<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rumah Penguin &#187; Opini</title>
	<atom:link href="http://www.rumahpenguin.web.id/category/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.rumahpenguin.web.id</link>
	<description>Rumahnya Penguin. Masa gitu aja perlu dijelasin?</description>
	<lastBuildDate>Sat, 04 Feb 2012 08:26:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>10 November &#8211; Hari Pahlawan!!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Nov 2011 05:58:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[10 november]]></category>
		<category><![CDATA[pahlawan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=276</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/" title="10 November - Hari Pahlawan!!"></a>Oooke, sebelum ada yang protes karena gambar yang kupasang bukannya pahlawan-pahlawan Indonesia tapi malah pahlawan fiktif, gambar diatas hanya ilustrasi. Apa pahlwan itu? Beberapa bilang, mereka adalah orang-orang yang sudah berjasa bagi negara atau bangsanya. Yang lain bilang, mereka adalah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/" title="10 November - Hari Pahlawan!!"></a><p><img class="aligncenter" title="The Avengers" src="http://4.bp.blogspot.com/-AHWAr8looz4/Togyalndb5I/AAAAAAAAC4Y/brpIUUN_lXU/s1600/TheAvengers.jpg" alt="" width="400" height="400" /></p>
<p>Oooke, sebelum ada yang protes karena gambar yang kupasang bukannya pahlawan-pahlawan Indonesia tapi malah pahlawan fiktif, gambar diatas hanya ilustrasi.<span id="more-276"></span></p>
<p>Apa pahlwan itu? Beberapa bilang, mereka adalah orang-orang yang sudah berjasa bagi negara atau bangsanya. Yang lain bilang, mereka adalah semua yang berjuang untuk membela yang lemah, membela keadilan. Ada lagi yang bilang, mereka adalah inspirator karena tindakan mereka.</p>
<p>Pendapat pribadiku: pahlawan adalah simbol. Simbol orang-orang yang berani mencoba karena mau, bukan karena terpaksa.</p>
<p>Sebenarnya, apa yang telah dilakukan para pahlawan kita (bukan yang fiksi, loh), bisa dilakukan oleh siapa saja asalkan mereka mau. Tetapi, orang-orang ini bukan hanya &#8220;mau&#8221;, tapi mereka juga &#8220;mencoba&#8221;. Mereka benar-benar berjuang. Mereka bahkan tidak tahu bahwa mereka akan dianggap pahlawan bagi orang lain.</p>
<p>Tapi orang lain menganggap mereka pahlawan. Kenapa?</p>
<p>Karena mereka tidak pernah mencoba apa yang dilakukan para pahlawan. Jelas, aku juga tidak mau nenteng bambu runcing melawan senapan mesin. Tapi itu karena aku memang tidak mau kan? Apa yang kita inginkan, seharusnya di coba sampai berhasil atau gagal. Kalau menyerah di tengah jalan, beneran itu mau? Gak kayaknya.</p>
<p>Aku menghargai para pahlawan, bukan hanya karena jasa-jasa mereka, bukan hanya karena berhasil, tapi juga karena mereka berani mencoba untuk melakukan apa yang mereka mau.</p>
<p>*Mengheningkan Cipta*</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/10-november-hari-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kalau Kita Berbeda</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2011 05:12:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=259</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/" title="Kalau Kita Berbeda"></a>Katanya, perbedaan itu bagus. Kenyataannya, orang-orang yang &#8220;berbeda&#8221; adalah orang-orang yang pertama dikucilkan. Aku tidak bermaksud menceritakan tentang &#8220;tampil beda&#8221;. &#8220;Tampil beda&#8221; itu biasa. Yang tidak biasa adalah jadi berbeda. Berpikiran lain dari yang lain. Aku sering mengikuti berbagai diskusi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/" title="Kalau Kita Berbeda"></a><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Culture" src="http://3.bp.blogspot.com/_BrwRFkhYiD0/THK3mLsSz-I/AAAAAAAAACs/slayloBxpnQ/s320/cultural.gif" alt="" width="300" height="275" /><p class="wp-caption-text">Hanya ilustrasi.</p></div>
<p>Katanya, perbedaan itu bagus. Kenyataannya, orang-orang yang &#8220;berbeda&#8221; adalah orang-orang yang pertama dikucilkan. Aku tidak bermaksud menceritakan tentang &#8220;tampil beda&#8221;. &#8220;Tampil beda&#8221; itu biasa. Yang tidak biasa adalah jadi berbeda. Berpikiran lain dari yang lain.<span id="more-259"></span></p>
<p>Aku sering mengikuti berbagai diskusi online (dengan memposisikan diri sebagai penonton). Dari yang sering kulihat, lebih banyak orang yang lebih menyukai posisi &#8220;orang baik&#8221; dalam diskusi. Posisi yang lebih diterima orang banyak, lebih bermoral, lebih bagus. Begitu muncul orang yang mengemukakan pendapat yang berbeda, yang bentrok dengan pendapat yang &#8220;bermoral&#8221; dan &#8220;dapat diterima&#8221;, pendapat itu langsung dihujat habis-habisan oleh orang-orang seforum.</p>
<p>Memang sebenarnya, sebuah pemikiran yang &#8220;berbeda&#8221; mungkin bisa mendapat penerimaan di kelompok lain. Mungkin kelompok yang memiliki alur pikiran yang sesuai. Tapi untuk apa mengemukakan sebuah pendapat yang sama dalam sebuah forum? Sebuah forum, sebuah diskusi, membutuhkan minimal sebuah pemikiran yang berbeda untuk bisa berjalan. Tanpa ada perbedaan pendapat, tidak ada diskusi yang sehat.</p>
<p>Sayang sekali, jadi &#8220;berbeda&#8221; berarti mengambil risiko tidak disukai orang lain. Dan dalam diskusi, mengambil risiko pendapatnya dicela habis atau tidak didengar sama sekali.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img title="konfli diskusi" src="http://icekiddie.files.wordpress.com/2010/04/perbedaan-dan-konflik.gif" alt="" width="400" height="250" /><p class="wp-caption-text">Sering terjadi.</p></div>
<p>Berbagai alasan dikemukakan oleh mereka yang tidak mau mendengar pendapat berbeda: tidak cocok, kurang bermoral, si pemberi pendapat terlalu kasar, terlalu tajam, tidak logis, dll. Padahal, bahkan sebuah pendapat yang tidak logis perlu untuk diperhatikan. Apa yang membuat pendapat itu muncul? Bercanda? Maka pikirkan lah apa yang salah dalam diskusi itu sehingga bisa menjadi bahan lelucon. Cari perhatian? Pikirkan kenapa sampai mereka perlu mencari perhatian. Sekali lagi, sebuah pendapat tidak logis pun perlu diperhatikan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kalau-kita-berbeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Setiap Pilihan Langkah Menentukan Masa Depan</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Jun 2011 18:00:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[future]]></category>
		<category><![CDATA[paralel]]></category>
		<category><![CDATA[pilihan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/" title="Setiap Pilihan Langkah Menentukan Masa Depan"></a>“Kita harus bisa mengambil risiko terhadap pilihan yang sudah kita pilih” Saran yang bagus dari seorang temanku. Yang luar biasa, saran ini keluar dari mulut orang yang memilih karena alasan orangtua tidak setuju pilihannya yang sebelumnya, yang sesuai dengan passion-nya. &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/" title="Setiap Pilihan Langkah Menentukan Masa Depan"></a><p><strong>“Kita harus bisa mengambil risiko terhadap pilihan yang sudah kita pilih”</strong></p>
<p>Saran yang bagus dari seorang temanku. Yang luar biasa, saran ini keluar dari mulut orang yang memilih karena alasan orangtua tidak setuju pilihannya yang sebelumnya, yang sesuai dengan <em>passion</em>-nya.</p>
<p>Hei, ini bukan sarkasme!<span id="more-233"></span></p>
<p>Jangan salah sangka. Menurutku, pilihan itu bisa diambil dengan alasan apapun; keinginan, paksaan, logika, nafsu, apapun. Tidak ada yang salah dengan itu, kan? Malah, masih bagus bisa memilih, daripada dipaksa untuk menerima satu hal saja tanpa diberi kesempatan memilih.</p>
<p>Tapi kembali ke kalimat pertama, kita harus bisa mengambil risiko atas pilihan kita sendiri. Kita yang memilih, kita yang menanggung semua akibatnya; baik atau buruk. Karena itu, kita sebaiknya kembali memikirkan motif dibalik pilihan kita. Apakah motif itu sudah cukup baik? Relevan? Atau hanya merupakan pembenaran? Atau malah sangat matang? Pilihan kita menentukan masa depan, walaupun hanya sekedar pilihan melangkah dengan kaki kanan atau kaki kiri lebih dahulu.</p>
<p>Aku jadi ingat lagi, salah seorang senior pernah membahas tentang konsep dunia paralel. Saat kita dihadapkan pada sebuah pilihan, misalnya A atau B, maka pada saat itu akan terbentuk dua buah dunia paralel. Pada dunia yang satu kita memilih pilihan A, dan pada dunia yang lain pilihan B. Tapi kita hanya bisa melihat salah satu hasil dari pilihan kita, bukan keduanya. Hasil inilah yang harus kita hadapi di dunia paralel kita sendiri.</p>
<p>Oke&#8230;. ini postingan blog yang gaje dan pendek, tapi boleh, kan? <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/1.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/setiap-pilihan-langkah-menentukan-masa-depan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Generalisasi</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 May 2011 16:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[males]]></category>
		<category><![CDATA[update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=222</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/" title="Generalisasi"></a>LD, sebuah unit yang-aku-gak-tau-apa-kerjanya di ITB, tanggal 2 Mei kemarin (kalau tidak salah) memasang plang seperti di foto atas. Wiauw. LD, kalian benar-benar tahu segalanya. Angkat topi untuk kalian, dengan bungkusan permen berjatuhan. &#160; Aku termasuk jarang update blog, tapi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/" title="Generalisasi"></a><div class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><img title="LD" src="http://24.media.tumblr.com/tumblr_lkkmhb8NqK1qiuxm3o1_500.jpg" alt="" width="500" height="375" /><p class="wp-caption-text">Ini terpasang di ITB pada tanggal 2 Mei 2011 kemarin. Sungguh LD sangat tau segalanya -__-</p></div>
<p>LD, sebuah unit yang-aku-gak-tau-apa-kerjanya di ITB, tanggal 2 Mei kemarin (kalau tidak salah) memasang plang seperti di foto atas. Wiauw. LD, kalian benar-benar tahu segalanya. Angkat topi untuk kalian, dengan bungkusan permen berjatuhan.<span id="more-222"></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aku termasuk jarang update blog, tapi ada hal yang ingin kusimpulkan setelah melihat plang seperti diatas: generalisasi. Walaupun aku tahu maksudnya LD adalah menyindir rektorat ITB yang memutuskan untuk menentukan harga BPM (yang, ku yakin, beberapa orang tahu berapa harganya&#8230;), kalau plang ini dipasang saat ada kunjungan para siswa SMA (yang kebetulan MEMANG!), siapa yang tersinggung lebih dulu? Bukan ITB pastinya.</p>
<p>Dengan BPM yang &#8220;lumayan&#8221; untuk angkatan baru nanti, bukan berarti mahasiswa ITB nanti hanya orang-orang berduit, kan? Oke, mungkin sekilas kita akan berpikiran bahwa, &#8220;Mahal sekali! Cuma orang kaya yang bisa bayar!&#8221; tapi&#8230;. ya ampun&#8230;. ini institut negeri, loh! Apa sama sekali nggak ada yang bisa membantu biaya mahasiswa kuliah disini?! Jangan berpikir negatifnya aja!!</p>
<p>Mungkin iya, ITB memasang tarif cukup &#8220;mahal&#8221; pada tahun ajaran sekarang. Tetapi ini dilakukan tidak dengan membabibuta. Tidak semua orang harus menebus BPM yang maksimum yang diminta; sebagian besar malah hanya perlu membayar 25% nya, malah sekitar beberapa persen tidak perlu membayar sama sekali. Dan perlu ditekankan: itu belum beasiswa. Beasiswa merupakan hal terpisah dari potongan BPM.</p>
<p>Entah apa yang ada dipikiran anak-anak LD ini. Tapi ya sudahlah, aku hanya mahasiswa biasa yang tidak mau terlibat&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/generalisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Life is Never Flat!</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Mar 2011 05:01:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[bandung]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[kutipan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=211</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/" title="Life is Never Flat!"></a>Wiauw&#8230;. Rumah Penguin bener-bener nyaris vakum. Gimana yah, aku belakangan ini kurang punya ide. Ada banyak opini yang pengen dikeluarin, tapi karena sadar diri nggak banyak yang mau baca (apalagi kasusnya kontroversial) jadinya males membahas panjang-panjang. Tapi sekarang ada satu &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/" title="Life is Never Flat!"></a><p>Wiauw&#8230;. <a href="http://www.rumahpenguin.web.id">Rumah Penguin</a> bener-bener nyaris vakum. Gimana yah, aku belakangan ini kurang punya ide. Ada banyak opini yang pengen dikeluarin, tapi karena sadar diri nggak banyak yang mau baca (apalagi kasusnya kontroversial) jadinya males membahas panjang-panjang.</p>
<p>Tapi sekarang ada satu bahasan yang pengen ku posting. Ini tentang perbedaan cara pandang tentang kesenangan: antara mahasiswa <em>study oriented</em> dan <em>seneng-seneng oriented</em>.<span id="more-211"></span></p>
<p>Kenapa ku bahas ini? Sekitar seminggu yang lalu, aku terlibat perdebatan tentang rekan-rekan mahasiswa yang jarang mau diajak ngumpul untuk <strong>hura-hura</strong> (maaf, bukan maksudnya <em>hura-hura</em> berkonotasi negatif, tapi aku nggak nemuin kata lain yang lebih cocok). Secara terang-terangan, mereka mengatai rekan-rekan ku ini <em>study oriented</em>; maunya belajar mulu. <strong>Benarkah?</strong></p>
<p><strong>Tidak</strong>. Karena aku salah satu yang jarang ikut berkumpul, dan aku tahu kerjaanku apa di kosan. Yang pasti <strong>bukan belajar</strong>.</p>
<p>Beberapa rekan tidak memperdulikan ini. Mereka tenang-tenang saja dikatai <em>study-oriented</em>. Bahkan bagi mereka yang memang <em>study-oriented</em>, mereka tidak merasa tersinggung. Tapi sadar nggak sih, kalau sebenernya mereka mengatai dengan maksud negatif?? Aku memperhatikan masalah ini dari waktu pertama kali terangkat kasusnya. Semakin lama, semakin sering kalimat &#8220;tidak ikut karena belajar&#8221; disebut (ditulis) di forum yang ku ikuti. Dan tahu nggak? Tanpa sadar, orang-orang yang memang jarang ikut ngumpul jadi malas membuka forum itu. Tersinggung? Tidak. Kesal? Tidak. Malas? Ya. Tapi menurutku, itu <strong>cuma pembelaan</strong>. Aslinya mereka pasti tersinggung.</p>
<p>Satu prinsip baru yang aku coba tanamkan dalam hidup kemahasiswaan, adalah <strong>jangan pernah</strong> sekalipun dalam kondisi apapun <strong>mencoba mempengaruhi</strong> rekan lain <strong>dengan hal-hal</strong> yang <strong>menyinggung SARIP</strong>: <strong>Suku</strong>, <strong>agama</strong>, <strong>ras</strong>, <strong>bangsa</strong>, dan <strong>Indeks Prestasi</strong> (Kredit singkatan pada rekan iamthezero yang menyebutkan singkatan ini). Itu sangat berbahaya. Dan dampaknya terlihat pada kasus terakhir forum itu: anggotanya jadi terpecah belah.</p>
<p>Sebenarnya, inti masalahnya ini cuma <strong>orang-orang</strong> yang <strong>kurang suka di keramaian</strong> versus <strong>orang-orang</strong> cinta <strong>kebersamaan</strong>. Tapi belakangan, jadi cenderung antara <strong>orang-orang malas bersosialisasi</strong> versus <strong>orang-orang sok sosial</strong>. Disini, aku berpihak pada <strong>sebagian</strong> orang-orang yang malas bersosialisasi; orang-orang yang malas bersosialisasi dengan orang-orang sok sosial.</p>
<p>Seorang rekan menulis di blog tumblr-nya. Dia mengatakan bingung terhadap orang-orang yang &#8220;lebih suka ngabisin waktu nya buat belajar dan pusing-pusingan&#8221;. Dia bingung terhadap orang-orang yang &#8220;ga suka (atau ga bisa) seneng-seneng. Bawaanya bete, kesel, ga suka, risih sama orang yang sukanya seneng seneng&#8221;.</p>
<p>Jujur, <strong>aku juga bingung</strong> dengan orang yang <strong>lebih suka belajar</strong>. Tapi aku lebih bingung terhadap orang yang tidak bisa menerima perbedaan itu. Kenapa memangnya kalau lebih suka belajar? Itu <strong>hak</strong>. Itu <em>lifestyle</em>-nya. Apa mereka adalah orang-orang yang &#8220;ga suka (atau ga bisa) seneng-seneng&#8221;? Itu <strong>kesenangannya</strong>. Itu <strong>kebahagiaannya</strong>. Tiap orang beda, dong.</p>
<p>Hidup harus seimbang antara masa depan dan masa sekarang. Dengan kata lain, belajar untuk masa depan dan menyenangkan diri di masa sekarang harus seimbang kadarnya. Tapi apa senang-senang itu selalu berarti ngumpul, ramai-ramai, bersorak-sorak di lapangan, olahraga, ketawa haha-hihi? Tidak. Tiap orang beda.</p>
<p>Ada orang memang pintar dan masih bisa menyeimbangkan hidupnya dengan bermain. Tapi nggak semua orang bisa dipukul rata bisa seperti itu.</p>
<p>Tapi kembali lagi. Aku maklum dengan orang-orang yang (maaf) sok sosial seperti mereka. <strong>Kebahagiaan </strong>mereka <strong>terletak </strong>di <strong>kebersamaan</strong>, bukan <strong>menyendiri </strong>dalam ruangan <strong>bersama </strong>setumpuk <strong>buku</strong>. <strong>Tidak ada</strong> yang <strong>salah </strong>dengan itu.</p>
<p>Life is never flat&#8230;. life is never flat&#8230;. makan chitato ==b</p>
<p>TAMBAHAN: Kasusnya sudah selesai. Kami sudah bermaaf-maafan. Harap jangan ada yang terbawa emosi ^^b</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/life-is-never-flat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sarkasme Memang Frontal</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/sarkasme-memang-frontal/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/sarkasme-memang-frontal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 Dec 2010 04:00:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[pendek]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=191</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/sarkasme-memang-frontal/" title="Sarkasme Memang Frontal"></a>Bahwa sarkasme merupakan salah satu cara menyindir orang, aku agak kurang setuju sebenernya. Soalnya susah banget ngebuat orang tersindir. Apalagi yang dablek. Tapi sarkasme beda. Membuat sindiran yang terdengar lucu padahal bernada negatif ternyata lebih mengena. Entah kenapa, tapi mungkin &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/sarkasme-memang-frontal/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/sarkasme-memang-frontal/" title="Sarkasme Memang Frontal"></a><p>Bahwa sarkasme merupakan salah satu cara menyindir orang, aku agak kurang setuju sebenernya. Soalnya susah banget ngebuat orang tersindir. Apalagi yang dablek.</p>
<p>Tapi sarkasme beda. Membuat sindiran yang terdengar lucu padahal bernada negatif ternyata lebih mengena. Entah kenapa, tapi mungkin memang orang-orang lebih merasa perlu perbaikan kalau kasalahannya itu dijadikan lelucon. Hmm hmm hmm&#8230;..</p>
<p>Perlu belajar sarkasme lebih dalam lagi nih.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/sarkasme-memang-frontal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kepanitiaan &#8211; Tentang Kontribusi atau Eksistensi</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kepanitiaan-tentang-kontribusi-atau-eksistensi/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kepanitiaan-tentang-kontribusi-atau-eksistensi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Dec 2010 21:36:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[itb]]></category>
		<category><![CDATA[panitia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=187</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kepanitiaan-tentang-kontribusi-atau-eksistensi/" title="Kepanitiaan - Tentang Kontribusi atau Eksistensi"></a>Aku udah sebulan gak posting ya? Oke deh, sekarang ku posting beberapa pendapatku tentang kepanitiaan yang baru kemaren kuhadiri. Panitia ini dibentuk oleh beberapa orang yang ingin membantu sekelompok besar untuk mendapatkan salah satu &#8220;simbol&#8221; kelompok mereka. Tanpa keinginan untuk &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kepanitiaan-tentang-kontribusi-atau-eksistensi/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kepanitiaan-tentang-kontribusi-atau-eksistensi/" title="Kepanitiaan - Tentang Kontribusi atau Eksistensi"></a><p>Aku udah sebulan gak posting ya? Oke deh, sekarang ku posting beberapa pendapatku tentang kepanitiaan yang baru kemaren kuhadiri.</p>
<p>Panitia ini dibentuk oleh beberapa orang yang ingin membantu sekelompok besar untuk mendapatkan salah satu &#8220;simbol&#8221; kelompok mereka. Tanpa keinginan untuk pamer, pamrih, hanya keinginan untuk berguna.</p>
<p>Yah&#8230;. sayangnya, setelah beberapa lama berjalan, panitia ini terkotori oleh sekumpulan &#8220;mayor&#8221; yang &#8220;mewakili suara sebagian besar&#8221;. Pengaruh cukup kuat dari mereka sehingga kepanitiaan jadi berubah haluan karena kumpulan &#8220;mayor&#8221; ini berhasil mempengaruhi ketua mereka.</p>
<p>Bisa ditebak kelanjutannya? Gini deh, karena panitia ini ingin hasil yang mereka capai bisa diterima oleh semua anggota mereka menjadi fleksibel dan menerima berbagai pendapat, kritik, dll. Tapi ternyata pendapatku benar: kalau semua orang di seluruh dunia ini fleksibel, gak akan ada tugas yang selesai. Ini terbukti, panitia ini akhirnya jadi kalabakan karena kebanyakan menerima kritik, dan anehnya, sedikit yang memberi saran.</p>
<p>Mencari kesalahan itu memang gampang ya -__-</p>
<p>Kalau kulihat, tidak ada yang salah dengan membuka diri terhadap pendapat. Yang salah adalah, membuka diri terhadap pendapat tanpa memberi filter seperti kode etik untuk berpendapat. Tanpa filter, ocehan tidak berguna akan masuk tak tersaring seperti ampas teh yang tidak disaring; mengendap dan menumpuk, saat sedikit teraduk langsung terangkat.</p>
<p>Yah&#8230; satu pelajaran buat kasus ini: tegas. Fleksibel boleh, tapi batasi dan beri filter. Kalau mau memberikan kontribusi, bukan berarti dengan melakukan semua yang diinginkan kelompok. Kalau maunya eksistensi, ya sana sok eksis sendiri.</p>
<p>Hmm hmm hmm&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/kepanitiaan-tentang-kontribusi-atau-eksistensi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Oct 2010 19:47:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[akhir]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[maridjan]]></category>
		<category><![CDATA[marijan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/" title="Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat"></a>Judul merujuk kepada Almarhum Mbah Maridjan, &#8220;juru kunci&#8221; Gunung Merapi yang sekarang telah meninggal dalam keadaan (katanya) bersujud dan (katanya) berserah diri pada Yang Maha Kuasa. Masih heran aku, kenapa ﻿kok sudah jelas-jelas menyekutukan Tuhan, Animisme, tapi masih juga mbah &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/" title="Aneh, Tetapi Tetap Dianggap Hebat"></a><p>Judul merujuk kepada Almarhum Mbah Maridjan, &#8220;juru kunci&#8221; Gunung Merapi yang sekarang telah meninggal dalam keadaan (katanya) bersujud dan (katanya) berserah diri pada Yang Maha Kuasa.</p>
<p>Masih heran aku, kenapa ﻿kok sudah jelas-jelas menyekutukan Tuhan, Animisme, tapi masih juga mbah Maridjan dipuja-puja seperti &#8220;The Captain Who Never Leaves His Ship&#8221;. Dianggap telah berjiwa besar, berani, dan&#8230;. umm&#8230;. lupa aku apa lagi ya? itu lah.</p>
<p>Kematiannya menimbulkan banyak reaksi. Yang paling lucu yang ingin aku tertawakan keras-keras, spekulasi bagaimana mbah Maridjan bisa sampai meninggal di gunung yang &#8220;kunci&#8221;-nya dia pegang. Ada yang bilang karena beliau sedang apes salah menafsirkan pertanda, ada yang bilang beliau memang tahu dan bertahan karena merasa lebih baik mati disana, dan yang paling lucu, sebuah komentar dari pambaca berita <a href="http://regional.kompas.com/read/2010/10/27/10344280/Inilah.Alasan.Mbah.Maridjan.Tidak.Turun">tentang mbah Maridjan di situs Kompas</a> menulis:<span id="more-182"></span></p>
<blockquote>
<div>Simbah tidak apes, dulu  beliau pernah bilang kalau beliau sampai meninggal disitu, artinya  gunung merapi akan meletus betulan. Kita lihat saja nanti&#8230;</div>
</blockquote>
<p>Ya ampun&#8230;. dia mati justru karena gunungnya meletus! Bukannya begitu meninggal gunung berapi meletus, tapi begitu gunung berapi meletus dia meninggal!</p>
<p>Haiyah. Parah.</p>
<p>Sebuah komentar lain berisi ini:</p>
<blockquote>
<div>beliau meninggal dalam  keadaan sujud sholat,,insya allah khusnulkhotimah.. mbah marijan adalah seorang pemimpin yg tdk ingin pergi seblum semua  warganya keluar terlebih dahulu dan unt menjaga agar warga tdk panik.. justru sebuah ironi jika warga nya tdk selamat tp dia sendiri yg selamat</div>
</blockquote>
<p>Isu pertama: Dalam keadaan sholat? Perlu konfirmasi lagi, darimana dia tahu infonya (dan ya, Kompas ternyata penebar isu-nya -__- ). Kedua, &#8220;seorang pemimpin yang tidak ingin pergi sebelum semua warganya keluar lebih dahulu&#8221;? Aku lebih <em>prefer</em> kalau kalimat ini ditujukan pada ketua RT/RW/Lurah/Camat. Karena mereka memang harus mengorganisir dulu warganya. Sedangkan mbah Maridjan ini bukannya tidak ingin selamat sendiri, tapi beliau terlalu sombong untuk mempercayai bahwa pertanda gunung merapi meletus tidak ada. Dia terlalu percaya pada kemampuannya sendiri membaca pertanda yang sebenarnya tidak pernah ada. Huh. Aku lebih cenderung menyatakan mbah Maridjan sudah lupa diri.</p>
<p>Apapun, kali ini sudah terbukti bahwa mempercayai kata-kata manusia = cari perkara. Prediksinya, walaupun dulu pernah tepat, tapi tidak berarti selalu tepat. Warga yang selama ini percaya begitu saja pada mbah Maridjan, harus menyiapkan diri untuk hangus di abu panas gunung merapi.</p>
<p>Aneh juga kalau mbah Maridjan dianggap hebat, karena menurutku kematian mbah Maridjan sangat mudah diprediksi, seperti memprediksi kematian orang yang tidur di rel kereta api. Tidak selalu tepat, tapi akurat.</p>
<p>Ah, ada satu lagi komentar menarik:</p>
<blockquote>
<div>klenik n  syirik darimana bung?&#8230;beliau seorang muslim yg sedang menjaga  amanah&#8230;pantas saja indonesia seperti ini, karena para pejabat  pemerintah n agt DPR yg diberi amanah oleh rakyat ketika disumpah,  mengabaikannya</div>
</blockquote>
<p>Oho. Muslim memang menjaga amanah, tapi dari sumber yang jelas. Bukan dari &#8220;raja-raja&#8221; penunggu gunung yang entah-ada-entah-tidak-dan-kalaupun-ada-berarti-dewa-zeus-juga-ada. Parahnya, ni orang bawa-bawa masalah politik! Pantas saja Indonesia seperti ini, apapun masalahnya larinya pasti politik.</p>
<p>Ngomong-ngomong, ada juga yang komentar kalau mbah Maridjan masih hidup. Ya sudahlah&#8230;.</p>
<p>Yah, setengah jam aku baca-baca komentar pembaca di kompas, ternyata sekitar 90% orang malah mengatakan mbah Maridjan hebat, muslim taat, menyatu dengan alam, dll&#8230; cuma sedikit yang bisa berpikir jernih bahwa beliau sebenarnya telah melakukan praktek syirik. Bahkan aku yang sepertinya tidak terlalu beriman saja tahu.</p>
<p>Kalaupun ada satu hal yang bisa dicontoh dari mbah Maridjan, adalah komitmennya. Sekali komit, tidak berubah sampai mati. Ya, contoh itu. Jadi kalau udah komitmen mau bunuh diri, jangan batalin ya? <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<blockquote><p><strong> </strong></p></blockquote>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/aneh-tetapi-tetap-dianggap-hebat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rumah Penguin Mulai Sepi</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/rumah-penguin-mulai-sepi/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/rumah-penguin-mulai-sepi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Oct 2010 04:44:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[capek]]></category>
		<category><![CDATA[rumah penguin]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/rumah-penguin-mulai-sepi/" title="Rumah Penguin Mulai Sepi"></a>Rumah Penguin bukan sepi dari pengunjung, tapi sepi dari komentar. Iya sih&#8230; sepi pengunjung juga. Dan harus diakui, itu karena isi blog ini tidak sesuai harapan banyak orang yang mengenalku. Semenjak dulu, aku lebih sering berkutat dengan komputer dan dunianya; &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/rumah-penguin-mulai-sepi/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/rumah-penguin-mulai-sepi/" title="Rumah Penguin Mulai Sepi"></a><p><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/">Rumah Penguin</a> bukan sepi dari pengunjung, tapi sepi dari komentar. Iya sih&#8230; sepi pengunjung juga. Dan harus diakui, itu karena isi blog ini tidak sesuai harapan banyak orang yang mengenalku.</p>
<p>Semenjak dulu, aku lebih sering berkutat dengan komputer dan dunianya; internet, programming, tweaking, dll. Apalagi setelah sekarang aku kuliah, makin banyak orang yang berharap isi blog ini akan berisi tutorial-tutorial berbau komputer yang <strong>berguna</strong>, <strong>mudah</strong> dan <strong>gampang</strong>. Sayang sekali, kalaupun ada tutorial, tutorial yang kuposting disini bukanlah tutorial yang benar-benar berguna secara langsung buat mereka, dan belakangan, aku tidak posting tutorial.</p>
<p>Alasanku kenapa Rumah Penguin tidak diisi tutorial-tutorial karena tutorial-tutorial itu <strong>bertebaran</strong> bagai sampah di <strong>internet</strong>, <strong>menunggu</strong> untuk <strong>dipulung</strong> dan dibawa pulang. Cuma perlu sedikit kata kunci dan tutorial yang mereka inginkan tersaji didepan mereka. Apalagi yang harus kutulis? Semua tentang SEO, hacking, cracing, programming, dll semua sudah berlimpah. Yang tersisa hanyalah hal-hal spesifik yang tidak berguna secara langsung.</p>
<p>Tapi memang, orang lebih suka jalan pintas daripada usaha. Aku juga suka jalan pintas, tapi maaf, tidak ada jalan pintas dalam hal ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/rumah-penguin-mulai-sepi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Multi-Religion Community Memang Sulit Tercapai</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/multi-religion-community-memang-sulit-tercapai/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/multi-religion-community-memang-sulit-tercapai/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 04 Oct 2010 10:30:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hitam]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/multi-religion-community-memang-sulit-tercapai/" title="Multi-Religion Community Memang Sulit Tercapai"></a>Tadi siang aku menghadiri sebuah pertemuan. Pertemuan ini bersifat formal, intelektual, dan non-agama. Tapi walaupun dikatakan non-agama pun, para pesertanya saja sudah terasa seperti menganggap tidak ada agama lain. Ok, mengucapkan salam sebelum memulai sambutan itu memang harus, tapi mengucapkannya &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/multi-religion-community-memang-sulit-tercapai/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/multi-religion-community-memang-sulit-tercapai/" title="Multi-Religion Community Memang Sulit Tercapai"></a><p>Tadi siang aku menghadiri sebuah pertemuan. Pertemuan ini bersifat formal, intelektual, dan non-agama. Tapi walaupun dikatakan non-agama pun, para pesertanya saja sudah terasa seperti menganggap tidak ada agama lain. Ok, mengucapkan salam sebelum memulai sambutan itu memang harus, tapi mengucapkannya dalam cara satu agama saja (Islam, <em>Assalamualaikum wr. wb.</em>) tanpa menambahkan ucapan seperti <em>selamat siang</em>, <em>selamat sore</em>, <em>halo</em>, rasanya seperti memukul rata seluruh hadirin dalam satu agama.</p>
<p>Kemudian ketika menutup acara, doa penutup dibacakan. Sekali lagi, dalam cara satu agama saja. Panjang pula. Seandainya aku non-muslim, ketika acara penutup yang berupa doa panjang lebar dalam bahasa arab dibacakan, aku mesti ngapain?</p>
<p>Yah&#8230; kelihatannya ini masalah sepele. Tapi hati-hati, yang membuat orang terjatuh bukanlah terbentur batu besar, melainkan karena tersandung batu kecil.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/multi-religion-community-memang-sulit-tercapai/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lo aneh ya. Suka banget beda pendapat. [formspring.me]</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/lo-aneh-ya-suka-banget-beda-pendapat-formspring-me/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/lo-aneh-ya-suka-banget-beda-pendapat-formspring-me/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 06:03:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/lo-aneh-ya-suka-banget-beda-pendapat-formspring-me/" title="Lo aneh ya. Suka banget beda pendapat. [formspring.me]"></a>Perbedaan pendapat itu bagus, kok. Coba seandainya kalau dunia ini satu suara; semua percaya pada satu agama, semua setuju pada satu pilihan, semuanya satu suara. Siapa yang akan memberikan bantahan saat ternyata pilihan itu salah? Tanya apa aja deh&#8230;]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/lo-aneh-ya-suka-banget-beda-pendapat-formspring-me/" title="Lo aneh ya. Suka banget beda pendapat. [formspring.me]"></a><p class="formspringmeAnswer">Perbedaan pendapat itu bagus, kok. Coba seandainya kalau dunia ini satu suara; semua percaya pada satu agama, semua setuju pada satu pilihan, semuanya satu suara. Siapa yang akan memberikan bantahan saat ternyata pilihan itu salah?</p>
<p class="formspringmeFooter"><a href="http://formspring.me/agung0penguin?utm_medium=social&amp;utm_source=wordpress&amp;utm_campaign=shareanswer">Tanya apa aja deh&#8230;</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/lo-aneh-ya-suka-banget-beda-pendapat-formspring-me/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hitam-Putih Dunia dalam Abu-Abu</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/hitam-putih-dunia-dalam-abu-abu/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/hitam-putih-dunia-dalam-abu-abu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 23 Sep 2010 05:59:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[abu abu]]></category>
		<category><![CDATA[dunia]]></category>
		<category><![CDATA[hitam]]></category>
		<category><![CDATA[putih]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=132</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/hitam-putih-dunia-dalam-abu-abu/" title="Hitam-Putih Dunia dalam Abu-Abu"></a>Judulnya rada membingungkan ih Ah peduli amat. Jadi hari ini mau membicarakan apa ya? Ini deh. Aku pernah nemuin orang yang saklek; maunya sesuai aturan, yang salah ya salah yang benar ya benar. Baikkah itu? Menurutku nggak. Ada (banyak) keadaan &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/hitam-putih-dunia-dalam-abu-abu/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/hitam-putih-dunia-dalam-abu-abu/" title="Hitam-Putih Dunia dalam Abu-Abu"></a><p>Judulnya rada membingungkan ih <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ah peduli amat.</p>
<p>Jadi hari ini mau membicarakan apa ya? Ini deh. Aku pernah nemuin orang yang saklek; maunya sesuai aturan, yang salah ya salah yang benar ya benar. Baikkah itu?</p>
<p>Menurutku nggak. Ada (banyak) keadaan dimana kita sangat perlu melakukan tindak &#8216;kejahatan&#8217; demi kebaikan. Contoh paling bagus, perang. Tanpa perang, sulit mencapai perdamaian. Apakah perang itu baik? Tidak. Apakah perdamaian itu baik? Pasti. Apakah perdamaian yang dicapai melalui peperangan itu baik? OK. Tiap orang punya pendapat sendiri.</p>
<p>Yah, segitu doang. Ngomong-ngomong, kayaknya mulai sekarang Rumah Penguin bakal banyak  memuat opini singkat. Maklum, waktu tidak banyak&#8230; yah, mau gimana  lagi&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/hitam-putih-dunia-dalam-abu-abu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;College’s life is full of individuality&#8221;. Penguin setuju?</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/college-life-is-full-of-individuality/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/college-life-is-full-of-individuality/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Sep 2010 15:33:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/college-life-is-full-of-individuality/" title="&quot;College’s life is full of individuality&quot;. Penguin setuju?"></a>Setuju. Banget malah. Statement ini kutemukan waktu lagi jalan-jalan blog ke blog. Di blog teman saya itu, dia membantahnya. Begini jawabannya: na’ah they’re wrong. I found that My **** 2010 is my new FAMILY. a real big family. with lots &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/college-life-is-full-of-individuality/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/college-life-is-full-of-individuality/" title="&quot;College’s life is full of individuality&quot;. Penguin setuju?"></a><p>Setuju. Banget malah.</p>
<p>Statement ini kutemukan waktu lagi jalan-jalan blog ke blog. Di blog teman saya itu, dia membantahnya. Begini jawabannya:</p>
<blockquote><p>na’ah they’re wrong. I found  that My **** 2010 is my new FAMILY. a real  big family. with lots of  ppls that hav a lot in common w/ me and I  know, THIS IS WHERE I BELONG</p></blockquote>
<p>Kalau diartiin:</p>
<blockquote><p>Tidak, itu salah. Aku menemukan bahwa *maaf tempat dirahasiakan* 2010 adalah keluarga baruku. Sebuah keluarga besar. Dengan begitu banyak orang yang memiliki banyak kemiripan dan aku tahu, disinilah aku seharusnya berada.</p></blockquote>
<p>Yop. OK. Lagi-lagi aku beda pendapat.</p>
<p>Kenapa aku tidak sependapat? Karena dari yang kulihat, begitu banyak orang yang memiliki banyak kemiripan dan tahukah anda apa kemiripannya? Individualistis. Jadi benarkah <em>College’s life is full of individuality</em>? Benar!</p>
<p>Hmf. Segitu saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/college-life-is-full-of-individuality/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penting Banget Itu</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/penting_banget_itu/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/penting_banget_itu/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 21:52:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[capek]]></category>
		<category><![CDATA[tak penting]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/penting_banget_itu/" title="Penting Banget Itu"></a>Sambil nunggu giliran mandi, mending sekarang ku update Rumah Penguin OK. Jadi mau ngomongin apa yah&#8230;. Hmm&#8230; hmm&#8230; hmm&#8230;. AHA! Mari kita membicarakan kehidupan anak muda zaman sekarang (versi Penguin)! Apa yang perlu dibahas yah? Banyak. Penting banget semuanya. Tapi &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/penting_banget_itu/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/penting_banget_itu/" title="Penting Banget Itu"></a><p>Sambil nunggu giliran mandi, mending sekarang ku update Rumah Penguin <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>OK. Jadi mau ngomongin apa yah&#8230;. Hmm&#8230; hmm&#8230; hmm&#8230;. AHA!</p>
<p>Mari kita membicarakan kehidupan anak muda zaman sekarang (versi Penguin)!<span id="more-115"></span></p>
<p>Apa yang perlu dibahas yah? Banyak. Penting banget semuanya. Tapi dari semua yang penting, yang paling penting mungkin fenomena bahwa anak muda yang idealis sangat suka sok sibuk. Yah&#8230; begitulah yang kulihat sekarang. Seakan-akan punya banyak waktu luang, rekan-rekanku di kampus (aziah&#8230; aku dah anak kampus! <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/21.gif' alt=':))' class='wp-smiley' />  ) sering banget bikin berbagai acara, berbagai kegiatan. Sialnya, mereka yang sibuk, kami yang introvert-lah yang kena efek <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Kenapa? Gini&#8230; gimana rasanya kalau kita adalah orang tidak suka keramaian, tapi karena masalah toleransi dengan teman, jadi harus berbaur? Gak <em>comfort</em> banget&#8230; walaupun kata orangtua-orangtua kita harus bisa berbaur dengan masyarakat, tapi, woi! Kalau pada dasaranya sudah malas berbaur, disuruh berbaur kan jadi banyak ngaconya!</p>
<p>Huh.</p>
<p>Banyak kegiatan kampus yang kulihat dan harus kulakukan sama sekali tidak berpengaruh apapun secara langsung atau tidak langsung denganku. Jadi aku mengikuti perinsip: Lakukan apa yang harus, tinggalkan yang lain. Mungkin bakal ada orang yang bilang aku kurang mampu bergaul jadinya&#8230; tapi menurutku, akan sangat mubazir energi kalau seandainya aku terlalu sibuk dengan berbagai kegiatan yang ujung-ujungnya tidak memberi secuil pengaruh padaku, baik ataupun buruk.</p>
<p>Aku sendiri di kota ini sekarang. Jadi aku harus punya prioritas sendiri. Sekarang prioritasku bukan lah mengikuti berbagai kegiatan sosial, tapi mempelajarinya. Penting banget itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/penting_banget_itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Tidak Terbagi Atas Fans dan Antifans, Kawan&#8230;</title>
		<link>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/dunia-tidak-terbagi-atas-fans-dan-antifans-kawan/</link>
		<comments>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/dunia-tidak-terbagi-atas-fans-dan-antifans-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Jul 2010 09:13:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Penguin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Pengalaman]]></category>
		<category><![CDATA[anti vierrania]]></category>
		<category><![CDATA[antifans]]></category>
		<category><![CDATA[fans]]></category>
		<category><![CDATA[vierra]]></category>
		<category><![CDATA[vierrania]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rumahpenguin.web.id/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/dunia-tidak-terbagi-atas-fans-dan-antifans-kawan/" title="Dunia Tidak Terbagi Atas Fans dan Antifans, Kawan..."></a>Rasanya dulu aku pernah nulis tentang fans di Rumah Penguin tempo doeloe, yang kebetulan artikelnya musnah dimakan migrasi . Ah, peduli amat deh. Toh tema dan latar belakan penulisan kali ini berbeda dengan waktu itu. Sekarang, aku ingin menulis tentang &#8230;<p class="read-more"><a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/dunia-tidak-terbagi-atas-fans-dan-antifans-kawan/">Read more &#187;</a></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<a href="http://www.rumahpenguin.web.id/opini/dunia-tidak-terbagi-atas-fans-dan-antifans-kawan/" title="Dunia Tidak Terbagi Atas Fans dan Antifans, Kawan..."></a><div class="wp-caption alignleft" style="width: 174px"><a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=191386687600"><img title="Anti Vierrania" src="http://profile.ak.fbcdn.net/object2/926/69/n191386687600_249.jpg" alt="" width="164" height="134" /></a><p class="wp-caption-text">Anti Vierrania di Facebook</p></div>
<div class="wp-caption alignright" style="width: 176px"><a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=177929180071"><img title="Vierrania" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs390.snc3/23801_1092446967520_1716928393_179366_4571501_n.jpg" alt="" width="166" height="179" /></a><p class="wp-caption-text">Vierrania di Faceboo</p></div>
<p>Rasanya dulu aku pernah nulis tentang fans di Rumah Penguin tempo doeloe, yang kebetulan artikelnya musnah dimakan migrasi <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/2.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Ah, peduli amat deh. Toh tema dan latar belakan penulisan kali ini berbeda dengan waktu itu. Sekarang, aku ingin menulis tentang Fans, Antifans, dan &#8220;pihak ketiga&#8221;. Sebagai contoh kasus, saya pilih Grup Anti-Vierrania dan Vierrania di Facebook. Link pada gambar.</p>
<p>Btw, Vierra dan Vierrania, tolong jangan tersinggung dengan gambar disebelah kiri. Itu murni hanya untuk memakai logo yang dipakai mereka <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/4.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke&#8230; jadi apa yang perlu dibahas? Pertama, dan yang paling utama sekali, marilah kita ucapkan puji syukur&#8230; walah&#8230; bukan itu&#8230;. Pertama, kalau ada yang memperhatikan, para fans hampir pasti selalu membela sang idola apapun yang terjadi, apapun yang dilakukan sang idola. Mereka akan selalu memuji-muji apapun yang dilakukan sang idola. Dalam contoh kasus, Vierrania selalu dan pasti selalu membela sang idola mereka. Pertanyaannya, sampai kapan?<span id="more-88"></span></p>
<p>Sepuluh tahun aku memperhatikan, band-band, aktris aktor, dan berbagai jenis pekerjaan di dunia entertainment selalu berganti-ganti. Aku ingat kalau dulu sekitar tahun-tahun aku SMP, Peterpan sedang digandrungi. Belum lagi ada band-band lain seperti Dewa, Padi, Beras (halah), dll. Masing-masing memiliki segudang fans <em>pada masa kejayaan mereka</em>. Para anggota fans kemudian selalu menghadiri (atau sekedar menonton di televisi) apabila idola mereka sedang naik panggung.</p>
<p>Tapi sekarang, kemana suara para fans itu? Seiring tenggelamnya para selebritis dengan pendatang-pendatang baru, para kelompok fans juga hilang entah kemana.</p>
<p>Nah, padahal kita sudah tahu kalau selebritis itu pasti akan hilang timbul. Mereka bela selebriti-selebriti itu sekarang, bersumpah akan jadi fans setia sampai mati, tapi saat muncul kelompok baru, band baru, idola baru, mereka lupa pernah bersumpah. Sayangnya, fenomena alam yang luar biasa ini <em>masih tetap terjadi</em> dan <em>mungkin tidak akan mati</em>, seperti kelompok Vierrania.</p>
<p>Diluar kelompok fans maniak seperti itu, pasti muncul pasangannya juga: Anti-Fans. Saat Vierra mulai naik daun, kelompok Vierrania terbentuk, bersamaan dengan munculnya gerakan Anti-Vierrania (aduh bahasamu lagi Penguin&#8230;). Mereka kelompok yang <em>akan selalu </em>menghina, melecehkan, dan memandang rendah sang artis, Vierra dalam contohku. Tidak peduli ada prestasi apapun, mereka akan tetap mencela.</p>
<p>Jelas, fans dan antifans, Vierrania dan Anti-Vierrania, akan selalu berlawanan. Tapi memang budaya kita masih belum sebaik budaya fans dan anti-fans di negara lain. Disini, di negara kita ini, di tempat yang <em>katanya</em> menerima perbedaan, ternyata malah berpikir subjektif dan hanya membela apa yang mereka suka. Parahnya, menurut mereka <em>pendapat mereka</em> lah yang objektif!</p>
<p>Lalu bagaimana status orang-orang yang memang berpikir objektif? Orang-orang yang akan mengatakan &#8220;itu jelek!&#8221; dan &#8220;itu bagus!&#8221; atau &#8220;Lumayan&#8221; tidak peduli band apapun, mau Vierra atau bukan? Disini letak masalahnya. Orang-orang sepertiku, yang memang kurang suka dengan gaya Vierra diatas panggung, <em>langsung</em> dikatagorikan sebagai anti-fans! Huh!</p>
<p>Seorang yang memakai nama Facebook <strong>Muhammad Hanif </strong>pernah masuk ke grup Anti Vierrania dan disana ia mengupayakan agar Anti Vierrania jangan terlalu kasar kalau mencela. Gambar logo Anti Vierrania juga terlalu kasar (lihat gambar di atas tadi). Akibatnya? Dia diserang habis-habisan oleh anggota Anti Vierrania dengan bahasa-bahasa &#8220;indah&#8221; yang bisa membuat orang tuli jadi mendengar <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/42.gif' alt=':-SS' class='wp-smiley' />  Dengan begini, ia langsung dikategorikan sebagai anggota Vierrania, fans, yang hanya mau rusuh <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/22.gif' alt=':|' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Huh.</p>
<p>Aku sendiri punya pengalaman tidak enak dengan para fans. Baru beberapa hari yang lalu aku menulis beberapa kejelekan tentang Gita Gutawa di frup Facebook Gita Lovers. Yah&#8230; salah aku juga sih, kenapa juga mesti nulis disitu&#8230; tapi mereka sendiri bikin <em>thread</em> untuk membahasnya, kok! Berarti mereka yang ngundang, kan? Selain itu, tidak ada satu pun bahasa kasar yang terketik waktu itu, tapi apa akibatnya? YM ku di bom dengan nama-nama hewan <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/14.gif' alt='X(' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Dulu pernah kubilang di Rumah Penguin yang dulu, kalau aku keluar dari forum Gita Lover karena aku merasa tidak ada gunanya ngefans, cuma menambah pikiran saja. Balasan komentar dari salah satu anggota Gita Lover yang muncul buatku cukup menggelikan. Dia bilang aku tolol, goblok, tidak tahu mana yang baik dan jelek. Dia bilang dia fans pada Gita karena Gita suaranya bagus, orangnya baik, pintar, dan memberinya inspirasi. Oke, ini orang kayaknya maniak. Tapi kayaknya dia sengaja tidak menulis &#8220;karena cantik&#8221; agar aku tidak bisa membalas dengan &#8220;itu cuma fisik&#8221;. Yah&#8230; aku hargai pendapat dia&#8230; tapi yang aku tidak suka, dengan segera dia menyimpulkan bahwa aku <em>benci</em> dengan Gita Gutawa. Woi <img src='http://www.rumahpenguin.web.id/wp-includes/images/smilies/104.gif' alt=':-t' class='wp-smiley' />  !!!! Aku gak pernah bilang gitu!</p>
<p>Huh&#8230; inilah nasib orang-orang nonblok. Aku gak heran kalau Pak Moh. Hatta dulu membuat gerakan Non-Blok dan nyaris tidak memiliki pengaruh sama sekali&#8230;.</p>
<p>Jadi ini artikel tentang apa sih? Terserah mau menyimpulkan apa. Aku cuma pengen bilang, hati-hati dengan sumpah, kata-kata, mau diketik atau diucapkan. Apapun yang kita sukai atau tidak sukai, trend pasti berganti. Dan <em>jangan pernah</em> menganggap orang-orang yang netral sebagai salah satu kelompok, tidak punya pendirian, apalagi bermuka dua! Dunia ini tidak terbagi atas hitam-putih, baik-buruk, fans-antifans, kawan&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rumahpenguin.web.id/opini/dunia-tidak-terbagi-atas-fans-dan-antifans-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
<!-- WP Super Cache is installed but broken. The path to wp-cache-phase1.php in wp-content/advanced-cache.php must be fixed! -->
