<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Penguin</title>
	<atom:link href="http://www.rumahpenguin.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rumahpenguin.web.id</link>
	<description>Rumahnya Penguin. Masa gitu aja perlu dijelasin?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Peluang, Peluang, Peluang&#8230;. Probabilitas</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/peluang-peluang-peluang-probabilitas/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/peluang-peluang-peluang-probabilitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pembahasan]]></category>
		<category><![CDATA[himpunan]]></category>
		<category><![CDATA[peluang]]></category>
		<category><![CDATA[probabilitas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=299</guid>
		<description><![CDATA[Jarang-jarang masukin sesuatu yang berguna di blog. Ini termasuk tulisan pertama dalam dua tahun ini yang bukan opini. Apa itu &#8220;peluang&#8221;? Menurut KBBI: pe·lu·ang 1 n kesempatan: &#8211; yg baik jangan disia-siakan; 2 a terhenti atau senggang (tt angin, pekerjaan, &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/peluang-peluang-peluang-probabilitas/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jarang-jarang masukin sesuatu yang berguna di blog. Ini termasuk tulisan pertama dalam dua tahun ini yang bukan opini.</p>
<p>Apa itu &#8220;peluang&#8221;? Menurut KBBI:</p>
<blockquote><p><strong>pe·lu·ang 1</strong> <em>n</em> kesempatan: &#8211;<em> yg baik jangan disia-siakan;</em> <strong>2</strong> <em>a</em> terhenti atau senggang (tt angin, pekerjaan, dsb).</p></blockquote>
<p>Wew. Agak kurang berhubungan dengan &#8220;peluang&#8221; yang kumaksud.</p>
<p>&#8220;Peluang&#8221; yang kumaksud adalah yang terjemahannya &#8220;probability&#8221;. Yoa, sepertinya di KBBI, &#8220;probability&#8221; diterjemahkan sebagai &#8220;probabilitas&#8221;. Trus kenapa di textbook terjemahan malah jadi &#8220;peluang&#8221; ya&#8230;.</p>
<blockquote><p><strong>pro·ba·bi·li·tas</strong> <em>n</em> kemungkinan.</p></blockquote>
<p>Ok. Masalah bahasa cukup sampai situ. Mari lanjut ke pembahasannya.</p>
<p>Tapi&#8230; er&#8230; mungkin ini baru pengertiannya aja. Tentang operasinya, perhitungan-perhitungannya&#8230; cari waktu minat lagi <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p><span id="more-299"></span></p>
<p>Cerita dulu deh dikit. Selama aku ngekos di Bandung setahun ini, aku punya setidaknya 3 spot enak buat makan di sekitar tempat kos: Warung Imoet (WI), warung-deket-kosan, (WK) dan Kantin Sehati(KS). Pada beberapa waktu, warung-warung itu tutup karena libur (yang bukan pada tanggal merah).</p>
<p>Setiap kali keluar cari makan, aku pergi ke salah satu dari 3 tempat tadi (kadang-kadang juga makan di tempat lain, tapi sekarang anggap aja cuma ada 3 warung itu <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  ).</p>
<p>Ya namanya warung, yang ngurus manusia, pasti ada waktunya untuk tutup seharian. Kantin sehati misalnya, setiap minggunya pasti ada tutup sehari. Gitu juga dua yang lain (dengan frekuensi yang berbeda, tapi).</p>
<p>Nah, sekarang kalau aku mau makan, gimana caranya aku tahu mana warung yang tutup mana yang buka? Jelas gak mungkin kan aku tau pasti mana warung yang buka sebelum aku lihat langsung (atau dapat info dari yang lain). Jadi sebelum dapat pemberitahuan, ada beberapa <strong>kemungkinan</strong> yang terjadi:</p>
<ul>
<li>Ketiganya buka;</li>
<li>WI dan WD buka, KS tutup;</li>
<li>WI dan KS buka, WD tutup;</li>
<li>WI buka, WD dan KS tutup;</li>
<li>WI tutup, WD dan KS buka;</li>
<li>WI dan WD tutup, KS buka;</li>
<li>WI dan KS tutup, WD buka; atau</li>
<li>ketiganya tutup.</li>
</ul>
<p>Kemudian, pada akhirnya aku dapat info bahwa <strong>ketiganya tutup</strong> (apes lah, mesti makan mie instan nih&#8230;).</p>
<p>Naah. Mari kembali ke probabilitas. Dalam teori probabilitas, &#8220;pemilihan warung tempat makan&#8221; bisa dianggap sebagai langkah <strong>eksperimen</strong> (<strong>E</strong>). Eksperimen probabilitas ini dilakukan hanya dalam kepala (atau dalam perhitungan), alias tidak perlu benar-benar ada aksinya (datang langsung ke warungnya).</p>
<p>Dari eksperimen-dalam-kepala ini, aku mendapatkan 8 kemungkinan, yang disebut <strong>titik sampel</strong>. Kemungkinan-kemungkinan ini kemudian dimasukkan ke <strong>ruang sampel</strong> (<strong>S</strong>), atau <strong>himpunan semua kemungkinan</strong>.</p>
<p>Terakhir, ketika akhirnya ada satu kepastian yang terjadi, yaitu <strong>ketiganya tutup</strong>. Hal ini disebut <strong>event</strong> (<strong>A</strong>), kejadian tertentu yang muncul. Event sudah pasti merupakan salah satu dari kemungkinan-kemungkinan yang ada di ruang sampel. Dengan kata lain, event adalah <strong>himpunan bagian dari ruang sampel</strong>. Sementara itu, kemungkinan-kemungkinan yang tidak termasuk ke dalam event tapi masih merupakan bagian himpunan ruang sampel, disebut <strong>komplemen</strong> (<strong>A&#8217;</strong>).</p>
<p>Err&#8230; ya begitu aja. Tadinya aku mau masukin gambar diagram venn kesini, tapi entah kenapa wordpressnya gagal terus upload images&#8230;. Jadi sekarang mau beresin itu dulu&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pembahasan/peluang-peluang-peluang-probabilitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title></title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/286/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/286/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Dec 2011 17:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Penguin beserta seluruh staf Rumah Penguin (yang jumlah stafnya cuma satu) mengucapkan: SELAMAT TAHUN BARU 2012!!! Semoga di tahun yang baru ini Penguin (dan pembaca) makin berjaya!!!]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Penguin beserta seluruh staf <a href="http://www.rumahpenguin.web.id">Rumah Penguin</a> (yang jumlah stafnya cuma satu) mengucapkan:</p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: 45;">SELAMAT TAHUN BARU 2012!!!</span></p>
<p style="text-align: center;">Semoga di tahun yang baru ini Penguin (dan pembaca) makin berjaya!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/uncategorized/286/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sejenak Merenung, Penguin di 2011!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 15:16:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=283</guid>
		<description><![CDATA[&#8230;. tapi nggak banyak pengalaman bagus. Ihiks hiks hiks. Entah kenapa tahun 2011 diisi lebih banyak kejadian negatif daripada positif. Bukannya aku mendadak jadi tukang ngeluh, tapi &#8230; ya, aku ngeluh. Let&#8217;s start dari yang negatif. Sulit mengatur waktu antara &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="sadface" src="http://www.runningdummy.com/wp-content/uploads/2011/09/sad-face-wallpapers_13395_1280x960.jpg" alt="" width="768" height="576" /></p>
<p>&#8230;. tapi nggak banyak pengalaman bagus. Ihiks hiks hiks.</p>
<p>Entah kenapa tahun 2011 diisi lebih banyak kejadian negatif daripada positif. Bukannya aku mendadak jadi tukang ngeluh, tapi &#8230; ya, aku ngeluh.</p>
<p>Let&#8217;s start dari yang negatif.<span id="more-283"></span></p>
<ol>
<li>Sulit mengatur waktu antara kuliah dan istirahat. Sebenernya bisa, tapi memang dasar jiwa masih pemales, di semester 3 akhirnya aku keteteran. MKM, RE, kayaknya nilai C aja udah luar biasa banget lah kayaknya.</li>
<li>Lost contact dengan banyak teman lama dan baru. Sengaja dan tidak disengaja.</li>
<li>Semakin hilang dari peradaban. Maksudnya, semakin kurang bersosialisasi. Akibat kurang bagus ngatur waktu juga sih.</li>
<li>Kena DBD saat mau UAS semester 3. Akibatnya ujian susulan satu buah.</li>
<li>Pertama kali <strong>bener-bener</strong> seneng sama cewek, pdkt, berakhir di <strong>Friendzone Area</strong> alias cuma bisa jadi temen. Lebih parah lagi, dia jadian dengan orang lain dan akhirnya sekarang bener-bener lost contact denganku. How poor I am <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  .</li>
<li>Yang terparah: Penguin jadi <strong>attention-whore</strong>!! Bolak-balik ol fb cuma buat komentar di grup angkatan. Bukan pula komentar yang berbobot. Puncaknya ada diperdebatan tentang suporter. Belum lagi nyebar isu aneh-aneh. Kayaknya ada beberapa yang udah males ketemu aku deh.</li>
</ol>
<p>Dan banyak lagi hal negatif lainnya. Untuk itu, saya memohon maaf selaku pemilik id Penguin, karena sudah merepotkan dan membuat kesal banyak orang. Saya mohon maaf sebesar-besarnya untuk segala hal yang mungkin kurang disenangi orang lain, disengaja ataupun tidak.</p>
<p>.<br />
..<br />
&#8230;<br />
&#8230;.<br />
&#8230;..</p>
<p>Ok. Ngeluhnya sampe situ aja. Tapi bukan Penguin namanya kalau gak ngeliat sama sekali hal positif! Ini dia!!</p>
<ol>
<li>Welcome to Unit Robotika ITB!! Akhirnya setelah setengah tahun 2011 diisi dengan pengkaderan, Angkatan Ke-3 URO ITB (yoha, baru tiga angkatan) dilantik. Salah satunya adalah Penguin!!</li>
<li>Perbaikan nilai jeblok  kalkulus saat semester 1 di semester pendek (lumayan naiknya gan!!).</li>
<li>Masuk ke (sub-)jurusan baru di ITB, hasil gabungan Elektro dan Mesin: <strong>Mekatronika</strong>!!</li>
<li>Kuliah paling menyenangkan semester ini: Gambar Mesin dan Sistem Digital!!</li>
<li>Akhirnya paham (sedikit) tentang Mikrokontroller!!</li>
<li>Laptop baru!! Bukannya mau pamer, tapi dengan laptop yang sekarang akhirnya aku bisa bikin gambar pake <strong>Autodesk Inventor</strong> nyaris tanpa <strong>ngelag</strong>!! (Belum lagi game baru yang diinstal. Wiiiiiiiii!!).</li>
<li><strong>9GAG FTW!!!</strong></li>
</ol>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="9gag" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/73566_457309306839_21785951839_6023574_6976164_n.jpg" alt="" width="400" height="400" /><p class="wp-caption-text">9GAG, The Easiest Way to Have Fun!</p></div>
<p>9Gag dapat tempat khusus di bagian positif. Walaupun ini situs humor (dan pada beberapa kasus, <strong>sangat offensive</strong>), tetapi dari komunitas inilah aku justru banyak belajar realita. Entah kenapa.</p>
<p>.<br />
..<br />
&#8230;<br />
&#8230;.<br />
&#8230;..</p>
<p>Err&#8230; ternyata lebih banyak positif ya? Skor 7-6 untuk positif! Hell yeah, memang kalau hidup dipikirin negatifnya terus, gak akan ada habisnya.</p>
<p>Jadi apa yang akan dilakukan tahun depan? Waiting for the end of the world (21 Desember 2012)? Ehehehe. Bukan itu lah. Ini aja:</p>
<ol>
<li>Kuliah yang bener, Peng!<br />
Easier to say than done. Tapi ya mesti dicoba lah. Untuk misi yang ini, aku perlu motivasi baru buat kuliah. Ada beberapa kandidat untuk ini&#8230;</p>
<ul>
<li>Cari&#8230; UHUK!! → The Most Effective Motivation.</li>
<li>Lihat-lihat hasil riset orang.</li>
<li>Nonton banyak film (kayaknya bisa sih&#8230;.)</li>
<li>dll.</li>
</ul>
</li>
<li>Belajar lebih dalam mikrokontroller dan mekanik.<br />
&#8230; untuk buat robot, jelas lah!</li>
<li>Kembali ke Penguin yang dulu, yang tidak mudah terpancing untuk tampil tetapi tidak menghilang dari peradaban, yang gak sering ngeluh, yang menjunjung nickname Penguin dengan baik!!.</li>
</ol>
<p>Sulit? <strong>PEDULI AMAT.</strong></p>
<div id="attachment_245" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar.png"><img class="size-medium wp-image-245" title="Penguin_New_Symbol_Avatar" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar-300x300.png" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Sekali lagi, Penguin tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan yang terjadi.</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/sejenak-merenung-penguin-di-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Happy Birthday, Penguin!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/happy-birthday-penguin/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/happy-birthday-penguin/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 03:00:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=279</guid>
		<description><![CDATA[Happy birthday, Penguin! God bless you&#8230; with a bunch of responsibility to do.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Happy birthday, Penguin! God bless you&#8230; with a bunch of responsibility to do.</p>
<p><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar.png"><img class="aligncenter size-full wp-image-245" title="Penguin_New_Symbol_Avatar" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar.png" alt="" width="512" height="512" /></a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/happy-birthday-penguin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>10 November &#8211; Hari Pahlawan!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[10 november]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[Oooke, sebelum ada yang protes karena gambar yang kupasang bukannya pahlawan-pahlawan Indonesia tapi malah pahlawan fiktif, gambar diatas hanya ilustrasi. Apa pahlwan itu? Beberapa bilang, mereka adalah orang-orang yang sudah berjasa bagi negara atau bangsanya. Yang lain bilang, mereka adalah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter" title="The Avengers" src="http://4.bp.blogspot.com/-AHWAr8looz4/Togyalndb5I/AAAAAAAAC4Y/brpIUUN_lXU/s1600/TheAvengers.jpg" alt="" width="400" height="400" /></p>
<p>Oooke, sebelum ada yang protes karena gambar yang kupasang bukannya pahlawan-pahlawan Indonesia tapi malah pahlawan fiktif, gambar diatas hanya ilustrasi.<span id="more-276"></span></p>
<p>Apa pahlwan itu? Beberapa bilang, mereka adalah orang-orang yang sudah berjasa bagi negara atau bangsanya. Yang lain bilang, mereka adalah semua yang berjuang untuk membela yang lemah, membela keadilan. Ada lagi yang bilang, mereka adalah inspirator karena tindakan mereka.</p>
<p>Pendapat pribadiku: pahlawan adalah simbol. Simbol orang-orang yang berani mencoba karena mau, bukan karena terpaksa.</p>
<p>Sebenarnya, apa yang telah dilakukan para pahlawan kita (bukan yang fiksi, loh), bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan mereka mau. Tetapi, orang-orang ini bukan hanya &#8220;mau&#8221;, tapi mereka juga &#8220;mencoba&#8221;. Mereka benar-benar berjuang. Mereka bahkan tidak tahu bahwa mereka akan dianggap pahlawan bagi orang lain.</p>
<p>Tapi orang lain menganggap mereka pahlawan. Kenapa?</p>
<p>Karena mereka tidak pernah mencoba apa yang dilakukan para pahlawan. Jelas, aku juga tidak mau nenteng bambu runcing melawan senapan mesin. Tapi itu karena aku memang tidak mau kan? Apa yang kita inginkan, seharusnya di coba sampai berhasil atau gagal. Kalau menyerah di tengah jalan, beneran itu mau? Gak kayaknya.</p>
<p>Aku menghargai para pahlawan, bukan hanya karena jasa-jasa mereka, bukan hanya karena berhasil, tapi juga karena mereka berani mencoba untuk melakukan apa yang mereka mau.</p>
<p>*Mengheningkan Cipta*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Get Ready: ABU Robocon 2012!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Oct 2011 11:35:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[abu robocon]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[kri]]></category>
		<category><![CDATA[robotika]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=269</guid>
		<description><![CDATA[Rules untuk ABU Robocon 2012 Hongkong sudah keluar. Udah lama sih&#8230; tapi baru meratiin sekarang. Hehehehe Dan karena ngeliat peraturannya ini, aku jadi milih masuk KRI di unit robotika ITB daripada KRCI. Hehehehe&#8230;.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Rules untuk ABU Robocon 2012 Hongkong sudah keluar. Udah lama sih&#8230; tapi baru meratiin sekarang. Hehehehe<br />
<iframe src="http://www.youtube.com/embed/qeZ4er9Xzjs" frameborder="0" width="420" height="315"></iframe></p>
<p>Dan karena ngeliat peraturannya ini, aku jadi milih masuk KRI di unit robotika ITB daripada KRCI. Hehehehe&#8230;.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 730px"><img title="jaket uro" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/s720x720/310904_2062126712894_1236494389_32052557_1166996414_n.jpg" alt="" width="720" height="540" /><p class="wp-caption-text">Jaket Unit Robotika. Cuma mau pamerin doang. Wkwkwkwk</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/get-ready-abu-robocon-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pegang Janji atau Prinsip?</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pegang-janji-atau-prinsip/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pegang-janji-atau-prinsip/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Sep 2011 15:55:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=266</guid>
		<description><![CDATA[Ada yang bilang, lebih baik melanggar prinsip daripada melanggar janji. Tapi kalau menurutku, kalau memang akan melanggar prinsip, kenapa berjanji? Sayang keadaan sering memaksa&#8230;. Baru aja, aku membuat ulang blog tugas mbc ku. Padahal toh aku sudah bilang tidak akan &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pegang-janji-atau-prinsip/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ada yang bilang, lebih baik melanggar prinsip daripada melanggar janji.</p>
<p>Tapi kalau menurutku, kalau memang akan melanggar prinsip, kenapa berjanji?</p>
<p>Sayang keadaan sering memaksa&#8230;.</p>
<p><span id="more-266"></span>Baru aja, aku membuat ulang blog tugas mbc ku. Padahal toh aku sudah bilang tidak akan meneruskan mbc. I&#8217;m out.</p>
<p>Tapi tadi aku diingatkan lagi oleh seorang &#8220;teman&#8221;, bahwa aku punya janji dengannya. Setelah diingat-ingat, ya aku berjanji akan ikut mbc sampai selesai. Kenyataannya, aku keluar minggu lalu.</p>
<p>Ada sedikit rasa bersalah karena sudah melanggar janji yang ini. Padahal aku sudah sering melanggar janji (ya gak sering banget sih, tapi berpengalaman lah). Tapi entah deh&#8230;.</p>
<p>Akhirnya, blog mbc ku online kan lagi. Walaupun tidak bisa 100% selesai.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pegang-janji-atau-prinsip/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasca Second-Impact di Rumah Penguin</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasca-second-impact-di-rumah-penguin/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasca-second-impact-di-rumah-penguin/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Sep 2011 10:06:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=262</guid>
		<description><![CDATA[Gara-gara jarang dicek, Rumah Penguin sempat mengalami masalah server di hostingnya terdahulu, ATBHost. Gara-gara si yang punya server bangkrut, hostingnya diurus sama orang lain, para user jadi harus ngebackup sitenya dan pindah ke hosting yang ngurus sekarang. Sialnya, gak ada &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasca-second-impact-di-rumah-penguin/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gara-gara jarang dicek, Rumah Penguin sempat mengalami masalah server di hostingnya terdahulu, ATBHost. Gara-gara si yang punya server bangkrut, hostingnya diurus sama orang lain, para user jadi harus ngebackup sitenya dan pindah ke hosting yang ngurus sekarang. Sialnya, gak ada pemberitahuan sama sekali sehingga Rumah Penguin terhapus sebelum bisa dibackup. Syukur masih ada backup saat Juni 2011.</p>
<p>Gak cuma blog ini, blog buat tugas mbc (ospekkan, maklum lah&#8230;) ikut hilang tak tersisa. Sayangnya, blog mbc ini belum pernah dibackup. Hilang sudah blog mbc beserta isinya.</p>
<p>Sebenernya, saya gak terlalu meduliin ospek saya lagi, cuma kalau seandainya anak-anak yang lain jadi kena dampaknya (kayak dipersulit senior atau gimana lah) atas nama &#8220;kekeluargaan&#8221;, &#8220;kebersamaan&#8221;, dll, agak ngerasa bersalah juga jadinya&#8230;. Tapi ya sudahlah, mau gimana lagi.</p>
<p>Untungnya, ternyata gak berdampak apa-apa karena sepertinya tugas-tugas itu gak pernah dicek. wkwkwkwk.</p>
<p>Sekarang, Rumah Penguin pindah ke hosting yang lebih reliabel: Horizon-Host. Mudah-mudahan di hosting yang ini, Rumah Penguin tidak akan kena dampak besar lagi&#8230;.</p>
<p>May the Force (of the Penguin) be with us.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/pasca-second-impact-di-rumah-penguin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau Kita Berbeda</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 05:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[Katanya, perbedaan itu bagus. Kenyataannya, orang-orang yang &#8220;berbeda&#8221; adalah orang-orang yang pertama dikucilkan. Aku tidak bermaksud menceritakan tentang &#8220;tampil beda&#8221;. &#8220;Tampil beda&#8221; itu biasa. Yang tidak biasa adalah jadi berbeda. Berpikiran lain dari yang lain. Aku sering mengikuti berbagai diskusi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Culture" src="http://3.bp.blogspot.com/_BrwRFkhYiD0/THK3mLsSz-I/AAAAAAAAACs/slayloBxpnQ/s320/cultural.gif" alt="" width="300" height="275" /><p class="wp-caption-text">Hanya ilustrasi.</p></div>
<p>Katanya, perbedaan itu bagus. Kenyataannya, orang-orang yang &#8220;berbeda&#8221; adalah orang-orang yang pertama dikucilkan. Aku tidak bermaksud menceritakan tentang &#8220;tampil beda&#8221;. &#8220;Tampil beda&#8221; itu biasa. Yang tidak biasa adalah jadi berbeda. Berpikiran lain dari yang lain.<span id="more-259"></span></p>
<p>Aku sering mengikuti berbagai diskusi online (dengan memposisikan diri sebagai penonton). Dari yang sering kulihat, lebih banyak orang yang lebih menyukai posisi &#8220;orang baik&#8221; dalam diskusi. Posisi yang lebih diterima orang banyak, lebih bermoral, lebih bagus. Begitu muncul orang yang mengemukakan pendapat yang berbeda, yang bentrok dengan pendapat yang &#8220;bermoral&#8221; dan &#8220;dapat diterima&#8221;, pendapat itu langsung dihujat habis-habisan oleh orang-orang seforum.</p>
<p>Memang sebenarnya, sebuah pemikiran yang &#8220;berbeda&#8221; mungkin bisa mendapat penerimaan di kelompok lain. Mungkin kelompok yang memiliki alur pikiran yang sesuai. Tapi untuk apa mengemukakan sebuah pendapat yang sama dalam sebuah forum? Sebuah forum, sebuah diskusi, membutuhkan minimal sebuah pemikiran yang berbeda untuk bisa berjalan. Tanpa ada perbedaan pendapat, tidak ada diskusi yang sehat.</p>
<p>Sayang sekali, jadi &#8220;berbeda&#8221; berarti mengambil risiko tidak disukai orang lain. Dan dalam diskusi, mengambil risiko pendapatnya dicela habis atau tidak didengar sama sekali.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="konfli diskusi" src="http://icekiddie.files.wordpress.com/2010/04/perbedaan-dan-konflik.gif" alt="" width="400" height="250" /><p class="wp-caption-text">Sering terjadi.</p></div>
<p>Berbagai alasan dikemukakan oleh mereka yang tidak mau mendengar pendapat berbeda: tidak cocok, kurang bermoral, si pemberi pendapat terlalu kasar, terlalu tajam, tidak logis, dll. Padahal, bahkan sebuah pendapat yang tidak logis perlu untuk diperhatikan. Apa yang membuat pendapat itu muncul? Bercanda? Maka pikirkan lah apa yang salah dalam diskusi itu sehingga bisa menjadi bahan lelucon. Cari perhatian? Pikirkan kenapa sampai mereka perlu mencari perhatian. Sekali lagi, sebuah pendapat tidak logis pun perlu diperhatikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refresh!!! Part.2</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh-part-2/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh-part-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Jun 2011 06:12:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Hehehe setelah sabtu kemaren (kalau tidak salah) sedikit berdiskusi dengan salah satu kners ber-nickname Panah Hujan, aku jadi ngerombak lagi blog Rumah Penguin. Kenapa? Karena setelah dibahas, ternyata tampilannya terkesan kacau dan gak cocok. Sekarang, tampilan Rumah Penguin kukembalikan lagi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh-part-2/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hehehe setelah sabtu kemaren (kalau tidak salah) sedikit berdiskusi dengan salah satu <a href="http://www.kemudian.com" target="_blank">kners</a> ber-<em>nickname</em> <a href="http://www.kemudian.com/users/panah-hujan" target="_blank">Panah Hujan</a>, aku jadi ngerombak lagi blog Rumah Penguin. Kenapa? Karena setelah dibahas, ternyata tampilannya terkesan kacau dan gak cocok.</p>
<p>Sekarang, tampilan Rumah Penguin kukembalikan lagi ke tampilan sebelum tampilan sebelum ini (halah!). Kembali ke theme zBench. Tapi, karena sekarang aku sudah punya logo, headernya kupasang logo Penguin <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Hanya seperti itu&#8230;. Apa lagi ya? Oh, ya. Widget-nya kutambahkan juga. Biar agak lebih rame, gak sepi-sepi banget. Hehehe.</p>
<p>Tentang isi blog, hmm&#8230;. bener-bener gak ada rencana lagi. Dulu sih ada rencana, tapi kayaknya kalau buat blog pribadi kayak gini, isinya gak usah direncanakan. Apa mau nya saat itu aja. Hehehe <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh-part-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Brave New World, Brave New Symbol</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/brave-new-world-brave-new-symbol/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/brave-new-world-brave-new-symbol/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 24 Jun 2011 12:11:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[avatar]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[penguin]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=239</guid>
		<description><![CDATA[Sejak pertama kali id &#8220;Penguin&#8221; ini aku pakai, aku selalu memakai logo tux dari CrystalXP.net sebagai avatarnya. Entah udah berapa lama berarti,  selama itu aku selalu menggunakan logo orang lain. Sekarang, dengan niat, motivasi dan semangat baru, aku membuat sendiri &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/brave-new-world-brave-new-symbol/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak pertama kali id &#8220;Penguin&#8221; ini aku pakai, aku selalu memakai logo tux dari CrystalXP.net sebagai avatarnya. Entah udah berapa lama berarti,  selama itu aku selalu menggunakan logo orang lain. Sekarang, dengan niat, motivasi dan semangat baru, aku membuat sendiri satu logo (walaupun berdasarkan gambar penguin asli) untuk kugunakan sebagai avatar id &#8220;Penguin&#8221;. Here comes the NEW SYMBOL!!</p>
<p><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Wallpaper_HP.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-240" title="Penguin_New_Symbol_Wallpaper_HP" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Wallpaper_HP.jpg" alt="" width="576" height="768" /></a>dan &#8220;Dark Edition&#8221;!!!</p>
<p><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Wallpaper_HP_Dark.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-241" title="Penguin_New_Symbol_Wallpaper_HP_Dark" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Wallpaper_HP_Dark.jpg" alt="" width="576" height="768" /></a></p>
<p>Terus maksudnya apa sih ganti avatar?? Oh, ada alasannya. Tapi itu pribadi <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/brave-new-world-brave-new-symbol/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cerpen: Eudaimonia</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-eudaimonia/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-eudaimonia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 13:30:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[kemudian.com]]></category>
		<category><![CDATA[Maut]]></category>
		<category><![CDATA[metafisika]]></category>
		<category><![CDATA[program tantangan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[(Cerpen ini di-posting juga di http://www.kemudian.com/node/256280. Bagi kners, tolong komentarin di k.com juga dong ) Aku terbangun. Biasanya, aku tidak akan dibangunkan kecuali ada hal-hal baru yang perlu kulakukan. Entah apa rencanaNya kali ini, membangunkanku ditengah kegelapan malam seperti ini. &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-eudaimonia/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>(Cerpen ini di-<em>posting</em> juga di <a href="http://www.kemudian.com/node/256280">http://www.kemudian.com/node/256280</a>. Bagi kners, tolong komentarin di k.com juga dong <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Aku terbangun.</p>
<p>Biasanya, aku tidak akan dibangunkan kecuali ada  hal-hal baru yang perlu kulakukan. Entah apa rencanaNya kali ini,  membangunkanku ditengah kegelapan malam seperti ini.</p>
<p>Aku  meregangkan tubuhku setelah sekian lama tertidur. Aku memperhatikan  wujud yang kali ini diberikan olehNya. Mungkin butuh sedikit  penyesuaian, tapi aku pasti akan terbiasa dengan keempat kaki ini. Aku  tidak pernah bertanya alasan di balik setiap wujud yang kudapat, karena  aku yakin sebagian besar tidak ada alasannya.</p>
<p>Setelah sedikit  mengasah kuku, aku keluar dari tempat gelap ini. Aku berjalan tanpa arah  yang jelas, tetapi aku tahu aku pasti akan sampai pada tujuan ku.<span id="more-236"></span></p>
<hr />
<p>Itu dia, manusia yang pertama perlu kutemui.</p>
<p>Sebenarnya,  pria itu belum lanjut usia. Tapi kini ia terbaring di kasur rumah  sakit. Nafasnya sudah begitu pendek. Orang lain akan mengira ia sedang  terserang asma seandainya tidak mendengar apa yang kudengar: detak  jantung yang terlalu cepat.</p>
<p>Aku melangkah mendekatinya, tepat  ketika perawat terakhir menutup pintu. Perlahan, aku menaiki kasur pria  itu, berusaha untuk tidak mengagetkannya.</p>
<p>Pria itu melihatku. Dengan nafas yang tersendat, ia mencoba bicara.</p>
<p>&#8220;Apakah kau&#8230; Maut?&#8221;</p>
<p>&#8220;Bukan,&#8221; jawabku. &#8220;Aku hanya mengajukan pertanyaan.&#8221;</p>
<p>Maka aku pun bertanya, &#8220;Apa yang kau kejar dalam hidup ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku&#8230; mengejar kebahagiaan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang kau lakukan untuk itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mengumpulkan harta untuk menjamin kebahagiaanku.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berhasil kah itu?&#8221;</p>
<p>Pria  itu menggeleng, wajahnya terlihat sedih. Aku turun dari kasurnya,  melangkah menjauh ketika suara angin memberitahuku bahwa sabitNya telah  terayun.</p>
<div>
<p>Tidak ada yang baru kali ini.</p>
<hr />
</div>
<p>&#8220;Apa yang kau kejar dalam hidup ini?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku mengejar kebahagiaan.&#8221;</p>
<p>&#8220;Apa yang kau lakukan untuk itu?&#8221;</p>
<p>&#8220;Aku menikah, berkeluarga, dan memiliki anak dan cucu.&#8221;</p>
<p>&#8220;Berhasil kah itu?&#8221;</p>
<p>Wanita  yang telah tua renta itu menggeleng, &#8220;Tidak. Hubunganku dengan suamiku  tidak lagi seperti dulu. Anak-anakku kini juga telah berkeluarga, tetapi  aku tidak pernah lagi melihat mereka.&#8221;</p>
<p>Aku meninggalkan wanita  itu dalam kesendiriannya di rumah kecil itu. Aku membiarkan sabitNya  mengayun ketika rumah itu terbakar dan meledak. Aku melewati begitu saja  orang-orang yang ramai memberikan bantuan, berjalan dengan tenang tanpa  ada orang yang memperhatikan.</p>
<p>Aku masih menemukan hal yang baru.  Kedua orang yang telah kudatangi memberikan jawaban yang hampir mirip  dengan orang yang pernah kudatangi dulu. Tidak ada yang baru.</p>
<p>Aku  melanjutkan perjalananku yang tanpa arah. Salju telah turun ketika malam  tiba, diiringi nyanyian-nyanyian doa. Sepertinya besok adalah hari yang  penting, tetapi aku tahu di daerah ini hari penting seperti itu tidak  mendapat hari libur yang formal. Karena itu, seharusnya aku tidak heran  melihat pemuda itu berjalan menyebrangi jalan raya yang sepi.</p>
<p>Tapi  pemuda itu melakukan sesuatu yang menarik perhatianku. Ia berhenti  ditengah penyebrangan, memandang kosong ke arah mobil yang sedang melaju  cepat. Aku memandang ke sekitarku, mencari-cari siapa tahu Ia telah  berada disekitar sini dengan membawa sabitNya. Tapi Ia tidak ada disini.</p>
<p>Mobil  itu mengerem perlahan, dan berhenti beberapa meter dari tempat pemuda  itu berdiri. Supirnya turun dari mobil dan bertanya apa yang dilakukan  pemuda itu, tetapi pemuda itu malah melanjutkan menyeberang tanpa  menjawab pertanyaan, melewatiku tanpa ia sadari.</p>
<p>Aku mengikutinya  hingga akhirnya pemuda itu sampai di sebuah rumah yang besar. Aku  berkeliling ketika si pemuda telah memasuki rumah. Teriakan &amp;  bentakan terdengar nyaring dari dalam rumah. Aku mengintip ke dalam  rumah. Dari jendela, aku melihat sepasang pria dan wanita paruh baya  sedang bertengkar. Sepertinya mereka adalah orangtua pemuda itu.</p>
<p>Tapi pemuda itu, aku baru sadar, hanya melewati kedua orangtuanya yang sedang adu teriak dengan wajah datar.</p>
<p>Aku  penasaran dengan pemuda itu. Aku menyusup ke dalam rumah, seperti biasa  tanpa disadari para penghuninya. Pemuda itu masuk ke kamar tidurnya,  mematikan lampu ruangan dan hanya menyalakan lampu meja.</p>
<p>Pemuda  itu duduk dilantai dengan kamera video dihadapannya. Ia berbicara  begitu pelan. Aku memasuki kamarnya tanpa suara dan mendengarkan. Hanya  keluh kesah yang ia rekam dengan kamera video itu. Tidak menarik bagiku.</p>
<p>Pemuda  itu kemudain membuka sebotol obat nyamuk semprot. Ia menuangkan isinya  ke cawan kecil. Aku langsung tahu apa yang akan dilakukan pemuda itu.  Segera, aku mencari-cari ke sekitarku, sekali lagi mendapati bahwa Ia  tidak ada disini.</p>
<p>Mendadak, pemuda itu menjatuhkan cawannya yang  masih penuh. Ia terjatuh dari kursinya dan merapat ke dinding. Aku sudah  terkejut ketika cawan itu jatuh dan pecah, tetapi apa yang terjadi  setelahnya membuatku lebih terkejut lagi.</p>
<p>Pemuda itu <em>menatapku</em>.</p>
<p>“Kau bisa melihatku?”</p>
<p>Aku tidak perlu bertanya. Wajahnya yang terlihat ketakutan sudah memberitahuku. Tidak salah lagi. Pemuda itu melihatku.</p>
<p>“Apakah kau&#8230; Maut?” tanya pemuda itu ketakutan.</p>
<p>“Bukan,” jawabku, “dan Ia masih belum berada disini.”</p>
<p>Aku  mencariNya sekarang. Tidak biasanya aku bisa dilihat saat Ia tidak ada.  Sejak pertama kali aku dibangunkan, aku hanya terlihat oleh orang-orang  yang telah didatangi olehNya. Mudah membedakan antara orang yang telah  Ia datangi dan yang belum didatangiNya, karena orang itu akan diikuti  olehNya sejak tujuh hari sebelumnya. Tapi Ia tidak ada disini sekarang.  Pemuda itu belum berada di akhir usianya.</p>
<p>“Apakah&#8230;,” pemuda itu bicara lagi. Aku berhenti mencariNya. “Apakah&#8230; apakah itu berarti aku tidak akan mati?”</p>
<p>Intuisi yang bagus menurutku, “Belum, lebih tepatnya,” jawabku. “Kenapa? Kau menginginkannya?”</p>
<p>Pemuda  itu terdiam. Setelah beberapa saat, ia mengangguk. Aku menghela nafas,  berpikir. Apa yang sedang direncanakanNya? Apakah ini salah satu  pekerjaanNya yang memang tidak beralasan? Atau ini hanya kejadian tak  terduga?</p>
<div>
<p>Tapi aku tersenyum sekarang. Akhirnya aku menemukan sesuatu yang baru.</p>
<hr />
</div>
<p>Perayaan  untuk esok telah dilakukan oleh rumah-rumah disekitar sini. Hanya rumah  ini yang tidak melakukannya. Diluar, terdengar isak tangis. Sang ayah  sepertinya telah pergi dari rumah. Pemuda itu kini sedang menulis surat.  Sepertinya ia berusaha berpura-pura bahwa aku tidak ada.</p>
<p>Aku  berusaha menghubungi Dia, tetapi sia-sia. Bukan karena aku tidak  berhasil menghubungiNya, tapi murni karena memang aku tidak tahu  caranya. Obat nyamuk cair yang tadi akan pemuda itu minum ternyata tidak  memiliki kandungan racun yang cukup untuk membunuh manusia. Mungkin  hanya kerusakan otak, tetapi tidak mati.</p>
<p>“Mengapa kau ingin mati?” tanyaku setelah hening beberapa lama. Awalnya, pemuda itu berpura-pura tidak mendengar.</p>
<p>“Mengapa kau ingin mati?” tanyaku lagi.</p>
<p>Pemuda itu masih tidak menjawab.</p>
<p>“Mengapa kau ingin mati?” tanyaku untuk ketigakalinya.</p>
<p>Pemuda itu akhirnya berhenti menulis. Ia menjawab dengan suara pelan, “Aku ingin mendapatkan kebahagiaan.”</p>
<p>“Kau ingin mengejar kebahagiaan?”</p>
<p>“Tidak, aku ingin mendapatkan kebahagiaan.”</p>
<p>Jawaban itu membingungkanku. Apa bedanya?</p>
<p>“Kebahagiaan  yang kuinginkan sudah tidak ada di dunia ini,” kata pemuda itu. “Tidak  ada lagi kebahagiaan yang bisa kukejar di dunia ini; semuanya sudah  terlalu jauh. Aku ingin mendapatkannya dengan cara lain.”</p>
<p>“Dengan mati? Kebahagiaan tidak ada di ujung lorong yang bercahaya saat kau mati.  Lorongnya saja tidak ada.”</p>
<p>Pemuda itu tertunduk lesu, “Darimana kau tahu itu?”</p>
<p>“Aku tidak bisa menjawab pertanyaan itu.”</p>
<p>“Kenapa?”</p>
<p>“Karena aku juga tidak tahu.”</p>
<p>Pemuda  itu melanjutkan tulisannya. Penasaran, aku naik ke atas meja dan  membaca tulisan panjang yang ia tulis. Sekali lagi, pemuda itu tidak  mempedulikanku.</p>
<p>“Pesan bunuh diri?” tanyaku. Pemuda itu tidak  menjawab. Aku menghela nafas, “aku sudah bilang padamu, Ia tidak berada  disini. Kau belum akan mati.”</p>
<p>“Aku bisa mencoba.”</p>
<p>Ia melanjutkan suratnya. “Hei&#8230;.”</p>
<p>“Tolong,”  kata pemuda itu, “tolong jangan bujuk aku untuk tidak melakukannya. Aku  sudah membulatkan tekad. Aku ingin mati. Tidak ada lagi kebahagiaan  yang tersisa di dunia ini untukku. Tolong jangan katakan lagi tentang Ia  tidak berada disini. Aku tidak peduli!”</p>
<div>
<p>“Oh, kau akan peduli yang ini,” kataku, “Kau salah menulis kanji ‘beruntung’. Yang kau tulis ini artinya ‘pedas’.”</p>
<hr />
</div>
<p>Sepertinya  pemuda ini sudah bersungguh-sungguh. Setelah meninggalkan pesan bunuh  dirinya di atas meja tulis, ia pergi dari rumah tanpa membawa apapun  selain pakaian yang ia pakai. Aku tidak tahu kemana ia akan pergi untuk  bunuh diri. Dugaanku, ia mungkin akan memilih tempat yang bisa  membuatnya tewas seketika. Dengan segera aku mengeliminasi beberapa  kemungkinan seperti gantung diri dan jembatan.</p>
<p>Aku mengikuti  pemuda itu dengan santai. Aku tidak melihatNya sejak tadi, sehingga aku  yakin pemuda ini masih akan gagal melaksanakan niatnya. Tetapi  ketertarikanku untuk mengikutinya justru mengganggu batinku. Apalagi  pemuda itu bisa melihatku sebelum didatangi olehNya.</p>
<p>Kami melewati  jalur yang berbeda dengan sebelumnya hingga mencapai sebuah gedung yang  sedang dibangun. Pasti inilah lokasinya, tempat pemuda itu ingin  mengakhiri hidupnya. Tapi pemuda itu tidak segera masuk ke gedung itu.  Ia mengitari bangunan itu terlebih dahulu, memastikan sudah tidak ada  pekerja atau siapapun. Tidak perlu menurutku, mengingat malam ini adalah  malam perayaan.</p>
<p>“Paman, paman bisa bantu aku?”</p>
<p>Suara anak  kecil memanggil pemuda itu. Ia berhenti dan menoleh ke seberang jalan.  Seorang gadis kecil sedang berdiri memandanginya. Sekumpulan kado yang  terbungkus rapi berserakan disekitarnya.</p>
<p>“Paman bisa bantu aku?” tanya gadis kecil itu lagi.</p>
<p>Pemuda  itu tidak menjawab. Ia memandangi gedung yang sedang ia kitari dan  gadis kecil itu secara bergantian. Aku tahu, seandainya pemuda itu  menolak membantu, gadis kecil itu akan tetap disitu semalaman dan  mungkin akan menyaksikan aksi bunuh dirinya.</p>
<p>“Bantulah anak itu,” kataku pada pemuda itu, “untuk mengisi waktu sementara Ia belum berada disini.”</p>
<p>Pemuda  itu akhirnya mendekati gadis kecil itu, membantunya memunguti kado-kado  yang berserakan dan membantu membawanya. Aku tidak ikut membantu, bukan  karena aku tidak peduli, tetapi karena memang aku tidak bisa memegang  kado-kado itu.</p>
<p>“Paman, paman bisa bantu aku mengantarkannya?”</p>
<p>Pemuda  itu sepertinya berpikir dulu sebelum menjawab. Mungkin menunda-nunda  rencana memang bukan kebiasaannya. Tapi akhirnya ia berkata, “Baiklah,  paman akan bantu.”</p>
<p>Gadis kecil itu dengan riang memimpin kami ke  beberapa rumah dan apartemen disekitar situ. Di setiap pintu, ia  mengetuk hingga penghuni rumah tersebut membukakan pintu. Gadis kecil  itu memberikan satu kado untuk setiap rumah yang ia datangi. “Untuk  teman-teman baikku,” jawab gadis kecil itu ketika ditanya oleh si  pemuda.</p>
<p>“Mengapa orangtuamu tidak ikut?” tanya pemuda itu.</p>
<p>“Aku lebih senang begini,” jawab gadis kecil itu riang.</p>
<div>
<p>Puluhan  rumah dan apartemen kami datangi. Setiap penghuni rumah menyambut kami  dengan hangat. Suasana perayaan sampai terasa olehku. Aku terbawa aura  riang gadis kecil itu. Pemuda itu sepertinya mengalaminya juga, karena  setelah beberapa lama ia tersenyum dan tertawa, ikut bercanda dengan si  gadis kecil yang riang.</p>
<hr />
</div>
<p>Akhirnya, kami sampai ke rumah yang  terakhir, rumah si gadis kecil. Anak itu menarik tangan pemuda itu  hingga ke depan pintu dan mengetuknya. Pintu terbuka setelah beberapa  kali ketukan.</p>
<p>“Nak, ya ampun!” Seorang pria yang membukakan pintu langsung memeluk si gadis kecil. “Kamu mengantarkan kado lagi?”</p>
<p>Gadis kecil itu mengangguk sambil tersenyum. Ia kemudian menunjuk ke si pemuda, “Paman ini membantuku,” katanya.</p>
<p>Setelah  mengucapkan terima kasih, pria itu, ayah si gadis kecil, mengundang  pemuda itu masuk untuk minum teh. Awalnya pemuda itu menolak, tetapi  karena si gadis kecil ikut memaksa, pemuda itu akhirnya menerima  undangannya. Aku ikut masuk walaupun pemuda itu sudah terlihat khawatir  bahwa aku akan terlihat. Tapi ternyata tidak, sang ayah dan gadis kecil  itu tidak menyadari keberadaanku.</p>
<p>Sang ayah dan ibu menyambut  pemuda itu dengan hangat. Mungkin karena pemuda itu telah menemani si  gadis kecil semalaman hanya untuk mengantarkan kado-kado kecil yang  ternyata isinya adalah kue-kue kecil dibuat sendiri. Karena aku tidak  mungkin ikut minum teh, aku berkeliling di dalam rumah. Aku  melihat-lihat foto keluarga di rumah ini. Sangat kontras suasananya  dengan rumah si pemuda yang sudah terasa suram dari pintu depan.</p>
<p>Aku  benar-benar terbawa suasana riang rumah ini. Seandainya aku bukan  makhluk yang menemui manusia menjelang ajalnya, mungkin aku ingin  tinggal di rumah ini. Aku berbaring, menunggu pemuda itu selesai dengan  jamuannya. Aku tidak merasa bosan karena suasana rumah ini begitu  hangat.</p>
<p>Begitu hangat&#8230;.</p>
<p>Tunggu. Ini memang hangat. Secara denotatif.</p>
<p>Perasaanku  tidak enak. Dengan tergesa aku berdiri dan keluar dari rumah. Aku  mencari-cari disekitar rumah ini, tetapi tidak menemukan apapun yang  aneh. Aku berkeliling, masih tanpa hasil. Saat aku kembali, pemuda itu  telah berada di pintu dengan membawa sekantong kue. Aku berusaha  membuang perasaan tidak enakku. Mungkin itu memang hanya perasaanku  saja.</p>
<p>Tidak.</p>
<p>Itu bukan hanya perasaanku.</p>
<p>Tepat saat  pintu tertutup dan pria itu berjalan menjauh dari rumah, aku melihatNya.  Aku melihatNya, melayang diatas sebuah mobil yang bergerak oleng di  ujung jalan komplek perumahan ini. SabitNya telah dikeluarkan; Ia akan  segera mencabut nyawa.</p>
<p>Mobil yang oleng itu bergerak dengan  kecepatan tinggi, tepat ke arah si pemuda. Cahaya lampu mobil  memberitahu si pemuda bahwa hanya dalam beberapa detik lagi ia akan  ditabarak. Aku melihatNya telah mengangkat sabitNya. Perlahan, terus  naik, sabitNya kemudian terayun.</p>
<p>Mobil itu banting stir; pemuda itu terlewati dan selamat.</p>
<p>Tapi  pemuda itu justru semakin syok. Bukan karena ia gagal mati untuk  kesekiankalinya, tapi karena mobil itu menabrak dinding rumah si gadis  kecil.</p>
<p>Hanya beberapa detik kemudian, terjadi ledakan. Mobil itu  ternyata menabrak tabung gas di dalam rumah itu. Dalam beberapa detik,  kebakaran terjadi. Aku segera berlari menghampiri si pemuda yang kini  jatuh terduduk dan menganga melihat api yang semakin besar.</p>
<p>Beberapa  warga keluar dari rumah masing-masing. Aku tidak tahu apakah ada  diantara mereka yang sudah menghubungi bantuan. Aku memandangi rumah si  gadis kecil. Rumah yang suasananya riang itu kini terbakar. Mendadak,  pemuda itu berdiri dan langsung berlari kembali ke rumah itu. Ia  mendobrak pintu depan dan segera masuk. Aku tidak ikut. Aku malah  terpukau dengan kejadian itu.</p>
<p>Tidak lama, pemadam kebakaran tiba.  Pemuda itu masih belum keluar. Aku tidak mungkin memberitahu para  pemadam kebarakan bahwa masih ada orang di dalam. Akhirnya aku hanya  menunggu pemuda itu keluar. Atau mungkin ia tidak akan keluar? Siapa  tahu, ia akhirnya mendapatkan kematian yang diinginkannya?</p>
<p>Kemudian,  aku melihat sang ayah dan ibu berhasil keluar dari rumah. Si gadis  kecil digendong oleh sang ayah. Darah mengalir di dahinya. Beberapa  petugas langsung membantu mereka, memberikan pertolongan pertama kepada  si gadis kecil dan keluarganya.</p>
<p>“Masih ada orang di dalam!” kata  sang ayah pada si petugas, “ada pemuda yang tertindih kuda-kuda atap di  ruang tamu! Ia butuh pertolongan!”</p>
<div>
<p>Aku berlari bersama tiga  orang petugas ke dalam rumah. Pemuda itu sudah tidak sadarkan diri saat  para petugas berhasil mengeluarkannya dari rumah yang terbakar dan  melarikannya ke rumah sakit.</p>
<hr />
</div>
<p>“Apa yang kau kejar dalam hidup ini?”</p>
<p>“Aku tidak mengejar apapun.”</p>
<p>Aku  duduk di samping pemuda itu, dan bicara padanya setelah perawat  terakhir menutup pintu. Aku memberikan pertanyaan yang sama dengan yang  telah kuberikan ke orang lain. Tapi, inilah saatnya aku merubah  pertanyaanku.</p>
<p>“Apa yang ingin kau dapatkan dalam hidup ini?”</p>
<p>“Aku&#8230; ingin mendapatkan kebahagiaan.”</p>
<p>“Apa yang kau lakukan untuk mendapatkannya?”</p>
<p>“Aku  berusaha meninggalkan dunia ini, berusaha mendapatkan kebahagiaan yang  ada setelah kematian,” pemuda itu tersenyum, “tetapi ternyata aku bisa  mendapatkannya sebelum aku mati.”</p>
<p>“Bagaiamana caranya?”</p>
<p>“Dengan membantu orang lain mendapatkan kebahagiaannya.”</p>
<p>Aku  turun dari kasur pemuda itu. Ada sedikit rasa sesal karena aku harus  meninggalkannya. Sebelum aku sampai ke pintu, pemuda itu memanggilku.</p>
<p>“Bolehkah aku meminta satu hal?”</p>
<p>“Apa itu?”</p>
<p>“Gadis kecil itu,” kata si pemuda, “aku ingin ia bahagia, tidak merasakan penderitaan hidup yang kurasakan.”</p>
<p>Aku  mengangguk. Aku berjalan menuju pintu ketika akhirnya si pemuda  mendapatkan apa yang ia inginkan sejak sebelum bertemu si gadis kecil.  Suara udara yang terbelah, menandakan bahwa Ia sedang bekerja,  mengayunkan sabitNya.</p>
<p>Aku mendatangi bangsal tempat gadis kecil  itu dirawat. Di kanan dan kiri si gadis kecil, kedua orangtuanya  tertidur menemaninya. Perlahan, aku naik ke atas kasur si gadis kecil,  berusaha untuk tidak membangunkannya.</p>
<p>Gadis kecil itu terbangun. Dengan nafas pendek-pendek, ia bertanya, “Apakah kau&#8230;.”</p>
<p>“Maut? Ya”</p>
<p>Ku ayunkan sabitKu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/cerpen/cerpen-eudaimonia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Pilihan Langkah Menentukan Masa Depan</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 18:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[future]]></category>
		<category><![CDATA[paralel]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[“Kita harus bisa mengambil risiko terhadap pilihan yang sudah kita pilih” Saran yang bagus dari seorang temanku. Yang luar biasa, saran ini keluar dari mulut orang yang memilih karena alasan orangtua tidak setuju pilihannya yang sebelumnya, yang sesuai dengan passion-nya. &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>“Kita harus bisa mengambil risiko terhadap pilihan yang sudah kita pilih”</strong></p>
<p>Saran yang bagus dari seorang temanku. Yang luar biasa, saran ini keluar dari mulut orang yang memilih karena alasan orangtua tidak setuju pilihannya yang sebelumnya, yang sesuai dengan <em>passion</em>-nya.</p>
<p>Hei, ini bukan sarkasme!<span id="more-233"></span></p>
<p>Jangan salah sangka. Menurutku, pilihan itu bisa diambil dengan alasan apapun; keinginan, paksaan, logika, nafsu, apapun. Tidak ada yang salah dengan itu, kan? Malah, masih bagus bisa memilih, daripada dipaksa untuk menerima satu hal saja tanpa diberi kesempatan memilih.</p>
<p>Tapi kembali ke kalimat pertama, kita harus bisa mengambil risiko atas pilihan kita sendiri. Kita yang memilih, kita yang menanggung semua akibatnya; baik atau buruk. Karena itu, kita sebaiknya kembali memikirkan motif dibalik pilihan kita. Apakah motif itu sudah cukup baik? Relevan? Atau hanya merupakan pembenaran? Atau malah sangat matang? Pilihan kita menentukan masa depan, walaupun hanya sekedar pilihan melangkah dengan kaki kanan atau kaki kiri lebih dahulu.</p>
<p>Aku jadi ingat lagi, salah seorang senior pernah membahas tentang konsep dunia paralel. Saat kita dihadapkan pada sebuah pilihan, misalnya A atau B, maka pada saat itu akan terbentuk dua buah dunia paralel. Pada dunia yang satu kita memilih pilihan A, dan pada dunia yang lain pilihan B. Tapi kita hanya bisa melihat salah satu hasil dari pilihan kita, bukan keduanya. Hasil inilah yang harus kita hadapi di dunia paralel kita sendiri.</p>
<p>Oke&#8230;. ini postingan blog yang gaje dan pendek, tapi boleh, kan? <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Refresh!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 22:48:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[gaje.com]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>
		<category><![CDATA[upgrade]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=230</guid>
		<description><![CDATA[Refresh!! yang tidak ada hubungannya dengan makrab STEI ataupun sejenisnya. Bukan. Ini cuma penyegaran tampilan blog Rumah Penguin. Gitu aja &#160;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Refresh!! yang tidak ada hubungannya dengan <a href="http://www.facebook.com/media/set/?set=a.2084439552668.2124542.1295497415">makrab STEI </a>ataupun sejenisnya.</p>
<p>Bukan. Ini cuma penyegaran tampilan blog <a href="http://www.rumahpenguin.web.id">Rumah Penguin</a>. Gitu aja <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div id="attachment_245" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar.png"><img class="size-medium wp-image-245" title="Penguin_New_Symbol_Avatar" src="http://www.rumahpenguin.web.id/wp-content/uploads/2011/06/Penguin_New_Symbol_Avatar-300x300.png" alt="" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Penguin tidak bertanggung jawab atas segala kerusakan otak setelah membaca blog tidak berguna ini.</p></div>
<p style="text-align: center;">&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/gaje-com/refresh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ignorance is Bliss</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/ignorance-is-bliss/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/ignorance-is-bliss/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 May 2011 21:40:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[awal]]></category>
		<category><![CDATA[baru]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Pertama, terima kasih kepada orang yang sudah mau jadi teman ku, walaupun hanya untuk waktu kurang dari 2 bulan, dan kemudian merasa lebih baik tidak pernah kenal dengan yang namanya (atau aliasnya) Penguin. Bener deh. Setelah hampir sebulan bisa berteman, &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/ignorance-is-bliss/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pertama, terima kasih kepada orang yang sudah mau jadi teman ku, walaupun hanya untuk waktu kurang dari 2 bulan, dan kemudian merasa lebih baik tidak pernah kenal dengan yang namanya (atau aliasnya) Penguin.</p>
<p>Bener deh. Setelah hampir sebulan bisa berteman, lalu karena salah ngomong dikit aja, tersinggung setengah mati dan jadi sangat sensitif dengan<span id="more-224"></span> semua kalimat ku. Keren.</p>
<p>Aneh sih, awalnya aku sempet seneng orang itu (sebut saja namanya si G) mau diajak kenalan. Dan kemudian setelah dia memutuskan tali silahturahmi, sempet terpikir di pikiranku kalau aku akan mengalami kemunduran rasa percaya diri yang dalam. Bahkan sampai aku berpikir untuk menghapus semua akun online!! Fb, twitter, plurk, blog, dll nasibnya sempet berada di ujung pointer mouse ku tengah malam buta ini.</p>
<p>Heran juga, bahkan aku sempat berpikir untuk menghindari si G ini dimanapun bertemu. Menarik diri dari lingkungan, berpikir ratusan kali sebelum bicara, dll. Sudah terbayang di kepalaku tingkat kerumitannya. Mungkin kalau saat itu aku di tes psikologi lagi, hasil yang didapat salah satunya adalah level introvert mendekati maksimum.</p>
<p>Dan kemudian, sempat terpikir juga untuk aku membuat &#8220;pribadi yang lain&#8221;, memisahkan antara aku yang semakin menarik diri dan aku yang bersikap normal, seakan tidak terjadi apa-apa. Sempat ingin rasanya memisahkannya menjadi dua identitas yang benar-benar berbeda. Hebat ya, efek dari putusnya tali silahturahmi.</p>
<p>Tapi sebuah kalimat muncul dibenakku, bersama sebuah harapan yang sebenarnya pernah tercapai dulu: <em>Ignorance is bliss</em>. Ketidakpedulian, ketidaktahuan, adalah berkah, sebuah kebahagian.</p>
<p>Waktu SMP dan SMA, aku ignoran. Entah kenapa saat kuliah ini semua jadi kepikiran. Temen lah, kuliah lah, bahkan cewek lah, macem-macem. Apa ini tandanya dewasa? Kalau iya, jelek banget rasanya dewasa itu.</p>
<p>Agustus sampai November tahun lalu, aku sudah sampai sakit-sakitan (secara fisik) cuma gara-gara banyak pikiran. Waktu itu aku janji nggak akan sampai kejadian seperti itu lagi. Tapi sekarang, hampir aja aku <em>down</em> jauh lebih parah. Pilek dan batuk aja udah muncul nih.</p>
<p>Beneran, <em>ignorance is bliss</em>. &#8220;Penguin&#8221; bukan sekedar nickname, tapi simbol yang kugunakan dan kuhormati. Simbol yang akan membuatku malu melakukan apa yang sudah ingin kuhindari. Selain itu, <em>quality is better than quantity</em>. Kalau memang ada yang nggak suka dengan caraku, beritahu aku langsung atau silahkan pergi. Bukan jumlah relasi yang kucari, tapi kualitasnya. Sekarang, di bawah nickname dan simbol Penguin, aku berjanji untuk tidak mempedulikan dan tidak akan pura-pura peduli pada hal-hal yang memang aku tidak peduli.</p>
<p><em>This is why I&#8217;m proud to be a geek</em>.</p>
<p><strong><em>In Penguin We Trust.</em></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/pengalaman/ignorance-is-bliss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
