tak terlupakan buat saya, Penguin. Nah, walaupun tidak penting&#8230; tapi inilah Kaleidoskop Penguin 2010!!! Ujian Nasional!!! Betapa tidak terlupakannya momen-momen menjelang UN. &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/kaleidoskop-penguin-2010/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/kaleidoskop-penguin-2010/" title="Kaleidoskop Penguin 2010"></a><p>Wiauw&#8230;. Tidak terasa tahun 2010 telah berlalu (tidak terasa?? sumpe lo??). Selama setahun ini ada begitu banyak event tak terlupakan buat saya, <a href="http://www.rumahpenguin.web.id" target="_blank">Penguin</a>. Nah, walaupun tidak penting&#8230; tapi inilah Kaleidoskop Penguin 2010!!!<span id="more-198"></span></p>
<ul>
<li>Ujian Nasional!!! Betapa tidak terlupakannya momen-momen menjelang UN. Belajar sampai jungkir balik! Dan yang lebih hebatnya lagi: bener-bener jungkir balik!! Yah&#8230;. bohong sih&#8230;. tapi intinya, saat-saat menjelang UN adalah saat-saat yang cukup berkesan.</li>
<li>Datangnya surat penerimaan  beasiswa. Walaupun akhirnya beasiswa itu kutolak, tapi perasaan saat surat itu kubaca&#8230;. waaw&#8230;.</li>
<li>SNMPTN alias Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri. Tidak berkesan banget sih, secara saat ujiannya ikut, aku sudah punya pegangan universitas <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</li>
<li>Lulus SNMPTN. Woi, aku jebol ITB loh *pamer-pamer* <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Setelah masuk, nyaris tidak ada yang mengesankan lagi&#8230;. sampai 10 Oktober 2010, <a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasar-seni-itb-2010/" target="_blank">Pasar Seni ITB 2010</a>!!! Event besar yang diadakan oleh, kalau tidak salah, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB. Ramai banget. Kayaknya seluruh penduduk Bandung pada datang. Tapi dari semuanya, yang paling mengesankan ya foto berikut ini&#8230;.
<div id="attachment_163" class="wp-caption aligncenter" style="width: 420px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010401.jpg"><img class="size-full wp-image-163" title="10102010401" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/10/10102010401.jpg" alt="" width="410" height="307" /></a><p class="wp-caption-text">Woi! Siapa tuh! Potong 2 SKS!! Wkwkwkwkwk</p></div>
<p>Dan tak lupa pada pawang hujan saat itu, udara Bandung cerah-cenderung-panas sampai 3 hari!!</li>
<li>Semarak ITB. Acaranya anak-anak TPB ITB, isinya performance fakultas, dan yang paling diperhatikan, pemilihan Miss TPB!! Buahahahaha nggak nyangka kalau ternyata ITB punya yang cakep-cakep juga <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Beberapa dari peserta miss TPB ini akhirnya bener-bener mendapat &#8220;fans&#8221; dan &#8220;secret admirer&#8221; dari kalangan&#8230;. ITB juga <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />
<div id="attachment_199" class="wp-caption aligncenter" style="width: 522px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/12/image00066.jpg"><img class="size-full wp-image-199" title="image00066" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2010/12/image00066.jpg" alt="" width="512" height="384" /></a><p class="wp-caption-text">Inilah 5 besar Miss TPB!!</p></div>
<p>Yang menang kalau tidak salah Cindy dari Sekolah Bisnis Manajemen (tengah baju ungu), walaupun ternyata lebih banyak fansnya Deka dari Fakultas Seni Rupa dan Desain (Pink bertopi paling kiri di foto).</li>
<li>Malam Keakraban STEI. Yang berkesannya bukan acaranya sendiri, tapi barbekyu nya! Saat dimasak banyak yang nggak matang. Tapi dimakan juga <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Tugas Akhir Fisika, RBL alias Research Based Learning. Entah benar atau tidak kepanjangannya itu, yang pasti, isinya kami sekelompok diminta membuat kapal miniatur dengan ukuran maksimal 8x8x8cm, bisa jalan sejauh 2 meter, dan bisa menampung beban. Pada akhirnya, kelompokku membuat 2 kapal <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class=" " title="kapal RBL" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs604.ash2/155624_1496555013955_1236494389_31275399_4629320_n.jpg" alt="" width="432" height="324" /><p class="wp-caption-text">Yang kanan, kapal pegas. Yang kiri, kapal beban. Bentar.... itu kapal??</p></div>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class="  " title="Kelompok 9" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1199.snc4/155187_1496552453891_1236494389_31275394_1718091_n.jpg" alt="" width="432" height="324" /><p class="wp-caption-text">Inilah Kelompok 9, Creator dari &quot;kapal&quot; itu <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p></div>
<p>Huahahahahahahahahahahahahaha</li>
<li>Terakhir, Malam Keakraban KSEP. Unit KSEP (Kelompok Studi Ekonomi dan Pasar Modal) ITB, kegiatannya terutama yang berkesan waktu main simulasi pasar modal dalam Indeks Harga Villa (IHV). Ahak hak hak. Terus juga waktu masak nasi goreng sama-sama, dan acara-acara berikutnya! Yah yah&#8230;. semoga saya bisa bertahan di organisasi&#8230;. secara saktu SMA aku nyaris nggak pernah gabung organisasi apapun <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />
<p><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img class=" " title="KSEP ITB" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs618.ash2/157086_1567987433422_1047510372_31276995_6854844_n.jpg" alt="" width="432" height="288" /><p class="wp-caption-text">Long Life, KSEP ITB!!!</p></div></li>
</ul>
<p>Daan&#8230;&#8230; segitu saja. Mungkin nggak penting, tapi justru karena nggak penting makanya diposting. Kalau penting pasti diberitain. Buahahahahahahahahahahahahahahahaha!!!!!!!!!!!!</p>
<p>Pokoknya, selamat jalan tahun 2010!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/kaleidoskop-penguin-2010/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 19:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[maridjan]]></category>
		<category><![CDATA[marijan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/" title="Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat"></a>Judul merujuk kepada Almarhum Mbah Maridjan, &#8220;juru kunci&#8221; Gunung Merapi yang sekarang telah meninggal dalam keadaan (katanya) bersujud dan (katanya) berserah diri pada Yang Maha Kuasa. Masih heran aku, kenapa ﻿kok sudah jelas-jelas menyekutukan Tuhan, Animisme, tapi masih juga mbah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/" title="Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat"></a><p>Judul merujuk kepada Almarhum Mbah Maridjan, &#8220;juru kunci&#8221; Gunung Merapi yang sekarang telah meninggal dalam keadaan (katanya) bersujud dan (katanya) berserah diri pada Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Masih heran aku, kenapa ﻿kok sudah jelas-jelas menyekutukan Tuhan, Animisme, tapi masih juga mbah Maridjan dipuja-puja seperti &#8220;The Captain Who Never Leaves His Ship&#8221;. Dianggap telah berjiwa besar, berani, dan&#8230;. umm&#8230;. lupa aku apa lagi ya? itu lah.</p>
<p>Kematiannya menimbulkan banyak reaksi. Yang paling lucu yang ingin aku tertawakan keras-keras, spekulasi bagaimana mbah Maridjan bisa sampai meninggal di gunung yang &#8220;kunci&#8221;-nya dia pegang. Ada yang bilang karena beliau sedang apes salah menafsirkan pertanda, ada yang bilang beliau memang tahu dan bertahan karena merasa lebih baik mati disana, dan yang paling lucu, sebuah komentar dari pambaca berita <a href="http://regional.kompas.com/read/2010/10/27/10344280/Inilah.Alasan.Mbah.Maridjan.Tidak.Turun">tentang mbah Maridjan di situs Kompas</a> menulis:<span id="more-182"></span></p>
<blockquote>
<div>Simbah tidak apes, dulu  beliau pernah bilang kalau beliau sampai meninggal disitu, artinya  gunung merapi akan meletus betulan. Kita lihat saja nanti&#8230;</div>
</blockquote>
<p>Ya ampun&#8230;. dia mati justru karena gunungnya meletus! Bukannya begitu meninggal gunung berapi meletus, tapi begitu gunung berapi meletus dia meninggal!</p>
<p>Haiyah. Parah.</p>
<p>Sebuah komentar lain berisi ini:</p>
<blockquote>
<div>beliau meninggal dalam  keadaan sujud sholat,,insya allah khusnulkhotimah.. mbah marijan adalah seorang pemimpin yg tdk ingin pergi seblum semua  warganya keluar terlebih dahulu dan unt menjaga agar warga tdk panik.. justru sebuah ironi jika warga nya tdk selamat tp dia sendiri yg selamat</div>
</blockquote>
<p>Isu pertama: Dalam keadaan sholat? Perlu konfirmasi lagi, darimana dia tahu infonya (dan ya, Kompas ternyata penebar isu-nya -__- ). Kedua, &#8220;seorang pemimpin yang tidak ingin pergi sebelum semua warganya keluar lebih dahulu&#8221;? Aku lebih <em>prefer</em> kalau kalimat ini ditujukan pada ketua RT/RW/Lurah/Camat. Karena mereka memang harus mengorganisir dulu warganya. Sedangkan mbah Maridjan ini bukannya tidak ingin selamat sendiri, tapi beliau terlalu sombong untuk mempercayai bahwa pertanda gunung merapi meletus tidak ada. Dia terlalu percaya pada kemampuannya sendiri membaca pertanda yang sebenarnya tidak pernah ada. Huh. Aku lebih cenderung menyatakan mbah Maridjan sudah lupa diri.</p>
<p>Apapun, kali ini sudah terbukti bahwa mempercayai kata-kata manusia = cari perkara. Prediksinya, walaupun dulu pernah tepat, tapi tidak berarti selalu tepat. Warga yang selama ini percaya begitu saja pada mbah Maridjan, harus menyiapkan diri untuk hangus di abu panas gunung merapi.</p>
<p>Aneh juga kalau mbah Maridjan dianggap hebat, karena menurutku kematian mbah Maridjan sangat mudah diprediksi, seperti memprediksi kematian orang yang tidur di rel kereta api. Tidak selalu tepat, tapi akurat.</p>
<p>Ah, ada satu lagi komentar menarik:</p>
<blockquote>
<div>klenik n  syirik darimana bung?&#8230;beliau seorang muslim yg sedang menjaga  amanah&#8230;pantas saja indonesia seperti ini, karena para pejabat  pemerintah n agt DPR yg diberi amanah oleh rakyat ketika disumpah,  mengabaikannya</div>
</blockquote>
<p>Oho. Muslim memang menjaga amanah, tapi dari sumber yang jelas. Bukan dari &#8220;raja-raja&#8221; penunggu gunung yang entah-ada-entah-tidak-dan-kalaupun-ada-berarti-dewa-zeus-juga-ada. Parahnya, ni orang bawa-bawa masalah politik! Pantas saja Indonesia seperti ini, apapun masalahnya larinya pasti politik.</p>
<p>Ngomong-ngomong, ada juga yang komentar kalau mbah Maridjan masih hidup. Ya sudahlah&#8230;.</p>
<p>Yah, setengah jam aku baca-baca komentar pembaca di kompas, ternyata sekitar 90% orang malah mengatakan mbah Maridjan hebat, muslim taat, menyatu dengan alam, dll&#8230; cuma sedikit yang bisa berpikir jernih bahwa beliau sebenarnya telah melakukan praktek syirik. Bahkan aku yang sepertinya tidak terlalu beriman saja tahu.</p>
<p>Kalaupun ada satu hal yang bisa dicontoh dari mbah Maridjan, adalah komitmennya. Sekali komit, tidak berubah sampai mati. Ya, contoh itu. Jadi kalau udah komitmen mau bunuh diri, jangan batalin ya? <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong> </strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Alhamdulillah</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/alhamdulillah/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/alhamdulillah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 06:57:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/alhamdulillah/" title="Alhamdulillah"></a>Sangat perlu disyukuri&#8230;. Aku berhasil lulus di beberapa tempat kuliah&#8230;. Ilmu Komputer, Institut Teknologi Telkom, Jalur PMDK Faculty of Computing, President University, Jalur Beasiswa Fisika, Universitas Indonesia, Jalur SIMAK-UI Matematika, Universitas Padjadjaran, Jalur SMUP Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/alhamdulillah/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/alhamdulillah/" title="Alhamdulillah"></a><p>Sangat perlu disyukuri&#8230;. Aku berhasil lulus di beberapa tempat kuliah&#8230;.</p>
<ul>
<li>Ilmu Komputer, Institut Teknologi Telkom, Jalur PMDK</li>
<li>Faculty of Computing, President University, Jalur Beasiswa</li>
<li>Fisika, Universitas Indonesia, Jalur SIMAK-UI</li>
<li>Matematika, Universitas Padjadjaran, Jalur SMUP</li>
<li>Sekolah Teknik Elektro dan Informatika, Institut Teknologi Bandung, Jalur SNMPTN (Diambil)</li>
</ul>
<p>Yeah \m/</p>
<p>Btw, kalau ada yang sama-sama masuk ITB tahun ini, hubungi aku yah <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/101.gif' alt=':-c' class='wp-smiley' />  OK?! <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/113.gif' alt=':-bd' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/alhamdulillah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tribute to My Classmate &#8211; Di Saat Terakhir</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/di-saat-terakhir/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/di-saat-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 08:39:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[ujian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=19</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/di-saat-terakhir/" title="Tribute to My Classmate - Di Saat Terakhir"></a>{cerpen ini juga diposting di http://www.kemudian.com/node/241690 } Jam di handphone-ku telah menunjukan pukul setengah empat sore, tapi aku masih belum keluar dari ruangan kelas. Tidak hanya diriku, tapi beberapa rekan sekelasku masih berada di dalam. Banyak sekali yang mereka lakukan, &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/di-saat-terakhir/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/di-saat-terakhir/" title="Tribute to My Classmate - Di Saat Terakhir"></a><p><em>{cerpen ini juga diposting di <a href="http://www.kemudian.com/node/241690">http://www.kemudian.com/node/241690</a> }</em></p>
<p>Jam di handphone-ku telah menunjukan pukul setengah empat sore, tapi aku  masih belum keluar dari ruangan kelas. Tidak hanya diriku, tapi  beberapa rekan sekelasku masih berada di dalam. Banyak sekali yang  mereka lakukan, seperti membereskan posisi kursi dan meja, mematikan  lampu dan AC, dan beberapa mengobrol. Aku sendiri sibuk membersihkan  loker yang telah tiga tahun kupakai.<span id="more-19"></span></p>
<div style="display: block;">
<p>Ini adalah hari  terakhir kami berada di kelas ini. Yah&#8230; tidak benar-benar terakhir,  tapi hari terakhir kami belajar di kelas ini secara formal. Sudah tidak  ada lagi guru yang akan mengajar kami secara formal di ruangan ini.  Mereka semua, dimulai dari guru Matematika hingga Fisika, telah  mengucapkan doa-doa dan harapan-harapan mereka pada kami.</p>
<p>Tentu  saja, ada acara foto-foto.</p>
<p>Sekarang, sebenarnya sudah tidak ada  lagi yang perlu kami lakukan di sini. Tetapi, kami masih menikmati  saat-saat terakhir kami sebagai penghuni kelas ini. Bagi siswa lain,  mungkin hari terakhir ini sama saja dengan hari terakhir setiap  semesternya, tapi tidak bagi kami. Kami, setelah melalui seleksi ketat  yang mencakup ujian tertulis dan wawancara, dikelompokkan dalam satu  kelas, kelas berstandar Internasional.</p>
<p>Aku ingat, masih cukup  jelas, saat-saat menjelang seleksi tertulis tiga tahun lalu. Saat itu  aku lupa membawa papan alas. Karena rumahku dekat, aku pulang untuk  mengambilnya. Seorang temanku ikut karena ia ingin tahu rumahku.</p>
<p>Pada  saat aku masuk ke dalam kamar untuk mengambil papan alas, aku mendengar  gonggongan anjing. Aku segera berlari keluar karena takut terjadi  apa-apa. Diluar, aku melihat tiga ekor anjing yang biasa berkumpul di  depan teras rumah sedang mengonggong ke arah lain. Aku cari temanku,  tapi tidak kutemukan. Ternyata, ia sedang bersembunyi di rumah tetangga  sebelah, ketakutan karena dikejar oleh anjing-anjing tadi.</p>
<p>&#8220;Eh!  Kok anjing kamu nggak dirantai?&#8221; katanya kesal diperjalanan kembali ke  sekolah.</p>
<p>&#8220;Anjing siapa? Itu bukan peliharaan keluargaku, kok! Cuma  bapakku sering ngasih mereka makan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Kenapa?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya tahu  lah&#8230; perlu juga kita punya perlindungan dari orang-orang yang berniat  tidak baik.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus kenapa aku digonggongin?&#8221;</p>
<p>Aku menatapnya  heran. &#8220;Kamu nggak tahu? tampangmu kan tampang buron!!&#8221;</p>
<p>Aku  tersenyum sendiri mengingat ekspresi temanku waktu itu.</p>
<p>Aku  memasukkan kuas-kuas, cat air, dan beberapa kertas dobel folio ke dalam  tas. Tumpukan kertas folio ini dulu kujual di kelas ini. Maklum, karena  kelas kami berada di lantai tiga, banyak dari kami yang merasa malas  untuk turun kalau hanya perlu membeli kertas dan bolpoin. Melihat  peluang itu, aku membeli beberapa rim kertas dobel folio dan lusinan  bolpoin untuk dijual.</p>
<p>Sebenarnya, ide itu tidak orisinil dari  kepalaku. Waktu itu, seorang temanku menjual gorengan buatan ibunya di  kelas. Setiap hari dagangannya laku keras, karena seperti yang kusebut  tadi, banyak dari kami yang merasa malas naik-turun tangga. Aku sendiri  menyukai risolesnya, yang selain murah juga sangat enak. Sayangnya,  temanku itu berhenti menjualnya waktu kami kelas dua, dan seorang  temanku yang lain menggantikan posisinya sebagai pedagang makanan.</p>
<p>Aku  pernah bertanya kenapa dia berhenti berjualan. Dia bilang, dengan  sangat jujur dan sebenarnya agak menusuk, &#8220;Habis rugi terus sih! Banyak  yang nggak bayar!&#8221;. Aku berpikir, ya pasti saja. Kalau kita berjualan  mengandalkan kejujuran pelanggan, maka keuntungan hampir pasti kalah  banyak dengan kerugian. Aku membandingkan dengan kantin kejujuran di  sekolah ini, yang juga hampir tidak pernah untung setiap bulannya.</p>
<p>Hmmm&#8230;  bagaimanapun juga, banyak sekali orang-orang potensi bisnis yang  kutemukan di kelas ini.</p>
<p>Aku menutup resleting tas ranselku dan  berjalan keluar. Aku ingat, tiga tahun lalu keadaan kelas ini sangat  berbeda. Tidak ada AC, tidak ada loker, tidak ada karpet, dan tidak ada  rak sepatu. Semua fasilitas itu baru dilengkapi setelah dua bulan kami  belajar disini. Maklum, kelas kami adalah kelas Internasional perdana di  sekolah ini. Jadi belum ada persiapan dari tahun-tahun sebelumnya.</p>
<p>&#8220;Pak,  nanti kelas ini akan dilengkapi apa saja?&#8221; tanya salah satu orang tua  murid saat pertemuan.</p>
<p>&#8220;Oh, banyak!&#8221; kata kepala sekolahku. &#8220;Nanti  kita akan melengkapi dengan karpet, rak sepatu, AC, bla bla bla bla bla  bla&#8221; yang sangat panjang dan terasa seakan tidak akan terealisasi.</p>
<p>Dalam  hati aku bertanya, bagaimana dengan guru-gurunya?</p>
<p>Kami tahu,  guru-guru tidak semuanya mau mengajar disini. Baru saja guru Fisika-ku  mengatakan &#8220;Banyak guru yang takut mengajar di kelas ini, takut kalah  pintar dengan siswanya!&#8221;. Tetapi, kami tidak langsung merasa senang,  apalagi setelah beliau melanjutkan &#8220;Padahal, bagi ibu siswa disini tidak  sehebat itu.&#8221;</p>
<p>Ha ha. Pujian ibu sangat mengena di hati.</p>
<p>Teringat  guru Fisika-ku, aku jadi ingat juga saat-saat terakhir dengan guru  Biologi, yang juga merupakan wali kelas kami. Sebenarnya, ibu itu nyaris  tidak bicara apa-apa. Ibu itu membagikan beberapa helai kertas untuk  kami menuliskan pesan dan kesan. Saat itu, aku memilih untuk menundukkan  kepalaku karena beliau benar-benar terlihat ingin menangis.</p>
<p>&#8220;Jujur,&#8221;  kata beliau setelah beberapa saat diam &#8220;sudah puluhan tahun ibu  mengajar, baru kali ini ibu benar-benar merasa akan kehilangan&#8221;. Beliau  terus saja menyusun tumpukan kertas yang sebenarnya sudah rapi sambil  melanjutkan &#8220;Bagaimanapun juga, ibu sudah jadi wali kelas kalian selama  tiga tahun&#8221;.</p>
<p>Aku tahu banyak dari kami yang juga ingin ikut  menangis, tetapi karena gengsi, tidak ada satu pun yang melakukannya.</p>
<p>Aku  keluar dari kelas, mengambil sepatu dari rak dan mengenakannya. Diluar,  beberapa teman-temanku ribut karena mau berfoto untuk kenang-kenangan.  Awalnya, mereka berfoto asal-asalan. Kemudian, mereka memaksa untuk  berfoto dengan pasangan di kelas. Aku hanya tertawa, mengingat aku tidak  memiliki ikatan kasih bagai sepasang merpati dengan siapapun di kelas  ini.</p>
<p>&#8220;Ayo sini! Foto-foto!&#8221;</p>
<p>&#8220;ee&#8230;. udah tuh!&#8221;</p>
<p>&#8220;Belum!  Sini! Ayo sini!&#8221;</p>
<p>Mereka berfoto (walaupun beberapa menolak)  dengan pasangan masing-masing. Satu dari mereka memang pasangan merpati  yang sesungguhnya, sementara pasangan yang lain hanya untuk bahan  bercandaan dan senang-senang. Salah satu dari mereka, pasangan yang  dijodoh-jodohkan, sebenarnya memiliki penggemar rahasia lain. Aku tahu  itu. Berat sebenarnya bagiku karena melihat seorang temanku tertawa  menutupi kesedihannya berpisah dengan (mungkin) cinta pertamanya, yang  tidak pernah ternyatakan.</p>
<p>&#8220;Tinggal beberapa hari lagi, loh.&#8221;  pernah suatu saat kukatakan itu padanya.</p>
<p>&#8220;Kalau kamu di posisiku,  apa kamu mau nyatain perasaan kamu?&#8221;</p>
<p>Aku diam. Karena aku tidak  mungkin merasakan apa yang dirasakannya karena kami berbeda gender.  Susah sekali bagiku membayangkan apa yang dirasakan wanita yang menahan  perasaanya selama bertahun-tahun.</p>
<p>Oh, cinta SMA. Kata orang, itu  hanya cinta monyet. Hmm&#8230; apakah perasaan cinta para monyet pernah  disebut sebagai cinta manusia? Entah ya.</p>
<p>Aku sendiri memaksa  seorang temanku untuk difoto bersamaku. Dia mungkin salah satu teman  yang paling malas difoto. Bahkan saat aku berusaha mengangkat bahunya,  ia berusaha lari. Tetapi, kami tertawa lepas setelahnya. Persahabatan  itu indah, kan?</p>
<p>Ya, sangat indah. Tapi keretakan dalam hubungan  persahabatan kami sekelas bukannya tidak pernah rusak. Malah, bisa  dikatakan sering kali rusak karena masalah sepele. Aku ingat waktu kelas  satu, aku mendengar ada seorang temanku tidak mau bicara dengan  temannya hanya karena masalah kecil. Sebuat saja dia si Fulanah</p>
<p>&#8220;Ya  ampun&#8230; gitu aja masa dimasalahin?&#8221; kataku heran waktu muncul  kesempatan untuk membahasnya.</p>
<p>Temanku itu menganggukkan kepalanya  &#8220;Ho oh! Gara-gara itu, si Fulanah gak mau lagi jalan bareng dengan dia!&#8221;</p>
<p>Aku  benar-benar tercengang waktu mendengar problem yang &#8216;berat&#8217; menurut si  Fulanah ini. Mau tahu apa masalahnya? Ditinggal pergi oleh temannya saat  sedang BAB di wc umum!</p>
<p>Huh, terpaksa ngegosip deh cuma untuk tahu  masalah sepele ini.</p>
<p>Tapi, kedekatan kami juga tidak terkalahkan.  Beberapa dari kami bahkan mengetahui keadaan keluarga yang lain. Yang  baik-baik saja, banyak masalah, broken home, dimanjakan, bahkan yang  nyaris tidak diperhatikan. Bukan hanya itu, hampir semua cerita pribadi  penghuni di kelas ini diketahui.</p>
<p>Yah&#8230; tidak semuanya. Rahasia  pribadi yang terbuka di ruangan kelas kami ini sama banyaknya dengan  rahasia yang tetap tertutup di hati kami masing-masing.</p>
<p>Pernah ada  seorang teman yang kutanyakan alasannya mengapa ia tidak mau masuk UI.  &#8220;Alasan aku nggak mau masuk UI, terlalu pribadi. Jadi maaf kalau aku  nggak cerita&#8221; katanya.</p>
<p>&#8220;Kenapa? terlalu berat?&#8221;</p>
<p>&#8220;Iya, berat  banget. Dan aku yakin nggak ada orang yang ngalamin.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berarti&#8230;.&#8221;  kataku heran &#8220;kamu bukan orang, dong?&#8221;</p>
<p>&#8220;Eee&#8230; Ya yai, yo!&#8221;</p>
<p>Pada  akhirnya, ia bercerita juga padaku dan seorang temanku yang lain. Tapi  memang masalah yang dimilikinya terlalu berat, sehingga aku tidak  menemukan pemecahannya sampai sekarang. Satu-satunya penghiburan yang  bisa kukatakan, adalah masih ada orang lain yang mengalami hal yang  lebih parah darinya, dan orang itu masih hidup sampai sekarang.</p>
<p>Itu  hanya salah satunya. Masih banyak rahasia yang tidak terbongkar di  dalam kelas ini. Rahasia-rahasia yang sangat dalam dan gelap, yang  bahkan guru paling berpengalaman sekalipun tidak akan mampu bahkan  sekedar memberi secercah harapan untuk mengatasinya. Hanya diskusi  antara kami, para remaja, yang cukup ampuh.</p>
<p>Aku jadi mengingat  beberapa ajang diskusi yang dilakukan aku dan teman-temanku. Mestinya,  sebagai remaja kami lebih banyak mendiskusikan masalah ringan. Minimal  masalah perasaan. Tapi ini lain. Kami justru lebih sering mendiskusikan  masalah hukum, pemerintahan, dan berbagai topik berat lainnya.</p>
<p>&#8220;Menurut  kamu kenapa lebih baik calon presiden itu berasal dari kalangan  militer?&#8221; tanya seorang temanku.</p>
<p>&#8220;Yah, gimana juga, orang-orang  militer sudah terbiasa dengan disiplin dan sistem kepemimpinan. Beda  dengan sipil yang kebanyakan awam.&#8221;</p>
<p>&#8220;Terus menurutmu dwi fungsi  ABRI itu bagus?&#8221;</p>
<p>&#8220;Ya, dong!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wah, kalau ada orang-orang  anti-orba denger kamu ngomong begitu, gimana tuh?&#8221;</p>
<p>&#8220;&#8230;&#8230;..  tolong cari mayatku nanti.&#8221;</p>
<p>Ha ha.</p>
<p>Kami semua turun bersama  ke lapangan sekolah. Tertawa-tawa, menikmati hari terakhir kami sebagai  siswa formal disini. Kami melintasi lapangan sekolah, lapangan tempat  guru bagian kesiswaan sering memberikan hukuman kepada siswa yang datang  terlambat, tidak memakai kelengkapan siswa, atau cabut. Aku sendiri  dulu sering terlambat, padahal rumahku sangat dekat.</p>
<p>&#8220;Kamu!&#8221; kata  guru itu pada saat aku terlambat pada suatu hari. &#8220;Rumah kamu dekat!  Kenapa kamu terlambat?&#8221;</p>
<p>Aku menolak menundukkan kepalaku, jadi aku  menjawab: &#8220;Sindrom rumah dekat, pak; makin dekat tempat tinggal makin  lambat dia berangkat!&#8221;</p>
<p>Jawaban yang menurutku bagus.</p>
<p>Aku  memandangi seluruh sudut sekolah ini. Suatu saat nanti di tahun-tahun  mendatang, aku akan kembali ke tempat ini sebagai seseorang yang sukses.  Mungkin hanya sebagai tamu, atau mungkin sebagai guru. Perasaanku  mengatakan, semua temanku melakukan hal yang sama; bersumpah akan  kembali lagi ke sekolah ini sebagai manusia yang sesungguhnya. Kami akan  menunjukkan pada orang-orang yang telah mendidik kami, bahwa yang telah  mereka lakukan tidaklah sia-sia.</p>
<p>Gerbang sekolah sudah dekat  ketika air turun dari langit. Hujan tiba. Ia tiba tepat pada saat aku  tidak bisa lagi mengingat hal lain tentang kelas dan sekolahku yang  kutempati selama tiga tahun. Seakan hujan turun untuk menghapus sisa  jejak kami di sekolah ini. Bagiku, hujan ini juga turun untuk mewakili  raungan tangisku yang tidak lagi bersuara dan berair.</p>
<p>&#8220;Dah! Sampai  ketemu lagi!&#8221; teriak salah satu temanku.</p>
<p>&#8220;Ya!&#8221; sambil ku balas  lambaiannya.</p>
<p>Aku memandangi mereka yang berjalan ke arah  pemberhentian angkutan umum. Ini adalah saat-saat terakhir kami bisa  melakukan sesuatu secara bersama. Ujian akhir sudah dekat, dan ujian  hidup yang sesungguhnya telah terlihat di depan mata. Pada saat itu,  kami akan melakukan segala sesuatunya secara individual.</p>
<p><em>*Senin,  15 Maret 2010*</em></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/di-saat-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
