Tag Archives: agama

Alasan Nabi Muhammad SAW Melarang Meniup Air Panas, untuk Apa?

Di facebook, aku mengikuti salah satu page tentang dakwah Islam. Overall, isinya bagus. Tetapi, pagi ini aku menemukan satu postingan yang sangat mengganjal pikiran, baik secara agama ataupun logika.

Postingan ini dibuat bukan karena saya meragukan agama, atau apapun yang menentang agama. Ini murni karena saya tidak mau orang lain terjebak hoax. Buat apa menegakkan agama kalau semua pembenarannya berasal dari hoax?

===================================================

sumber: http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2012/03/rahasia-sunnah-tidak-diperbolehkannya.html

Rahasia Sunnah Tidak Diperbolehkannya Meniup Air Yang Masih Panas


Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.

===================================================

Perlu diingat, aku SAMA SEKALI TIDAK MENENTANG HADITS!! Aku percaya Nabi punya alasan melarang kita meniup air panas. Yang aku permasalahkan disini (dan banyak orang lain) adalah tentang alasan sains-nya.

berikut ini ku kutip dari komentarku sendiri di fb: Read more »

Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat

Judul merujuk kepada Almarhum Mbah Maridjan, “juru kunci” Gunung Merapi yang sekarang telah meninggal dalam keadaan (katanya) bersujud dan (katanya) berserah diri pada Yang Maha Kuasa.

Masih heran aku, kenapa kok sudah jelas-jelas menyekutukan Tuhan, Animisme, tapi masih juga mbah Maridjan dipuja-puja seperti “The Captain Who Never Leaves His Ship”. Dianggap telah berjiwa besar, berani, dan…. umm…. lupa aku apa lagi ya? itu lah.

Kematiannya menimbulkan banyak reaksi. Yang paling lucu yang ingin aku tertawakan keras-keras, spekulasi bagaimana mbah Maridjan bisa sampai meninggal di gunung yang “kunci”-nya dia pegang. Ada yang bilang karena beliau sedang apes salah menafsirkan pertanda, ada yang bilang beliau memang tahu dan bertahan karena merasa lebih baik mati disana, dan yang paling lucu, sebuah komentar dari pambaca berita tentang mbah Maridjan di situs Kompas menulis: Read more »

Multi-Religion Community Memang Sulit Tercapai

Tadi siang aku menghadiri sebuah pertemuan. Pertemuan ini bersifat formal, intelektual, dan non-agama. Tapi walaupun dikatakan non-agama pun, para pesertanya saja sudah terasa seperti menganggap tidak ada agama lain. Ok, mengucapkan salam sebelum memulai sambutan itu memang harus, tapi mengucapkannya dalam cara satu agama saja (Islam, Assalamualaikum wr. wb.) tanpa menambahkan ucapan seperti selamat siang, selamat sore, halo, rasanya seperti memukul rata seluruh hadirin dalam satu agama.

Kemudian ketika menutup acara, doa penutup dibacakan. Sekali lagi, dalam cara satu agama saja. Panjang pula. Seandainya aku non-muslim, ketika acara penutup yang berupa doa panjang lebar dalam bahasa arab dibacakan, aku mesti ngapain?

Yah… kelihatannya ini masalah sepele. Tapi hati-hati, yang membuat orang terjatuh bukanlah terbentur batu besar, melainkan karena tersandung batu kecil.

Switch to our mobile site