Category Archives: Cerpen

Cerpen: Eudaimonia

(Cerpen ini di-posting juga di http://www.kemudian.com/node/256280. Bagi kners, tolong komentarin di k.com juga dong :) )

Aku terbangun.

Biasanya, aku tidak akan dibangunkan kecuali ada hal-hal baru yang perlu kulakukan. Entah apa rencanaNya kali ini, membangunkanku ditengah kegelapan malam seperti ini.

Aku meregangkan tubuhku setelah sekian lama tertidur. Aku memperhatikan wujud yang kali ini diberikan olehNya. Mungkin butuh sedikit penyesuaian, tapi aku pasti akan terbiasa dengan keempat kaki ini. Aku tidak pernah bertanya alasan di balik setiap wujud yang kudapat, karena aku yakin sebagian besar tidak ada alasannya.

Setelah sedikit mengasah kuku, aku keluar dari tempat gelap ini. Aku berjalan tanpa arah yang jelas, tetapi aku tahu aku pasti akan sampai pada tujuan ku. Read more »

Cerpen: Boneka Koala di Atas Pohon

Diposting juga di http://www.kemudian.com/node/247445

Ini cerpen yang ditulis saat aku kejebak tidak bisa masuk kosan selama 3 hari. Cerita tentang kejebak ditempat kosannya mana? Gak usah ah. Malu-maluin banget….

OK. Lanjut!!!


Seperti yang biasa kulakukan setiap hari saat pergi ke kampus, aku melewatinya.

Sebuah boneka berbentuk koala berwarna coklat bertengger di sebuah pohon yang berada di tengah jalan. Boneka itu sudah sangat lusuh, mungkin karena termakan cuaca begitu lama. Dari yang kudengar, boneka itu sudah berada disana sejak senior-senior angkatan belasan tahun yang lalu memasuki gerbang kampus untuk pertama kali.

Yang luar biasa, boneka itu tidak pernah jatuh dari pohon tempat ia bertengger. Persis seperti koala yang sedang menunggu pasangannya.

Berbagai kisah berbeda diceritakan oleh penduduk sekitar tentang asal mula boneka itu. Semuanya sama sekali tidak berkaitan, dan unsur mistis meliputi sebagian besar diantaranya. Seandainya aku tidak pernah mendengar kisah yang satu itu, mungkin aku juga akan menganggapnya boneka terkutuk yang harus dijauhi.

——————— Read more »

Tribute to My Classmate – Di Saat Terakhir

{cerpen ini juga diposting di http://www.kemudian.com/node/241690 }

Jam di handphone-ku telah menunjukan pukul setengah empat sore, tapi aku masih belum keluar dari ruangan kelas. Tidak hanya diriku, tapi beberapa rekan sekelasku masih berada di dalam. Banyak sekali yang mereka lakukan, seperti membereskan posisi kursi dan meja, mematikan lampu dan AC, dan beberapa mengobrol. Aku sendiri sibuk membersihkan loker yang telah tiga tahun kupakai. Read more »