Peluang, Peluang, Peluang…. Probabilitas

Jarang-jarang masukin sesuatu yang berguna di blog. Ini termasuk tulisan pertama dalam dua tahun ini yang bukan opini.

Apa itu “peluang”? Menurut KBBI:

pe·lu·ang 1 n kesempatan: – yg baik jangan disia-siakan; 2 a terhenti atau senggang (tt angin, pekerjaan, dsb).

Wew. Agak kurang berhubungan dengan “peluang” yang kumaksud.

“Peluang” yang kumaksud adalah yang terjemahannya “probability”. Yoa, sepertinya di KBBI, “probability” diterjemahkan sebagai “probabilitas”. Trus kenapa di textbook terjemahan malah jadi “peluang” ya….

pro·ba·bi·li·tas n kemungkinan.

Ok. Masalah bahasa cukup sampai situ. Mari lanjut ke pembahasannya.

Tapi… er… mungkin ini baru pengertiannya aja. Tentang operasinya, perhitungan-perhitungannya… cari waktu minat lagi :D

Cerita dulu deh dikit. Selama aku ngekos di Bandung setahun ini, aku punya setidaknya 3 spot enak buat makan di sekitar tempat kos: Warung Imoet (WI), warung-deket-kosan, (WK) dan Kantin Sehati(KS). Pada beberapa waktu, warung-warung itu tutup karena libur (yang bukan pada tanggal merah).

Setiap kali keluar cari makan, aku pergi ke salah satu dari 3 tempat tadi (kadang-kadang juga makan di tempat lain, tapi sekarang anggap aja cuma ada 3 warung itu :D ).

Ya namanya warung, yang ngurus manusia, pasti ada waktunya untuk tutup seharian. Kantin sehati misalnya, setiap minggunya pasti ada tutup sehari. Gitu juga dua yang lain (dengan frekuensi yang berbeda, tapi).

Nah, sekarang kalau aku mau makan, gimana caranya aku tahu mana warung yang tutup mana yang buka? Jelas gak mungkin kan aku tau pasti mana warung yang buka sebelum aku lihat langsung (atau dapat info dari yang lain). Jadi sebelum dapat pemberitahuan, ada beberapa kemungkinan yang terjadi:

  • Ketiganya buka;
  • WI dan WD buka, KS tutup;
  • WI dan KS buka, WD tutup;
  • WI buka, WD dan KS tutup;
  • WI tutup, WD dan KS buka;
  • WI dan WD tutup, KS buka;
  • WI dan KS tutup, WD buka; atau
  • ketiganya tutup.

Kemudian, pada akhirnya aku dapat info bahwa ketiganya tutup (apes lah, mesti makan mie instan nih…winking.

Naah. Mari kembali ke probabilitas. Dalam teori probabilitas, “pemilihan warung tempat makan” bisa dianggap sebagai langkah eksperimen (E). Eksperimen probabilitas ini dilakukan hanya dalam kepala (atau dalam perhitungan), alias tidak perlu benar-benar ada aksinya (datang langsung ke warungnya).

Dari eksperimen-dalam-kepala ini, aku mendapatkan 8 kemungkinan, yang disebut titik sampel. Kemungkinan-kemungkinan ini kemudian dimasukkan ke ruang sampel (S), atau himpunan semua kemungkinan.

Terakhir, ketika akhirnya ada satu kepastian yang terjadi, yaitu ketiganya tutup. Hal ini disebut event (A), kejadian tertentu yang muncul. Event sudah pasti merupakan salah satu dari kemungkinan-kemungkinan yang ada di ruang sampel. Dengan kata lain, event adalah himpunan bagian dari ruang sampel. Sementara itu, kemungkinan-kemungkinan yang tidak termasuk ke dalam event tapi masih merupakan bagian himpunan ruang sampel, disebut komplemen (A’).

Err… ya begitu aja. Tadinya aku mau masukin gambar diagram venn kesini, tapi entah kenapa wordpressnya gagal terus upload images…. Jadi sekarang mau beresin itu dulu….

Leave a Reply

Switch to our mobile site