30 Oct 2008 @ 6:00 AM 

Baru nonton Batman – The Dark Knight kemaren. Telat sih, tapi ya mau gimana lagi, gw lebih suka nonton di tivi rumah pake kaset dvd daripada di bioskop. Alasannya sederhana. Dirumah gw bisa nonton sambil tiduran, minum tiga kaleng coca-cola, makan popcorn yang bisa ditambah, trus yang paling enak, filmnya bisa distop dulu kalau lagi mau kebelakang. Bioskop mana bisa…
Jadi, sekarang gw mau membahas film Batman ini.

Pertama, gw mau tekankan terlebih dulu bahwa Batman karakter hero yang paling gw suka. Dia tidak punya kemampuan super, tapi punya otak + uang lebih yang dipakai dijalan yang tepat. Tapi ada juga sebenarnya sisi negatif Batman: Dia membuat dirinya sendiri ikut diburu.

Baguskah ini? Yah, kalau dilihat dari sudut pandang Batman, benar. Gimana caranya percaya dengan para aparat kalau yang bermasalah itu aparat sendiri. Tapi rasanya tidak benar juga kalau dia terus menghindari para polisi. Kalau kita mau memberantas pelanggaran hukum didalam badan hukum, tidak bisa hanya dengan satu orang bertopeng tanpa pendukung yang benar-benar mengenalnya. Siapa yang akan percaya dengan orang bertopeng yang cuma keluar malam hari? Setidaknya itulah yang gw pikirin sebelum nonton film ini.

Dalam film ini, terlihat bahwa orang yang begitu baik, jujur, adil dan tidak menutup dirinya dari publik seperti Harvey Dent bisa terjerumus hanya karena bujukan orang lain (Joker). Kalau dipikir, apabila kita sudah sangat dipercaya menjadi pelindung sesuatu, godaan untuk mengkhianati kepercayaan itu akan lebih besar. Ingat kata-kata Paman Ben pada Peter Parker di film Spiderman: “Seiring kekuatan besar, akan datang tanggung jawab yang besar”, yang pasti akan bertambah sulit melakukannya.
Batman kebalikannya. Tidak ada yang percaya padanya, setidaknya masyarakat umum Gotham. Dia lebih leluasa untuk melakukan apapun demi untuk mendapatkan sesuatu. Kalau misalkan Harvey Dent harus tetap mengikuti prosedur hukum yang berlaku, Batman tidak punya prosedur apapun.

Jadi lebih bagus mana? Dengan prosedur atau tanpa prosedur? Gw tetap bilang lebih baik dengan prosedur, asalkan prosedur itu dijalankan dengan baik oleh orang-orang yang benar-benar bertanggung jawab. Akibat prosedur tidak benarlah akan muncul yang seperti Batman, orang yang melakukan anarki untuk menegakkan keadilan yang seharusnya dilakukan secara baik-baik.

Pembahasan lain, seperti kebanyakan film superhero, Batman tidak melakukan pembunuhan jika bisa dihindari, sejahat apapun lawannya. Nah, kalau menurut gw ini KURANG TEPAT! Dunia lebih baik tanpa orang-orang seperti mereka. Kalau seandainya orang-orang gila seperti itu tetap hidup, tidak ada jaminan mereka tidak akan mengulanginya lagi. Tapi seperti kata Clark Kent dalam film seri Smallville: “Bukan kita yang menentukan itu”. Weleh… bener juga sih…

Yah, opini kali ini tidak terlalu banyak sih. Intinya cuma satu sebenarnya: “Gw baru nonton Batman”. He he he… Tapi memang karakter Batman patut diacungi jempol. Kemampuan manusia biasanya tidak menghalanginya untuk tetap mengakkan keadilan. Ya sih, kekayaannya yang banyak sudah termasuk kemampuan luar biasa, tapi bukannya Bill Gates juga sekaya itu? Tapi ternyata Bill Gates tidak jadi Batman…

Tags Categories: Opini Posted By: Penguin
Last Edit: 30 Oct 2008 @ 06 00 AM

EmailPermalinkComments (0)
 24 Oct 2008 @ 4:19 AM 
 

Opini

 

Beberapa hari yang lalu, gw denger (secara tidak langsung) pendapat salah seorang teman sekolah gw yang sudah membaca blog gw. Secara sembunyi-sembunyi, dia berkata bahwa opini-opini gw di sini hanya omong kosong tak berguna karena tidak didasari ilmu yang sepadan.

Yah, maklum sih. Pasti ada saja orang yang tidak suka. Tapi ini kan opini, pendapat, apa salahnya mengemukakan pendapat? Ketahuilah, orang yang bisanya cuma menghina pendapat orang lain LEBIH OMONG KOSONG dan LEBIH TAK BERGUNA!

Masih bagus bisa dan berani menyatakan pendapat, daripada cuma diam tidak bicara apa-apa, bisanya main belakang.

Tags Categories: Opini Posted By: Penguin
Last Edit: 24 Oct 2008 @ 04 19 AM

EmailPermalinkComments (0)
 15 Oct 2008 @ 4:00 AM 

Sambil ngebrowse diwarnet, di sekitar gw berkicaulah banyak anak-anak yang lagi main game online. Maklum, warnet merangkap game center. Supaya nggak keganggu, gw pake headset. Sialnya, gw tetap keganggu…. :(

Sah-sah aja sih, kalau mereka saking semangatnya main sampai heboh sendiri. Tapi jangan pake kata-kata kasar dong. Mereka main game sambil nyumpah-nyumpah, maki-maki, malah ada yang ngebanting keyboard (Yang teakhir ini cuma dramatisasi).

Gw ngeramalin bakal ada yang buruk nih. Soalnya yang main disebelah bilik gw lagi duel sama orang yang ada didepan gw (dia sendiri nggak tau itu, gw taunya jg setelah gw ngintip mainnya mereka). Ternyata tepat, saudara-saudara. Setelah duel sengit antar master, orang yang didepan gw keliatan marah trus berdiri trus menghampiri orang di bilik sebelah trus ….. terdengar suara plastik patah dan ada huruf A terbang melintasi kepala gw.

Heran gw, kok bisa-bisanya cuma gara-gara main game, bisa ada kasus kayak begini. Tapi nggak aneh juga sih. Dirumah aja, gw dengan kakak gw kalau main game balap juga kadang-kadang emosi. Tapi sampai berantem + merusak fasilitas umum? weleh…..

Selama ini game sering kali jadi sasaran caci maki para orang tua atas perilaku anak-anak mereka. Gara-gara main game, kata mereka. Ketahuilah, game itu SAMA SEKALI tidak melakikan apapin pada si anak.

Sebagian besar kasus yang melibatkan game sebagai pemicu, sebenarnya lebih didasari oleh ketidaksiapan pemain dalam menerima dan menolak pelanggaran norma dalam game tersebit. Yang namanya game, pasti ada pelanggaran norma, kan? biar sedikit. Tapi, orang-orang yang tidak bisa memilah itu sudah pasti akan terbawa. Itu jelas.

Yah, lagi-lagi gw menyalahkan sisi manusiawi. Mau bagaimana lagi, kadang sisi manusiawi itu tidak boleh dikeluarkan, karena ada hal lain yang lebih rasional. Kenap game yang harus disalahkan? Lihat dulu manusianya.

Tags Categories: Opini Posted By: Penguin
Last Edit: 15 Oct 2008 @ 04 00 AM

EmailPermalinkComments (0)
 14 Oct 2008 @ 4:42 AM 

Gw punya temen, nah dia punya temen, trus dia punya temen… Sori, bercanda.

Gw punya temen, dia sering banget minjemin gw buku novel bagus-bagus. Yah, kebetulan novelnya memang bagus-bagus, biarpun gw sebenernya gak tau tentang tu novel sebelumnya.

Nah, pernah suatu saat dia minjemin gw 2 buku sekaligus: The Bartimaeus Trilogy bagian 1 + Eragon. Sambil ngasih bukunya, dia ngomong begini:
Dia : Eh, kayaknya kalau jadi penyihir itu enak, ya?
Gw : Kenapa?
Dia : Iya. Mau apa-apa gampang. Tinggal tunjuk dan baca mantra.

Gw gak jawab waktu itu. Tapi sebenarnya dalam hati pengen rasanya gw bilang: “Kalau jadi penyihir enak, loe mau jadi penyihir abad pertengahan? Yang dibakar hidup-hidup kalau ketahuan?”

Sebagian besar orang pasti tau apa itu penyihir. Orang dengan kemampuan ajaib, bisa menggerakkan sesuatu tanpa menyentuh, dll. Persoalannya, kalau penyihir itu benar-benar ada, apakah hidup penyihir itu akan menyenangkan? Menurut gw, tidak.

Banyak cerita penyihir abad pertengahan yang bersembunyi dari orang umum. Mereka kebanyakan ketakutan karena apabila ketahuan memiliki kemampuan sihir, mereka bisa dikucilkan atau lenih parah lagi dibakar hidup-hidup. Yah, gw tidak tau banyak legenda penyihir, tapi cukup untuk bilang bahwa penyihir itu sebenarnya sengsara.

Nah, ibarat penyihir abad pertengahan, banyak orang-orang yang memiliki kemampuan lebih di zaman sekarang juga dikucilkan. Contoh yang paling bagus ada kelompok Hacker. Di media massa, Hacker disebut-sebut bertanggung jawab atas berbagai penyerangan ke berbagai situs atau perusahaan kelas dunia secara komputerisasi. Jelas sekali media massa yang membuat berita ini tidak paham. Yang melakukan kejahatan itu Cracker, sedangkan Hacker cenderung baik orangnya.

Tapi, akibat dari media massa, banyak Hacker hebat harus bersembunyi. Anggapan media massa yang salah ikut mempengaruhi pandangan masyarakat tentang Hacker. Seperti juga penyihir yang akhirnya menyingkir. Kalau para penyihir terus didesak, mereka bisa juga melakukan pembalasan. Begitu juga Hacker.

Yah, mau bagaimana lagi. Gw bukan Hacker (apalagi Peenyihir), tapi gw prihatin dengan kelompok tersebut. Mereka bersembunyi justru karena kita sendiri, masyarakat. Tapi malah mereka juga yang ditakuti masyarakat. weleh …

Tags Categories: Opini Posted By: Penguin
Last Edit: 14 Oct 2008 @ 04 42 AM

EmailPermalinkComments (0)
 09 Oct 2008 @ 3:28 AM 

Nah, setelah lama nggak posting, sekarang gw mau posting tapi bukan tentang opini, tapi iklan untuk salah satu aplikasi buatan gw sendiri: MD5Fivers versi BETA.
Apa itu MD5? MD5 merupakan salah satu teknik perhitungan hash yang sering digunakan sekarang ini. Cari di Wikipedia untuk penjelsan lebih lanjut.
Tapi berhubung bukan untuk umum (masih versi BETA soalnya) jadi gw cuma ngasih ke orang yang kirim email ke gw di nitenightknight@yahoo.com.
Yah, cuma mau memberitahu itu saja kok.

Tags Categories: Programming Posted By: Penguin
Last Edit: 09 Oct 2008 @ 03 28 AM

EmailPermalinkComments (0)
\/ More Options ...
  • Users » 1
  • Posts/Pages » 41
  • Comments » 36
Change Theme...
  • VoidVoid « Default
  • LifeLife
  • EarthEarth
  • WindWind
  • WaterWater
  • FireFire
  • LightLight

Petunjuk



    No Child Pages.

Penguin?



    No Child Pages.