Alasan Nabi Muhammad SAW Melarang Meniup Air Panas, untuk Apa?

Di facebook, aku mengikuti salah satu page tentang dakwah Islam. Overall, isinya bagus. Tetapi, pagi ini aku menemukan satu postingan yang sangat mengganjal pikiran, baik secara agama ataupun logika.

Postingan ini dibuat bukan karena saya meragukan agama, atau apapun yang menentang agama. Ini murni karena saya tidak mau orang lain terjebak hoax. Buat apa menegakkan agama kalau semua pembenarannya berasal dari hoax?

===================================================

sumber: http://pembinaanpribadi.blogspot.com/2012/03/rahasia-sunnah-tidak-diperbolehkannya.html

Rahasia Sunnah Tidak Diperbolehkannya Meniup Air Yang Masih Panas


Makan dan minum bagi seorang muslim sebagai sarana untuk menjaga kesehatan badannya supaya bisa manegakkan ibadah kepada AllahSubhanahu wa Ta’ala. Karenanya dia berusaha agar makan dan minumnya mendapatkan pahala dari Allah. Caranya, dengan senantiasa menjaga kehalalan makanan dan minumanya serta menjaga adab-adab yang dituntunkan Islam.

===================================================

Perlu diingat, aku SAMA SEKALI TIDAK MENENTANG HADITS!! Aku percaya Nabi punya alasan melarang kita meniup air panas. Yang aku permasalahkan disini (dan banyak orang lain) adalah tentang alasan sains-nya.

berikut ini ku kutip dari komentarku sendiri di fb:

saya, bukannya mau menentang agama atau apa, apalagi gak mau melaksanakan sunah. tapi apa perlu menggunakan hoax untuk berdakwah?penjelasan singkat (dalam poin supaya jelas):
- H20 + CO2 memang bisa beraksi menjadi asam karbonat (H2CO3)
- asam karbonat memang berbahaya dalam jumlah banyak.
- tetapi, H20 + CO2 bereaksi pada suhu rendah, dan tidak akan beraksi pada suhu ruangan (~25 C).
- kalau pada suhu ruangan saja tidak bisa, apa mungkin bereaksi pada suhu tinggi seperti pada minuman/makanan?satu lagi alasan kenapa ini hoax adalah, kalau seandainya memang benar CO2 yang ditiupkan (hanya ditiupkan) bisa menghasilkan asam karbonat, maka seharusnya CO2 yang kita hembuskan akan beraksi dengan H2O di udara, yang berarti disekitar kita ada banyak asam karbonat. Kalau itu benar, sangat mengherankan manusia masih bisa hidup.

buat konfirmasi, saya tidak menolak mentah-mentah sunah ini. saya melaksanakannya juga. saya tidak pernah meniup makanan/minuman, saya lebih memilih yang sudah hangat (bisa langsung di makan/minum).

Selain itu, H2CO3 sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh, dalam jumlah sedikit.

Di blog sumber, kebetulan aku menemukan komentar yang cukup baik menjelaskan alasan sunah Nabi yang satu ini. Berikut komentarnya:

Saudaraku sekalian, ijijnkan saya berargumen ya?
Silakan saudaraku2 sekalian berargumen ttg masalah Bikarbonat dan kawan2nya. Saya punya teori lain:
H2CO3 tidak semudah itu terbentuk dan tidak semudah itu pula membahayakan tubuh. Sejatinya bikarbonat malah dibutuhkan tubuh agar tercipta lingkungan optimal untuk kelangsungan respirasi, konduksi saraf, cardiovaskuler, pencernaan, dll.

Tapi fokus saya mengenai hadist ini bukanlah H2CO3, melainkan mikroorganisme patogen (pembawa penyakit). Seperti yg kita ketahui, ada banyak mikroorganisme patogen pada sistem respirasi (pernapasan) yang tahan panas dan bandel dan tidak semua orang sehat itu sehat, bisa saja ia membawa mikroorganisme ini tanpa mengalami sakit disebabkan imunitasnya kuat. Saat meniup, mikroorganisme yg tinggal di saluran napas bawah (setelah faring) ini berkesempatan keluar tubuh dan menempel pada wadah, lain halnya ketika kita langsung minum (bibir menyentuh wadah), maka saluran napas tertutup oleh epiglotis, mikroorganisme ini gak bisa lewat. Makhluk yg nempel ini bisa saja tidak hilang saat wadah tsb dicuci, dan berkesempatan menginfeksi orang lain yg ikut menggunakan wadah tersebut jika imunitasnya sedang tidak optimal.

Bagaimanapun juga, sebagai seorang muslim, kita wajib percaya dan melaksanakan perintah Allah swt yg disampaikan oleh utusanNya, Rasulullah saw.
SALAH JIKA ADA YANG MENGATAKAN BAHWA AGAMA TIDAK BISA DIBAWA2 KE DALAM ILMU SAINS!!! Justru agama Islam memerintahkan kita untuk menuntut ilmu. Penemuan2 ilmu sains berperan SEBAGAI PENGOKOH KEIMANAN DALAM ISLAM.

Biar kesannya saya gak ngawur, saya berlatar belakang kesehatan (kedokteran).
Semoga bisa membantu. :D
Jazakallahu khair

Teori yang ini jauh lebih logis daripada teori reaksi kimia. Walaupun begitu, aku (mungkin) akan tetap bertanya pada ahlinya.

Aku sendiri, memang tidak suka meniup minuman panas, murni karena aku gak pernah minum air mendidih (lagian siapa coba yang mau?).

Aku ngepost ini, sekali lagi, murni untuk mencegah orang lain terjebak hoax. Kalau aku posting ini di komentar di fb (kayak yang kuposting diatas), kemungkinan besar komentarku akan ditenggelamkan oleh komentar orang lain yang BAHKAN TIDAK MEMBUKA LINKNYA. Ditenggelamkan oleh postingan orang yang sudah keburu kagum dengan yang namanya “alasan ilmiah” tanpa mengecek sumbernya.

Dan maaf saja, orang-orang seperti itulah yang suatu saat nanti bisa membawa bom bunuh diri ke hotel dan meledakkannya atas nama agama.

  1. “Dan maaf saja, orang-orang seperti itulah yang suatu saat nanti bisa membawa bom bunuh diri ke hotel dan meledakkannya atas nama agama.”

    sumpah! ngakak baca pendapatmu ini, penguin!

    btw, memang sunnah nabi setidaknya harus kita percaya, dan setidaknya juga kita tahu alasannya sehingga kita benar-benar memahami suatu perkara.

    dalam hal ini, pendapat sang dokter memang paling logis dan ringan, dan menurutku sudah cukup untuk menjadi dasar bagi kita untuk melaksanakan sunnah tsb.

Leave a Reply

Switch to our mobile site