Jawabanku: entah.
Belakangan ini aku sering bingung dengan istilah ‘Tak Bermoral’. Di koran hari ini malah, ada yang menulis opininya tentang ‘Sastra Tak Bermoral’. Menurutnya, tidak ada yang namanya ‘Sastra Tak Bermoral’ karena ‘Tak Bermoral’ itu sendiri adalah moral!
Bingung jadinya.
Sebenarnya, kita bisa menganalogikan istilah ‘Tak Bermoral’ dengan istilah ‘Tanpa Nama’. Di Padang, ada sebuah rumah makan yang diberinama Restoran Tanpa Nama. Nah, kalau rumah makan itu benar-benar tanpa nama, kenapa orang selalu sebut ‘makan di Restoran Tanpa Nama’? Dalam kasus ini, berarti ‘Tanpa Nama’ adalah nama!
Dari sini aku pikirkan lagi, benarkah kalau kita sebut orang-orang yang suka mencuri, membunuh, dll adalah tidak bermoral? Secara makna bahasa, bisa. Tapi logikanya, hanya ada dua moral di dunia: baik dan buruk. Tidak ada yang tiadk bermoral. Kalau nggak baik, ya buruk. Kita selalu menyebut orang tak bermoral untuk menunjuk kepada orang yang bermoral buruk.
Kembali ke alinea pertama, apa ada karya sastra yang tidak bermoral? Aku setuju dengan si penulis opini, bahwa tidak ada yang namanya ‘Sastra Tak Bermoral’.
Nah, kalau begitu, orang tak bermoral ada atau tidak? Tidak. Keculai secara makna, orang tak bermoral adalah orang yang bermoral buruk. Kalau begitu, yang mana orang-orang yang disebut tak bermoral itu?
Relatif menurutku. Aku mulai bingung tentang mana yang baik dan buruk. Area abu-abu semakin luas di dunia kita sekarang. Dengan alasan yang dianggap baik dan mulia, banyak orang yang melakukan berbagai tindakan buruk seperti penganiayaan dan pemerasan. Sementara itu, Dengan alasan yang sebenarnya buruk, banyak orang yang melakukan berbagai tindakan mulia.
Yang mana orang bermoral baik? yang mana yang bermoral buruk atau tak bermoral?
Bingung ah. Mari bingung bersama.

pengu indahnya rumahmu…. mari kita bahas ini pengu…..
mari kita buka kamus pengu ke kata MORAL
moral adalah ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak; ahklak dan budi pekerti; kondisi mental yang mempengaruhi seseorang menjadi tetap bersemangat, berani, disiplin dsb.
dan arti BERMORAL
mempunyai akhlak dan budi pekerti; sesuai dengan moral, sesuai dengan adat dan sopan santun.
Kesimpulan saya pengu……
Orang tak bermoral itu ada, artinya orang yang gak punya budi pekerti, gak sesuai dengan moral, gak sopan de el el.
dan orang bermoral buruk justru gak ada karena secara harfiah moral itu hanya mencakup hal-hal yang baik.
tapi agar tidak begitu membingungkan saran saya orang tak bermoral kita ganti menjadi orang yang tidak mengerti moral.
sekian dari Gladiss Gazelle khu khu khu
Wiw. Selamat datang ke rumah saya yang sederhana ini
Marilah kita berdikusi….
Nah, gladiss sendiri juga nyebut kan, MORAL ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai akhlak, atau akhlah dan budi pekerti. Tidak ada yang pernah menyebut kalau kaya MORAL hanya mencakup hal-hal baik. Akhlak juga ada dua: Akhlak Mahmudah dan Mazmumah (terpuji dan tercela). Tidak ada yang “Tak berakhlak” karena semuanya berpasangan.
Selain itu, saya juga sering mendengar orang-orang yang mengatakan “eh, moral dia gak baik!” dan “dia gak bermoral!” tapi menunjuk ke orang yang sama.
ngomong-ngomong, gladiss salah menggunakan istilah “harfiah”. “Arti harfiah”, “makna harfiah” atau “arti/makna literal” adalah arti kata secara leksikal atau arti yang paling mendasar. Bukan arti turunan (derivatif). Misalnya arti harfiah gereja adalah tempat ibadah umat Nasrani, tetapi arti turunannya bisa umat Nasrani itu sendiri. (sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Arti_harfiah). Kalau maksudnya gladiss itu arti moral dari makna-nya saja, mungkin maksudnya makna turunan. Kalau ini, saya juga setuju kata “moral” menunjuk pada hal-hal baik.
Masalah mengganti istilah, mari kita bicarakan dengan 200juta penduduk Indonesia… :p
terima kasih….